Analisis kompetensi panitia pemeriksaan tanah a di kantor pertanahan kota semarang

Yunianto, Setyo (2008) Analisis kompetensi panitia pemeriksaan tanah a di kantor pertanahan kota semarang. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
7EK-01-Setyo-Cover.pdf - Published Version

Download (422kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-02-Setyo-abstract.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-03-Setyo-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-04-Setyo-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-05-Setyo-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (646kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, khususnya bagi bangsa Indonesia, peranan negara sangat penting di dalam mengatur penguasaan tanah. Negara sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat Indonesia, diberi pelimpahan oleh bangsa Indonesia untuk menguasai, mengatur, mengurus serta menyelesaikan segala persoalan yang berkenaan dengan pengelolaan fungsi bumi, air dan ruang angkasa. Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah luas tanah yang tetap, menyebabkan semakin terbatasnya jumlah luas tanah, sehingga nilai tanah semakin tinggi terutama di daerah perkotaan. Keadaan tersebut dapat menimbulkan adanya permasalahan tanah yang kompleks, yang menyangkut aspek yang luas seperti aspek sosial, ekonomi dan lain-lainnya. Hal ini menimbulkan permasalahan-permasalahan di bidang pertanahan sehingga diperlukan pengaturan yang tegas di bidang pertanahan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap banyaknya kasus yang terjadi adalah tidak sesuainya kompetensi Panitia A. Untuk itu, maka menarik untuk diteliti mengenai kompetensi Panitia A di daerah yang mempunyai banyak masalah dalam penetapan hak dan pendaftaran tanah ini. Karena sampai sekarang belum jelas standar kompetensi yang diperlukan seorang yang bertugas sebagai Panitia A, maka terlebih dahulu perlu dirumuskan indikator kompetensi yang harus dimiliki oleh Panitia A. Rumusan masalah yang diidentifikasi pada penelitian ini adalah indikator-indikator kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh panitia pemeriksaan tanah A. Selanjutnya bagaimana tingkat kompetensi panitia pemeriksaan tanah A di Kantor Pertanahan Kota Semarang serta apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi panitia pemeriksaan tanah A di Kota Semarang. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa indikator-indikator kompetensi yang diperlukan bagi panitia pemeriksaan tanah A, menganalisa tingkat kompetensi panitia pemeriksaan tanah A di Kantor Pertanahan Kota Semarang, dan merumuskan strategi peningkatan kompetensi panitia pemeriksaan tanah A di Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2008 sampai dengan bulan April 2008 di Kantor Pertanahan Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan menggunakan alat bantu berupa kuesioner, ditujukan kepada para responden sebanyak 48 orang yang terdiri dari 28 orang berasal dari karyawan kantor pertanahan dan 20 orang berasal dari kantor kelurahan yang tersebar di wilayah kota Semarang, serta kepada 7 (tujuh) orang narasumber. Wawancara atau kuesioner kepada para responden bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi panitia A, sedangkan wawancara dengan narasumber bertujuan untuk menentukan sub-sub indikator sebagai bahan untuk mengidentifikasi kompetensi panitia A dan menentukan tingkat kepentingan dari indikator kompetensi. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel karyawan kantor pertanahan menggunakan teknik sensus, sedangkan untuk sampel dari kantor kelurahan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis tingkat kompetensi panitia A menggunakan teknik rentang kriteria, analisis tingkat kepentingan masing-masing indikator dan sub-sub indikator menggunakan metode pembobotan paired comparison, sedangkan untuk menentukan strategi sebagai upaya peningkatan kompetensi panitia A, metode yang digunakan adalah importance dan performance matrix. Berdasarkan analisis terhadap tingkat kepentingan dengan menggunakan metode pembobotan paired comparison terhadap kelima indikator kompetensi, para narasumber memilih indikator konsep diri sebagai indikator kompetensi yang paling penting untuk dimiliki oleh panitia A, kemudian secara berturut-turut adalah indikator motif, pengetahuan, keterampilan, dan yang terakhir adalah indikator sifat. Tingkat kompetensi Panitia A yang didapatkan dari hasil penelitian dengan menggunakan teknik rentang kriteria menunjukkan bahwa secara keseluruhan responden telah memiliki tingkat kompetensi yang baik sehingga mampu dalam melaksanakan tugas pemeriksaan tanah, sedangkan kelemahan-nya terdapat pada sub indikator selalu mengabulkan permohonan yang diajukan pemohon. Lahirnya penetapan hak atas tanah bermasalah menunjukkan adanya kelemahan struktural atau kelemahan substansi yang disebabkan oleh berbagai faktor, dan dapat diidentifikasi sebagai berasal dari : pertama, faktor manusianya; kedua, faktor sistem pendaftaran tanah; dan ketiga, faktor lingkungan strategis. Untuk memperbaiki kelemahan yang ada, strategi yang perlu dilakukan adalah dengan membuat papan informasi jadwal sidang Panitia A yang di update setiap saat, membuat undangan sidang panitia A dan menyampaikannya sehari sebelum pelaksanaan sidang panitia A, menambah peralatan kerja yang dibutuhkan karyawan, dan memberikan pendidikan dan latihan, baik teknis maupun non teknis yang disesuaikan dengan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab anggota panita A tersebut. Metode yang digunakan dalam menentukan strategi adalah dengan importance dan performance matrix terhadap seluruh sub indikator yang berada pada kuadran I dimana sub indikator tersebut dianggap penting oleh narasumber namun kenyataannya kinerjanya dibawah rata-rata. Dari hasil penelitian direkomendasikan agar Kantor Pertanahan Kota Semarang segera menerapkan indikator-indikator kompetensi yang telah dirumuskan dalam menetapkan susunan anggota panitia A, tidak berdasarkan seksi atau bidang dimana pelaksana tersebut ditempatkan. Setelah kantor pertanahan Kota Semarang menerapkan indikator-indikator kompetensi dalam menentukan seseorang layak menjadi panitia A, perlu dilakukan penelitian yang membandingkan kinerja panitia sebelum dan sesudah diterapkannya indikator-indikator kompetensi panitia pemeriksaan tanah A tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kompetensi, BPN RI, Rentang Kriteria, Paired Comparison, Importance dan Performance Matrix, Manajemen Sumber Daya Manusia
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 06 Nov 2014 08:15
Last Modified: 06 Nov 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2049

Actions (login required)

View Item View Item