Analisis kinerja pemeriksaan bawasda kabupaten siak

Saadun, Wan Sri (2008) Analisis kinerja pemeriksaan bawasda kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Saadun-Cover.pdf - Published Version

Download (383kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Saadun-Abstract.pdf - Published Version

Download (355kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Saadun-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (367kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Saadun-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (368kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Saadun-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (664kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Terselenggaranya pemerintahan dan keberhasilan pembangunan di segala bidang baik fisik material maupun mental spritual, yang ada di pemerintahan Kabupaten Siak tergantung kepada partisipasi masyarakat, terutama kepada sikap mental, semangat pengabdian, disiplin serta rasa tanggung jawab para aparatur pemerintah Kabupaten Siak. Hal ini berlaku mulai dari penentuan kebijaksanaan sampai dengan pengawasan dan evaluasi kebijaksanaan yang dibuat untuk itu perlu didukung oleh pengawasan yang baik melalui perencanaan yang didasari pada pelaksanaan tugas umum pemerintahan, dilakukan secara tertib berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta berdasarkan sandi-sandi kewajaran penyelenggaraan pemerintahan agar tercapai daya guna dan hasil guna yang baik dan objektif. Berdasarkan data sekunder dari Larwasda (2007) dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 terdapat temuan Laporan Hasil Pemeriksaan reguler yang terdiri dari : tahun 2002 berjumlah 315 temuan, tahun 2003 berjumlah 228 temuan, tahun 2004 berjumlah 151temuan, tahun 2005 berjumlah 253 temuan, tahun 2006 berjumlah 283 temuan dan tahun 2007 berjumlah 219 temuan. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimanakah kinerja pemeriksaan dalam melaksanakan tugas pemeriksaan, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja Bawasda Kabupaten Siak serta langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kinerja pengawasan ? Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1. Menganalisis tingkat kinerja Bawasda Kabupaten Siak dalam melakukan pemeriksaan. 2. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Bawasda Kabupaten Siak. 3. Merumuskan alternatif strategi peningkatan kualitas hasil pemeriksaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu mendata seluruh responden melalui wawancara dan kuesioner kepada seluruh pejabat struktural yang ada di Bawasda Kabupaten Siak yang berjumlah sebanyak 17 orang yang merupakan data primer dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder yaitu berupa : - Hasil temuan para ahli yang peduli dengan pokok permasalahan berupa : - Data struktur organisasi dan tata kerja Bawasda. - Jumlah dan keadaan Pegawai. - LAKIP (Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah) Bawasda. - LARWASDA (Gelar Pengawasan Daerah). - PKPT (Program Kerja Pemeriksaan Tahunan). - LHP (Laporan Hasil pemeriksaan). Dalam penelitian ini untuk menentukan penilaian dari suatu variabel oleh responden, maka digunakan Skala Likert yang berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya sangat setuju-setuju-netral-tidak setuju-sangat tidak setuju dan sangat tinggi-tinggi-netral-rendah dan sangat rendah. Dalam skala ini responden diminta mengisi pendapatnya tentang suatu kondisi dalam penjelasan variabel dan skala pengukuran tiap variabel dalam penelitian ini yaitu : sumber daya aparatur, pedoman pengawasan dan evaluasi, transparansi, tindak lanjut, dan kondisi kinerja pemeriksaan. Untuk melakukan analisis maka diperlukan uji validitas dan reliabilitas terhadap variabel faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pemeriksaan. Dalam penelitian ini uji validitas dan reliabilitas menurut Santosa (2001), digunakan alat Program Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan dengan jalan, Data dikatakan valid, Jika r hasil positif, serta r hasil > r table, maka butir atau variable tersebut valid, jika r hasil tidak positif, dan r hasil < r table, maka butir atau variable tersebut tidal valid. Data dikatakan reliable, jika r Alpha positif dan r Alpha > r table, maka butir atau variable tersebut reliable, jika r Alpha positif dan r Alpha < r table, maka butir atau variable tersebut tidal reliable. Berdasarkan hasil analisis pada aspek kondisi kinerja pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa kinerja pemeriksaan yang ada di Bawasda Kabupaten Siak sudah tinggi. Tinggi dimaksudkan dengan kinerja yang ditampilkan pemeriksa Bawasda Kabupaten Siak dalam mendukung akuntabilitas unit yang diperiksa sudah memanfaatkan hasil pengawasannya untuk memperbaiki terjadinya penyalahgunaan wewenang yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis pada aspek sumber daya aparatur jawaban responden dapat disimpulkan bahwa sumberdaya aparatur yang ada di Bawasda Kabupaten Siak dinyatakan tinggi. Tinggi disini diartikan bahwa aspek sumberdaya aparatur yang menjadi pemeriksa telah tinggi dalam melaksanakan tugasnya untuk menemukan temuan LHP regular yang dilakukan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis pada aspek pedoman pengawasan dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pedoman pengawasan dan evaluasi yang ada di Bawasda Kabupaten Siak dinyatakan setuju. Setuju dimaksudkan bahwa pedoman pengawasan dan evaluasi telah dapat meningkatkan kinerja pemeriksaan Bawasda kabupaten Siak. Berdasarkan hasil analisis pada aspek transparansi dapat disimpulkan bahwa transparansi yang ada di Bawasda Kabupaten Siak menurut jawaban responden dinyatakan secara keseluruhan setuju. Setuju dimaksudkan bahwa transparansi yang telah ada dapat meningkatkan kinerja pemeriksaan Bawasda Kabupaten Siak. Dan berdasarkan hasil analisis aspek tindak lanjut dapat disimpulkan bahwa tindak lanjut yang ada di Bawasda Kabupaten Siakmenurut jawaban responden secara keseluruhan setuju. Setuju dimaksudkan bahwa tindak lanjut dapat meningkatkan kinerja pemeriksaan Bawasda kabupaten Siak. Selain analisis terhadap responden diatas terdapat pula analisis terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan kinerja pemeriksaan sesuai dengan hipotesa yang dilakukan menggunakan analisis Rank Spearman dengan hasil sebagai berikut : - Terdapat hubungan antara sumber daya aparatur dengan kondisi kinerja pemeriksaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.825 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. - Terdapat hubungan antara pedoman pengawasan dan evaluasi dengan kondisi kinerja pemeriksaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.858 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. - Terdapat hubungan antara transparansi dengan kondisi kinerja pemeriksaaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.801 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. - Terdapat hubungan antara tindak lanjut dengan kondisi kinerja pemeriksaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.780 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. Nilai ini berarti bahwa semakin tinggi sumber daya aparatur, pedoman pengawasan dan evaluasi, transparansi, dan tindak lanjut maka akan tinggi pula kinerja pemeriksaan Bawasda Kabupaten Siak dalam melakukan pemeriksaan regulernya. Dari hasil kajian ini dinyatakan bahwa kondisi kinerja pemeriksaan Bawasda Kabupaten Siak secara keseluruhan selama ini menurut responden adalah tinggi, hal ini berarti good governance yang mulai meningkat di Pemerintahan Kabupaten Siak. Kebijakan-kebijakan atau implikasi yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah : 1. Penerapan Sangsi yang lebih tegas lagi terhadap temuan yang ada, diantaranya bisa berupa melimpahkan kepihak yang berwajib apabila obrik masih belum menindak lanjuti temuan walau sudah diberikan surat peringatan. 2. Melakukan sosialisasi peraturan dan perundang-undangan keuangan dan mengenai pemeriksaan yang dilakukan Bawasda Kabupaten Siak kepada badan/kantor/dinas yang ada di pemerintahan Kabupaten Siak. 3. Meningkatkan kejujuran pemeriksa dan ketaatan pada aturan yang ada agar dapat memberikan contoh atau tauladan bagi obyek yang diperiksa supaya tidak ada anggapan bahwa pemeriksa hanya pandai menyalahkan tetapi tidak bisa memberikan solusi. Agar temuan LHP regular mendapat tanggapan yang baik dari obyek yang diperiksa yaitu dari Badan/Dinas/Kantor yang ada di Kabupaten Siak maka dilakukan upaya : a. Membuat suatu acuan tentang sangsi yang tegas apabila lalai atau sengaja tidak menindak lanjuti temuan atau rekomendasi dari Bawasda Kabupaten Siak. b. Membuat suatu kegiatan di Bawasda tentang sosialisasi peraturan-peraturan pengawasan daerah dengan mengundang BPK dan BPKP sebagai nara sumber. c. Membuat buku pengawasan yang berisi kelalaian dari pejabat dalam menindak lanjuti temuan agar bisa di sarankan dan dperlihatkan kepada Bupati untuk dapat ditindak. Agar pengawasan daerah Kabupaten Siak dapat ditingkatkan dan sesuai dengan kondisi daerah maka perlu dibuat peraturan daerah mengenai pengawasan daerah. Karena penelitian ini mengenai pemeriksaan reguler maka untuk penelitian selanjutnya perlu dianalisa tentang pemeriksaan khusus yang ada di Bawasda Kabupaten Siak serta pengaruhnya terhadap Pemerintah Kabupaten Siak secara umumnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kinerja pemeriksaan, analisis kinerja pemeriksaan Bawasda Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak, metode korelasi Rank Spearman, dan good governance.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 28 Nov 2014 02:40
Last Modified: 28 Nov 2014 02:40
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2089

Actions (login required)

View Item View Item