Formulasi strategi bisnis perusahaan kembang gula xyz

Miharja, Dede (2008) Formulasi strategi bisnis perusahaan kembang gula xyz. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E26-01-Dede-Cover.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
PDF
E26-02-Dede-Abstract.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
PDF
E26-02-Dede-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img]
Preview
PDF
E26-04-Dede-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
E26-05-Dede-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (627kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Industri kembang gula merupakan salah satu industri yang memiliki peluang bisnis yang akan terus berkembang. Bila merujuk pada statistik jumlah penduduk Indonesia tahun 2005, dari jumlah penduduk Indonesia 219.204.700 jiwa, diketahui bahwa jumlah penduduk yang berstatus anak- anak dan remaja dengan usia 5-19 tahun yang dianggap sebagai konsumen utama kembang gula adalah 28,61 % atau berjumlah 62.696.600 orang. Jumlah tersebut cukup prospektif sebagai pangsa pasar bisnis kembang gula. Diketahui bahwa perkembangan produksi kembang gula nasional dari tahun 2000–2005 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 12 % per tahun, sementara itu, merek dagang maupun jenis kembang gula lokal yang beredar di pasaran tahun 2005 berjumlah sangat banyak. Pada umumnya sebuah perusahaan kembang gula memiliki lebih dari satu merek dan variasi rasa kembang gula. Diketahui juga pada tahun yang sama ukuran pasar kembang gula berdasarkan merek dagang di enam kota besar dan tiga daerah rural di Indonesia memiliki perbedaan yang tipis. Diketahui perbedaan ukuran pasar dari suatu peringkat merek kembang gula dibandingkan dengan merek lain yang menempati peringkat satu tingkat di atasnya memiliki selisih hanya sekitar 2 %. Perbedaan ukuran pasar kembang gula yang tipis tersebut menunjukkan bahwa persaingan bisnis di antara perusahaan kembang gula cukup ketat. Persaingan yang ketat antara perusahaan kembang gula memberikan dampak kinerja yang kurang memuaskan bagi PT XYZ. Saat ini PT XYZ memfokuskan diri pada produksi kembang gula untuk segmentasi anak-anak dan remaja. PT XYZ berlokasi di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, merupakan salah satu anak perusahaan konglomerasi yang cukup besar di Indonesia, didirikan pada tahun 1976 dengan bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Kegiatan utama PT XYZ adalah memproduksi kembang gula untuk merk sendiri dan juga menerima pesanan – pesanan dari pihak luar (Toll Manufacturing) dengan merk perusahaan lain. Persaingan yang ketat dalam industri kembang gula mengakibatkan penurunan dan perlambatan kinerja penjualan produk PT XYZ tiga tahun belakangan. Penurunan dan perlambatan kinerja penjualan tersebut perlu dicermati manajemen perusahaan mengingat bahwa penurunan kinerja justru terjadi di saat industri kembang gula mengalami peningkatan. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kinerjanya dalam menghadapi persaingan pada saat ini maupun yang akan datang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memenangkan persaingan adalah menyusun kerangka analisis bisnis terpadu dan merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif bagi perusahaan. Untuk itu diperlukan formulasi alternatif strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan kinerja PT XYZ. Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi perusahan tersebut, maka penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (1) bagaimana strategi bisnis yang diterapkan oleh PT XYZ saat ini, (2) sejauh mana faktor-faktor eksternal dan internal mempengaruhi operasional PT XYZ, (3) bagaimana intensitas persaingan industri kembang gula di Indonesia saat ini, (4) alternatif strategi apa yang sebaiknya diterapkan oleh manajemen PT XYZ untuk meningkatkan kinerja di masa yang akan datang, dan (5) prioritas strategi dan strategi bagaimana yang sebaiknya diterapkan oleh manajemen PT XYZ untuk meningkatkan kinerja di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi strategi bisnis yang diterapkan oleh PT XYZ saat ini, (2) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi operasional PT XYZ, (3) menganalisa intensitas persaingan industri kembang gula saat ini, (4) Memformulasikan alternatif strategi bisnis yang dapat diterapkan di PT XYZ sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan, dan (5) menentukan prioritas strategi terpilih yang sesuai untuk diterapkan di PT XYZ. Ruang lingkup penelitian ini hanya sebatas membuat formulasi strategi bisnis unit PT XYZ sebagai pabrik pembuat kembang gula. Hasil kajian mengenai perumusan strategi bisnis unit yang dilakukan, dibatasi pada ruang lingkup memberikan alternatif strategi manajemen yang dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan pertimbangan, sedangkan implementasinya merupakan kewenangan sepenuhnya manajemen PT XYZ. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu dari bulan Maret hingga Mei 2008. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif melalui studi kasus di PT XYZ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara intensif, penyebaran kuesioner, dan studi pustaka dari arsip yang tersedia di perusahaan. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan informasi dari buku, jurnal, dokumen internal perusahaan, dan penelusuran situs internet. Responden pada penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive sampling) dan berjumlah sepuluh orang, yang terdiri dari delapan orang dari internal perusahaan, yaitu : (1) Robin Setyono, MSc (Direktur), (2) Ricky C. Norman, ST (Manager Pabrik), (3) Drs. Suhartono (Manager HRD), (4) Ignatia Ury W. (Manager Pembelian), (5) Julius, ST, MM (Manager Perencanaan / PPIC), (6) Sri Widyawaty, SE (Manager Keuangan), (7) Wong Deddy Chandra, SE (Manager Pemasaran Produk Lokal), dan (8) Ariesta Kusuma Setya, SE (Manager Pemasaran Produk Ekspor) serta dua orang responden eksternal yaitu (1) dr. Weni Widjajanto, MP (Manager Operasional Lembaga Sertifikasi Sistem HACCP), dan (2) Prof.Dr.F.G.Winarno (Pengamat Ahli Industri Pangan). Penelitian ini melalui tiga tahap proses yang dilakukan di mana setiap tahap menggunakan alat analisis yang berbeda. Tahap pertama merupakan tahap pengumpulan data (input stage) di mana pada tahap ini alat analisis yang digunakan adalah matriks analisis internal, matriks analisis eksternal, teknik Delphi, matriks EFE, matriks IFE, dan matriks intensitas persaingan industri. Hasil dari tahap pertama adalah faktor strategis yang telah memiliki bobot dan nilai intensitas persaingan industri kembang gula. Faktor strategis selanjutnya dimasukkan ke tahap pencocokan (matching stage). Pada tahap pencocokan alat analisis yang digunakan adalah matriks internal-eksternal (IE matrix) dan matriks TOWS. Hasil dari tahap kedua adalah berbagai alternatif strategi yang direkomendasikan untuk dijalankan di PT XYZ. Guna memperoleh prioritas strategi yang dapat dijalankan di PT XYZ, maka berbagai alternatif strategi tersebut diproses ke tahap terakhir yaitu tahap keputusan (decision stage).Pada tahap keputusan alat analisis yang digunakan adalah matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Berdasarkan hasil analisis terhadap visi, misi, dan strategi perusahaan, visi dan misi PT XYZ saat ini perlu diubah atau disempurnakan. Visi dan misi harus mempertimbangkan faktor strategis eksternal dan internal. Pada visi yang dibuat hendaknya target pencapaian peringkat perusahaan disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan dan juga peluang dan ancaman perusahaan, perlu memperluas bidang usaha, menambahkan kepedulian lingkungan, mengembangkan produk yang berkualitas dan inovatif, dan menambahkan komitmen manajemen. Berdasarkan kriteria visi yang ideal menurut Hutabarat dan Huseini (2006) maka visi PT XYZ saat sudah memenuhi lima dari tujuh kriteria yang ditetapkan. Selanjutnya visi perlu dikaji ulang setiap lima tahun sekali. Misi PT XYZ saat ini cukup terpenuhi dan sudah memasukkan enam dari sembilan komponen misi yang dianggap penting menurut David (2006). Sumber daya manusia yang ada saat ini dinilai sudah mampu melaksanakan misi PT XYZ, selanjutnya misi perlu dikaji ulang setiap tiga tahun sekali. Dari hasil analisis strategi perusahaan saat ini semua responden internal menyatakan bahwa strategi PT XYZ saat ini perlu disempurnakan yaitu strategi ke-4 dan ke-5 harus dihilangkan kemudian strategi perlu disempurnakan dengan menambah strategi pengembangan produk dan strategi penetrasi pasar. Selanjutnya strategi perusahaan perlu dikaji ulang setiap tahun. Faktor internal yang berhasil diidentifikasi dan dinilai mempengaruhi operasional perusahaan berjumlah 46 faktor, namun setelah dilakukan penyaringan hanya 20 faktor yang dinilai sebagai faktor internal strategis. Penyaringan dilakukan dengan dengan memberikan bobot pada setiap faktor dengan menggunakan teknik Delphi. Sepuluh faktor internal strategis yang dinilai menjadi kekuatan perusahaan adalah: (1) semua manager berpartisipasi dalam sistem informasi, (2) sistem informasi yang ada mudah digunakan, (3) semua manager menggunakan sistem informasi untuk mengambil keputusan, (4) perusahaan memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan mencukupi, (5) staf litbang memiliki kualifikasi baik, (6) pengendalian biaya berjalan sesuai budget, (7) sistem akuntasi terintegrasi, (8) deskripsi dan spesifikasi pekerjaan sudah jelas, (9) struktur organisasi sesuai, dan (10) kualitas produk sesuai keinginan pelanggan. Sedangkan sepuluh faktor internal strategis yang dinilai sebagai kelemahan perusahaan adalah (1) tidak semua pengguna komputer diberikan pelatihan, (2) sistem informasi perusahaan tidak secara dinamis disempurnakan dalam hal isi maupun kemudahan penggunaan, (3) produk yang dikembangkan tidak dapat diproduksi dengan biaya murah, (4) bahan baku yang digunakan tidak mudah, tidak murah, dan tidak banyak alternatifnya, (5) menciptakan produk sesuai keinginan pasar, (6) perusahaan belum mampu menghasilkan modal jangka pendek yang dibutuhkan, (7) penerimaan piutang belum lancar sesuai jadwal, (8) cash flow tidak independent dan tidak positif sesuai target, (9) data dalam sistem informasi tidak diperbarui secara rutin, dan (10) rasio keuangan kurang baik. Faktor eksternal yang berhasil diidentifikasi dan dinilai mempengaruhi operasional perusahaan berjumlah 31 faktor, namun setelah dilakukan penyaringan berdasarkan kemungkinan terjadi, dampak terhadap perusahaan, dan perkiraan waktu terjadi hanya 20 faktor yang dinilai sebagai faktor eksternal strategis. Sepuluh faktor strategis eksternal yang dinilai dapat mempengaruhi operasional dan menjadi peluang perusahaan adalah (1) jumlah penduduk Indonesia yang berstatus anak-anak dan remaja usia 5-19 tahun berjumlah 62.696.600 orang, (2) isu keamanan pangan (HACCP), (3) retribusi perijinan industri, (4) peraturan pemerintah mengenai pengembangan usaha dan investasi, (5) tawaran mengikuti pameran dari dalam dan luar negeri, (6) komputerisasi fasilitas penunjang produksi, (7) regulasi pemerintah terhadap pengawasan makanan dan minuman, (8) metode yang canggih untuk pengujian produk, (9) munculnya era internet (e-business, e-trade, e-mail), dan (10) teknologi produksi dan pengemasan yang modern. Sedangkan sepuluh faktor strategik eksternal yang dinilai dapat mempengaruhi operasional dan menjadi ancaman PT XYZ adalah : (1) pengurangan subsidi pemerintah terhadap subsidi BBM dan listrik, (2) kesepakatan AFTA/NAFTA, GATT, WTO, (3) keharusan menggunakan bahan baku yang bersertifikat halal, (4) perubahan dalam peraturan paten, (5) fluktuasi nilai tukar mata uang, (6) perubahan dalam peraturan pajak, (7) pertumbuhan ekonomi dalam dan luar negeri (tingkat suku bunga, inflasi, subsidi), (8) kebijakan pemerintah tentang UU perbankan (kredit, jaminan L/C), (9) aturan labelisasi makanan dan minuman PP no. 69 tahun 1999, dan (10) isu - isu lingkungan (pembuangan limbah dan AMDAL). Dari hasil analisis intensitas persaingan industri kembang gula saat ini dengan menggunakan Porters’s Five Forces Model diperoleh gambaran bahwa secara keseluruhan industri kembang gula merupakan suatu industri yang memiliki daya tarik sedang. Hal ini berarti bahwa industri kembang gula masih menjanjikan keuntungan yang cukup menarik bagi para perusahaan yang telah ada dalam industri maupun pendatang baru yang akan masuk industri. Daya tarik persaingan industri kembang gula Indonesia yang dinilai memiliki intensitas sedang tersebut ditandai oleh adanya dua variabel kekuatan yang memiliki intensitas tinggi dan yang lainnya berintensitas sedang. Ancaman pendatang baru menduduki peringkat pertama sebagai variabel kekuatan yang memiliki intensitas persaingan tertinggi dengan total nilai 4,03 sementara variabel ancaman persaingan antar kompetitor menduduki peringkat kedua dengan total nilai 4,01 diikuti kemudian dengan kekuatan tawar-menawar pemasok (total nilai 3,02), kekuatan tawar-menawar pembeli (total nilai 3,00), dan ancaman produk substitusi (total nilai 2,34). Analisis intensitas persaingan industri kembang gula memberikan implikasi manajerial untuk lebih meningkatkan nilai diferensiasi produk dalam upaya mengantisipasi ancaman pendatang baru dan memenangkan persaingan dalam industri kembang gula. Pengembangan matriks internal eksternal (matriks IE) dengan cara mencocokkan total nilai IFE dan EFE didapatkan posisi PT XYZ pada ordinat (2,80), (2,75) yang menempati kuadran V pada matriks IE. Strategi yang cocok bagi perusahaan yang berada pada kuadran V adalah strategi pertahankan dan pelihara di antaranya yaitu melalui penerapan Strategi Penetrasi Pasar dan Strategi Pengembangan Produk. Pengembangan matriks TOWS menghasilkan 11 alternatif strategi, namun setelah dikelompokkan menjadi empat alternatif strategi yang direkomendasikan untuk dijalankan di PT XYZ, yaitu: (1) strategi penetrasi pasar, (2) strategi pengembangan produk, (3) strategi pengembangan sumber daya manusia, dan (4) strategi keuangan. Berdasarkan hasil pengembangan matriks QSPM, diperoleh urutan prioritas strategi yang direkomendasikan untuk dijalankan di PT XYZ, adalah (1) strategi pengembangan produk dengan perolehan nilai TAS 4,17 (2) strategi penetrasi pasar dengan perolehan nilai TAS 3,76 (3) strategi keuangan dengan perolehan nilai TAS 2,17 dan (4) strategi pengembangan SDM dengan perolehan nilai TAS 1,76. Terdapat dua hal yang disarankan untuk PT XYZ yaitu (1) Disarankan PT XYZ segera merevisi visi, misi, dan strategi perusahaan karena sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini. Disarankan visi dan misi yang dibuat mempertimbangkan faktor strategis eksternal dan internal perusahaan. Demikian halnya dengan strategi PT XYZ yang ada saat ini, strategi ke-4 dan ke-5 harus dihilangkan kemudian strategi perlu disempurnakan dengan menambahkan strategi pengembangan produk dan strategi penetrasi pasar. (2) Manajemen perusahaan disarankan agar menyusun kebijakan dengan bagian fungsional terkait dalam upaya mengimplementasikan strategi yang telah direkomendasikan dalam bentuk Balance Score Card (BSC). Hendaknya kebijakan tersebut meliputi program, anggaran, dan prosedur pelaksanaan kebijakan agar strategi yang direkomendasikan dapat dilaksanakan. Selanjutnya disarankan PT XYZ untuk mengevaluasi strategi pemasaran dalam kaitannya dengan penurunan kinerja penjualan yang terjadi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: industri kembang gula, formulasi strategi bisnis, manajemen strategi, visi, misi, strategi, Porter’s Five Forces Model Analysis, matriks EFE, matriks IFE, teknik Delphi, matriks TOWS, matriks IE, matriks QSPM, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan produk, strategi pengembangan SDM, strategi keuangan.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Nov 2014 09:05
Last Modified: 19 Nov 2014 09:05
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2060

Actions (login required)

View Item View Item