Analisis strategi pelaksanaan reforma agraria di kabupaten siak

Rustian, Yoppi (2008) Analisis strategi pelaksanaan reforma agraria di kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
7EK-01-Yoppi-Cover.pdf - Published Version

Download (333kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-02-Yoppi-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-02-Yoppi-Ringkasaneksekuitf.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-04-Yoppi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-05-Yoppi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (619kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Bangsa Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan-persoalan struktural yang terwujud dalam bentuk tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan, tingginya konsentrasi aset agraria pada sebagian kecil masyarakat, tingginya sengketa dan konflik pertanahan di seluruh Indonesia, rentannya ketahanan pangan dan ketahanan energi rumah tangga dari sebagian masyarakat, semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup, dan lemahnya akses sebagian besar masyarakat terhadap hak-hak dasar rakyat termasuk terhadap sumber-sumber ekonomi keluarga. Salah satu cara penyelesaiannya pemerintah melakukan reforma agraria. Reforma agraria menurut istilah TAP MPR IX/MPR/2001 adalah langkah strategis dan mendasar untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Makna Reforma agraria adalah restrukturisasi pengunaan, pemanfaatan, penguasaan dan pemilikan sumber-sumber agraria, terutama tanah yang mampu menjamin keadilan dan keberlanjutan peningkatan kesejahteraan rakyat. Namun demikian melihat kondisi masyarakat saat ini, nampaknya kemandirian tersebut belum bisa dilakukan karena masih adanya berbagai kendala dalam upaya memanfaatkan tanah yang telah diperolehnya. Melihat kondisi yang demikian sehingga timbul pertanyaan kenapa masyarakat belum bisa memanfaatkan tanahnya secara optimal. Berkenaan dengan strategi dan kontribusi yang diharapkan, maka diperlukan mengoptimalkan reforma agraria melalui alternatif strategi untuk pencapaian sasaran, sehingga masyarakat nantinya mampu mengembangkan sendiri potensi ekonominya tanpa membutuhkan uluran tangan yang berlebihan lagi dari pemerintah, sehingga dapat mengembangkan dan memajukan perekonomian masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Lebak. Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah kondisi perkembangan reforma agraria yang dilaksanakan di Kabupaten Lebak? 2. Bagaimanakah formulasi strategi yang paling tepat dilaksanakan untuk dapat mengembangkan reforma agraria di Kabupaten Lebak? 3. Apa yang dapat dilakukan untuk dapat memberikan gagasan rencana tindak pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Lebak? Teknik pengambilan contoh dengan menggunakan purposive sampling dilakukan terhadap dua kategori, yaitu penentuan kondisi internal dan eksternal pelaksanaan reforma agraria berupa pemberian aset reform dan akses reform, dan analisis strategi untuk mengembangkan reforma agraria yang cocok untuk diterapkan di Kabupaten Lebak. Untuk memperoleh input tentang kondisi internal dan eksternal organisasi, teknik pengambilan contoh dengan purposive sampling. Setelah itu hasil input yang diperoleh dari masing-masing responden maupun narasumber digabungkan dalam bentuk kuisioner kondisi internal maupun kondisi eksternal organisasi, untuk kemudian diajukan kepada responden/narasumber, yang kemudian digabungkan dalam bentuk matriks IE dengan menentukan rating dan bobot pada setiap faktor yang diteliti. Analisis lingkungan organisasi dilakukan untuk mengetahui kondisi internal dan eksternal organisasi. Faktor internal merupakan aspek yang digali dari beberapa fungsional organisasi seperti aspek kelembagaan/organisasi, aspek pendanaan program, aspek sumber daya manusia/aparatur pelaksana, aspek lingkungan, serta aspek perencanaan dan pelaksanaan program. Faktor-faktor eksternal menganalisis hal-hal yang menyangkut aspek ekonomi, aspek politik dan pemerintahan, aspek pembiayaan, aspek sosial kemasyarakatan, aspek teknologi, aspek kepastian hukum, aspek koordinasi, serta aspek produksi dan pemasaran. Model Aset Reform di Desa Sindangsari Kecamatan Sajira merupakan Penataan Obyek reforma agraria berupa penguatan hak atas tanah (sertipikasi) terhadap tanah-tanah yang telah dikuasai oleh masyarakat, tanpa penataan fisik dan penataan subyek, dan penguatan hak berupa penataan penguasaan dan legalisasi. Tanah yang telah digarap oleh masyarakat kemudian diberikan kepada masyarakat petani dengan dikuatkan haknya/diberikan hak milik berupa sertipikat melalui redistribusi tanah. Penataan Akses Reform menggunakan model penataan minimal, yakni tanah yang telah digarap masyarakat dikuatkan haknya melalui Redistribusi Tanah. Bentuk dan luas tanah masyarakat sebagaimana adanya, pada tahap pertama belum dipersiapkan secara lebih terperinci dalam mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut untuk meningkatkan dan memberdayakan masyarakat penerima manfaat program tersebut, dan baru dalam tahap persiapan berupa koordinasi dari instansi terkait maupun stakeholders lainnya yang diharapkan akan mendukung pelaksanaan reforma agraria dalam tahapan akses reform. Dari matriks IFE didapat total skor 2,426 dan dari matriks EFE didapat total skor 2,561. Dari hasil penilaian responden ini menunjukkan bahwa kondisi organisasi berada dalam keadaan baik dimana kekuatan organisasi terletak pada pengelolaan kelembagaan secara mandiri, SDM memberikan dukungan terhadap strategi organisasi, kemampuan organisasi memanfaatkan SDM yang terbatas, organisasi memiliki tenaga yang terampil, tata letak lokasi yang strategis, sarana dan prasarana yang memadai, peran pemerintah dalam mendukung reforma agraria, dan penyusunan kebijakan program di tingkat kabupaten Selain kekuatan yang mendukung pelaksanaan reforma agraria, responden juga meyakini bahwa pada saat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam organisasi terutama yang berhubungan dengan penyertaan pendanaan dari pemerintah, dukungan kebijakan pemerintah daerah, stabilitas politik dan pemerintahan, koordinasi antar instansi pemerintah/stakeholders, persiapan dan perencanaan program, jangka waktu pelaksanaan program, pola pikir dari aparatur pelaksana, janji-janji dari aparatur di awal kegiatan, pengurangan/penghapusan biaya BPHTB dan materai, dan budaya masyarakat penerima manfaat. Ditinjau dari kondisi eksternal organisasi, responden menilai bahwa peluang-peluang yang ada sangat memungkinkan dan mendukung sekali terhadap keberhasilan reforma agraria, hal ini terlihat dari penilaian responden yang menyatakan bahwa peluang yang paling besar tercapainya keberhasilan program adalah kerjasama dengan pihak perbankan/koperasi, penyertaan kredit dari pihak swasta/dunia usaha, dan pembentukan kelompok kemasyarakatan/GAPOKTAN. Selain peluang yang besar dalam proses pencapaian keberhasilan program, responden menilai masih ada beberapa ancaman yang harus diantisipasi terutama ditinjau dari tingkat kesejahteraan masyarakat, pemulihan ekonomi dalam negeri, adanya aturan-aturan baku yang mengatur dan mengikat, dan sanksi yang tegas dan mengikat semua pihak. Berdasarkan matriks internal eksternal maka posisi organisasi berada pada Sel V dengan nilai (2,426, 2,561), organisasi yang berada pada sel tersebut sangat baik dikendalikan dengan strategi hold and maintain. Posisi hold and maintain membuat organisasi harus mempertahankan dan memelihara kekuatan dan peluang yang ada, serta merubah dan mendobrak kelemahan dan ancaman yang ada. Hasil pengolahan global/vertikal matriks pendapat gabungan didapat prioritas utama pada tiap level, sehingga didapat Pelaksanaan dan Pengelolaan (0,302), Instansi Pemerintah (0,386), Equity (0,245), Strategi Kontrol (0,344). Sebagai rencana tindak program dari strategi kontrol perlu dirumuskan program tahunan yang merupakan langkah-langkah kongkret dalam rangka menyelenggarakan reforma agraria di Kabupaten Lebak. Dengan memperhatikan tujuan, aktor dan faktor serta hasil analisis internal dan eksternal maka dibuat usulan program kegiatan tahunan seperti meningkatkan profesionalisme organisasi dan sdm aparatur pelaksana program, membangun tanggung jawab terhadap semua pihak terhadap keberlanjutan program reforma agraria, mewujudkan kepastian hukum dan aturan yang mengatur pelaksanaan program reforma agraria, mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan potensi lokal, memantapkan perencanaan dan pelaksanaan, membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk yang dihasilkan, serta kerjasama untuk memperoleh dana bagi pengembangan program. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan, kondisi perkembangan reforma agraria yang dilaksanakan di Kabupaten Lebak adalah Model Aset Reform di Desa Sindangsari Kecamatan Sajira merupakan Penataan Obyek reforma agraria berupa penguatan hak atas tanah (sertipikasi) terhadap tanah-tanah yang telah dikuasai oleh masyarakat, tanpa penataan fisik dan penataan subyek, dan penguatan hak berupa penataan penguasaan dan legalisasi. Untuk Akses Reform baru dalam tahap persiapan berupa koordinasi dari instansi terkait maupun stakeholders lainnya yang diharapkan akan mendukung pelaksanaan reforma agraria dalam tahapan akses reform, berdasarkan matriks internal external maka posisi organisasi berada pada Sel V dengan nilai (2,426, 2,561). Organisasi yang berada pada sel tersebut sangat baik dikendalikan dengan strategi hold and maintain. Posisi hold and maintain membuat organisasi harus mempertahankan dan memelihara kekuatan dan peluang yang ada, serta merubah dan mendobrak kelemahan dan ancaman yang ada, dalam posisi hold and maintain diperlukan pembuatan konsep reforma agraria dan sosialisasi konsep tersebut agar dapat diterima oleh instansi lain/stakeholders, serta pihak lain yang berperan pada pelaksanaan reforma agraria. Konsep adalah pembuatan bentuk/model-model reforma agraria. Berdasarkan formulasi strategi organisasi maka dibuatlah empat alternatif strategi, keempat alternatif strategi tersebut adalah fokus pada tujuan organisasi (strategi fokus), kerjasama dengan pihak lain (strategi kerjasama), kegiatan secara intensif (strategi intensif), dan melakukan pengawasan dan kontrol (strategi kontrol), dan sebagai rencana tindak program dari strategi kontrol perlu dirumuskan program tahunan yang merupakan langkah-langkah kongkret dalam rangka menyelenggarakan reforma agraria di Kabupaten Lebak, seperti meningkatkan profesionalisme organisasi dan SDM aparatur pelaksana program, membangun tanggung jawab terhadap semua pihak terhadap keberlanjutan program reforma agraria, mewujudkan kepastian hukum dan aturan yang mengatur pelaksanaan program reforma agraria, memantapkan perencanaan dan pelaksanaan, serta membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk yang dihasilkan, serta kerjasama untuk memperoleh dana bagi pengembangan program. Saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perencanaan dan pelaksanaan dari reforma agraria di Kabupaten Lebak, dan kerjasama yang dibangun dengan instansi dan stakeholders terkait perlu diikat dengan perjanjian kerjasama dengan mencantumkan kewajiban masing-masing agar memperlancar terlaksananya kerjasama tersebut secara berkesinambungan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: strategy analysis, agrarian reform, AHP, IFE, EFE Analisis Strategi, Reforma Agraria, AHP. IFE, EFE
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 22 Nov 2014 08:15
Last Modified: 22 Nov 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2066

Actions (login required)

View Item View Item