Hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada badan perencanaan pembangunan daerah kabupaten siak

Irawan, - (2008) Hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada badan perencanaan pembangunan daerah kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Irawan-Cover.pdf - Published Version

Download (441kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Irawan-Abstract.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Irawan-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (443kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Irawan-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (416kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Irawan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (488kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perubahan pada arah dan kebijakan pembangunan telah berlangsung sejak era reformasi tujuh tahun terakhir, yaitu berupa pengurangan peran Pemerintah Pusat dan peningkatan peran Pemerintah Daerah dalam perencanaan, pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Perubahan tersebut secara politik tertuang dalam UU Nomor 22 tahun 1999 yang disempurnakan dengan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (atau dikenal dengan Otonomi Daerah) dan UU Nomor 25 Tahun 1999 yang disempurnakan dengan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Seiring berlakunya undang-undang tersebut, maka setiap Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota) dituntut untuk mampu mengidentifikasi keunggulan komparatif (comparative advantages) wilayahnya. Keunggulan komparatif wilayah tersebut untuk selanjutnya harus dapat diarahkan dan dipadukan, serta dikembangkan secara terencana, sehingga tercapai pengembangan wilayah yang optimal, yang tercermin dari luasnya kesempatan kerja dan berusaha, serta adanya insentif ekonomi yang menguntungkan bagi berbagai pelaku ekonomi. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan adalah perencanaan pembangunan yang baik dan dapat dirumuskan dalam program dan kegiatan pembangunan secara efektif dan efisien, sehingga mampu mencapai hasil yang optimal dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimiliki daerah. Fungsi perencanaan pembangunan ini pada pemerintahan kabupaten/kota dipegang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak) Kabupaten Siak sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Siak, dalam menetapkan visi dan misinya tentu harus merujuk dan sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Siak. Dengan mengacu dan memperhatikan visi tersebut serta dengan memperhatikan perubahan paradigma dan peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di masa yang akan datang, maka ditetapkan visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak adalah “Menjadikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak sebagai Lembaga Perencanaan Pembangunan yang Professional”. Untuk melaksanakan Visi tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak telah menetapkan Misi jangka menengah untuk lima tahun ke depan (2006 – 2011), yaitu: 1. Menyusun rumusan perencanaan pengembangan dan peningkatan sarana prasarana daerah yang mendukung peningkatan pemerataan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan; 2. Menyusun rumusan perencanaan pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia professional yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dilandasi keimanan, ketaqwaan, dan nilai–nilai Budaya Melayu; 3. Menyusun rumusan perencanaan pemberdayaan masyarakat, sumber daya alam dan seluruh kekuatan ekonomi daerah untuk memperkuat landasan struktur perekonomian berbasis kerakyatan yang bertumpu pada agribisnis, agroindustri dan pariwisata; 4. Menyusun rumusan tata ruang dan pengembangan wilayah Kabupaten Siak Dalam menjalankan visi dan misi tersebut sangat diperlukan sumber daya manusia yang handal dalam menyusun perencanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan. Wujudnya adalah kinerja. Kinerja sangat dipengaruhi oleh Motivasi dan Kepemimpinan. Motivasi kerja pegawai adalah dorongan semangat kerja pegawai untuk mencapai tujuan, berusaha mencapai keunggulan kerja dan berusaha meningkatkan keterampilan kerja yang dibebankan oleh pimpinan. Seorang pimpinan jika melaksanakan tugas dengan baik dan demokratis serta memotivasi pegawai bekerja dengan baik maka akan menentukan tingginya produktivitas pegawai. Makin kuat motivasi kerja akan semakin tinggi produktivitas pegawai. Kepemimpinan dan motivasi kerja secara bersama mempengaruhi tingkat produktivitas kerja pegawai. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak, perlu diperhatikan dan dianalisa faktorfaktor yang dianggap mendukung dan mempengaruhi keberhasilan, serta masalah–masalah dan kendala-kendala yang dapat menghambat terwujudnya visi dan misi tersebut. Analisis ini juga harus memperhatikan dan memperhitungkan nilai–nilai serta isu-isu yang berkembang dalam organisasi (internal) serta situasi dan kondisi lingkungannya (eksternal). Adapun tujuan penelitian ini adalah (1). menganalisis tingkat kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak saat ini, (2). menganalisis hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten Siak, dan (3). merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak Kabupaten. Siak Obyek dalam penelitian ini adalah pegawai negeri sipil pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak. Pemilihan obyek dilakukan dengan pertimbangan bahwa sumberdaya manusia tersebut merupakan aparatur yang berkompeten terhadap pengelolaan berbagai aspek yang menyangkut administrasi dan teknis yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode survey jenis korelasional dan berusaha menemukan suatu model hubungan dari tiga variabel penelitian, yakni variabel bebas terdiri dari kepemimpinan dan motivasi kerja pegawai serta variabel terikat kinerja pegawai. Dari hasil survey tersebut selanjutnya diketahui tingkat hubungan dari masing-masing variabel dengan uji korelasi. Model penelitian hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai. Ada tiga variabel yang diukur dari sumber data yang sama, variabel bebas yaitu kepemimpinan dan motivasi kerja sedangkan variabel terikat yaitu kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak, dengan latar belakang responden mencakup golongan/ pangkat, jabatan, masa kerja, umur, dan jenis kelamin. Teknik pengukuran yang digunakan untuk mengukur ketiga variabel tersebut di atas adalah menggunakan skala likert dengan ukuran skala satu untuk nilai terendah dan lima untuk nilai tertinggi. Dalam pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Metode Rataan Skor dan Korelasi Ranking Spearman. Metode Rataan Skor yang digunakan untuk mengetahui persepsi responden terhadap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner, sedangkan Korelasi Ranking Spearman untuk mengetahui hubungan antara dua macam variabel dan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut. Dalam penelitian ini Korelasi Ranking Spearman digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2) dengan variabel kinerja (Y). Analisis utama adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara beberapa variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan korelasi Rank Spearman. Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang berskala ordinal (non parametrik). Adapun pengolahan datanya menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16. Berdasarkan analisis-analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa kepemimpinan, motivasi kerja dan kinerja pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak berada pada rentang kriteria yang tinggi. Artinya kondisi kepemimpinan, motivasi kerja dan kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak tersebut sudah pada kondisi yang baik. Dari analisis hubungan yang dilakukan, diketahui bahwa kepemimpinan, motivasi kerja mempunyai hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan kinerja. Dari hasil penelitian ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak sudah menerapkan dan memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat kepemimpinan motivasi kerja dan kinerja dengan baik. Untuk itu, diharapkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak dapat memelihara kondisi kepemimpinan, motivasi kerja dan kinerja yang telah baik tersebut agar tetap berada pada kondisi yang baik, atau mungkin bisa ditingkatkan lagi dengan tetap memperhatikan indikator-indikator yang mempunyai hubungan positif yang kuat dan signifikan dalam penelitian ini dalam rangka peningkatan kinerja, sehingga kinerja organisasi dapat dicapai lebih baik. Hasil analisa korelasi antara variabel kepemimpinan yang terdiri dari kemampuan atasan, memotivasi, memberi petunjuk, pengawasan, kepribadian dan hubungan sosial/kekeluargaan dengan kinerja pegawai diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara indikator variabel kepemimpinan dengan kinerja pegawai dan rata-rata persepsi pegawai mengenai indikator variabel kepemimpinan juga tinggi, sehingga hal ini harus dipelihara dan ipertahankan. Hubungan yang kuat ini mengidentifikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kemampuan atasan, memotivasi, memberi petunjuk, pengawasan, kepribadian dan hubungan sosial/kekeluargaan maka akan semakin tinggi pula tingkat kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak. Hasil analisa korelasi antara indikator variabel motivasi kerja yang terdiri dari penghasilan, harapan, dan kebanggaan dengan kinerja pegawai diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara indikator variable motivasi kerja dengan kinerja dan rata-rata persepsi pegawai mengenai indicator variabel motivasi kerja tersebut juga tinggi, sehingga hal ini harus dipelihara dan dipertahankan agar tidak terjadi degradasi atau penurunan tingkat motivasi. Sedangkan hasil analisa korelasi antara indikator variabel motivasi kerja yang terdiri dari berusaha sukses/keunggulan pribadi, mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan dengan kinerja pegawai diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara indikator variabel motivasi kerja tersebut dengan kinerja dengan keterkaitan yang cukup kuat dan rata-rata persepsi pegawai mengenai indikator variabel motivasi kerja tersebut tinggi, sehingga hal ini tidak menjadi prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Faktor kepemimpinan dan motivasi kerja hendaknya mendapat perhatian dalam peningkatan kinerja pegawai di masa depan, untuk itu pimpinan hendaknya selalu membina bawahannya dan memperhatikan pegawai yang memiliki potensi dengan memberikan rangsangan promosi jabatan dan penghargaan prestasi dalam meningkatkan kinerja sehingga menghasilkan kualitas perencanaan yang professional;

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Pegawai, Uji Korelasi Rank Spearman.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 27 Nov 2014 08:27
Last Modified: 27 Nov 2014 08:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2085

Actions (login required)

View Item View Item