Strategi pengembangan agribisnis karet di kabupaten siak propinsi riau

Rizal, Yose (2008) Strategi pengembangan agribisnis karet di kabupaten siak propinsi riau. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Yose-Cover.pdf - Published Version

Download (382kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Yose-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Yose-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Yose-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Yose-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (332kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kebijakan otonomi daerah memberikan pengaruh positif bagi daerah untuk dapat berkembang. Kabupaten Siak adalah salah satu kabupaten yang dengan kebijakan tersebut sedang giat melakukan pembangunan di segala bidang. Kekayaan daerah dari sektor perminyakan sangat membantu dan telah sekian lama menjadi tulang punggung bagi perekonomian Kabupaten Siak. Saat ini sebagian besar pendapatan daerah masih dapat digantungkan dari sektor perminyakan yang menjadi kebanggaan daerah, namun kedepan sektor perminyakan dengan sifatnya yang unrenewable tidak akan mampu bertahan sebagai primadona Siak. Karena itu sektor pertanian selayaknya mendapatkan prioritas dan diusahakan pengelolaannya secara profesional melalui pola manajemen yang melibatkan unsur akademisi, bisnis dan pemerintahan (ABG; Academician, Business, and Government). Menyadari bahwa sektor perminyakan tidak selamanya dapat diandalkan sebagai tulang punggung perekonomian daerah, Kabupaten Siak terus berupaya menggali potensi daerah terutama di sektor agribisnis. Semangat untuk membangun Kabupaten Siak melalui sektor agribisnis dapat dilihat dari visi Kabupaten Siak, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Siak sebagai pusat peradaban Melayu di Riau didukung oleh agribisnis, agroindustri dan pariwisata yang maju dalam lingkungan masyarakat yang agamis sejahtera tahun 2020”. Selanjutnya visi tersebut dijabarkan ke dalam salah satu misi “Memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah dengan memperkuat struktur perekonomian berbasis kerakyatan yang bertumpu pada agribisnis dan agroindustri” (misi ketiga). Primadona pertanian Siak adalah sawit yang saat ini tengah dikembangkan pengelolaannya dengan sistem ABG tersebut. Disamping sawit, sebenarnya Siak masih memiliki komoditas yang cukup prospektif untuk menjadi komoditas unggulan yaitu karet. Namun sejauh ini, prospek dari komoditas ini belum mendapat perhatian besar dari pemerintah daerah. Usaha pertanian karet masih berlangsung secara konvensional, bahkan memprihatinkan. Padahal, sejak zaman kerajaan, Siak dikenal dengan hasil karetnya. Sistem pengelolaan perkebunan karet yang dilakukan masyarakat Siak saat ini relatif jauh berada di belakang (mengalami kemunduran) dibanding pola pengelolaan yang dilakukan di zaman kerajaan. Tanah Balai Kayang adalah lokasi perkebunan karet yang dikelola oleh Kerajaan Siak dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja. Hasil produksi karet di tingkat rumah tangga pun sangat diperhatikan, hampir rata-rata petani karet pada saat itu memiliki mesin pengolah karet dengan teknologi yang cukup sederhana, dengan demikian harga produk mereka bisa dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan Agribisnis karet di Kabupaten Siak, merumuskan alternatif pilihan strategi berdasarkan faktor-faktor strategis Tujuan akhir dari penelitian ini adalah menentukan prioritas dari alternatif strategi yang dirumuskan dalam upaya pengembangan agribisnis karet di Kabupaten Siak. Strategi prioritas adalah strategi yang memiliki keterikatan dan ketertarikan yang paling kuat dengan faktor-faktor strategis. Dengan menggunakan perangkat analisis Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), diperoleh hasil bahwa pengembangan agribisnis karet rakyat di Kabupaten Siak dipengaruhi oleh 22 (dua puluh dua) faktor internal yaitu Visi dan misi kabupaten, Kebijakan Top Manajemen Pemda, Kondisi alam, Ketersediaan lahan, Tenaga kerja, Visi dan Misi Dinas Pertanian, Karet merupakan komoditas sejarah, Struktur organisasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak, Kerjasama dengan pihak ketiga, Replanting bagi tanaman tua rusak, Penataan pola perkebunan rakyat yang ada, Dukungan sarana dan prasarana, Industri Pengolah, Teknologi tepat guna, Kelembagaan petani karet, Kredit bagi petani karet, Tingkat pengetahuan petani, Kinerja PPL, Ketersediaan bibit, SDM Aparat Dinas Pertanian, Pembinaan intensif bagi petani karet, dan Manajemen Dinas Pertanian. Di samping itu terdapat 6 (enam) faktor eksternal yaitu keamanan dan iklim yang kondusif, permintaan pasar terhadap komoditas karet, perkembangan harga karet dunia, kontribusi komoditas karet terhadap pendapatan daerah, kesenjangan antara petani karet dengan petani sawit, dan trend perkebunan sawit. Kekuatan utama Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dalam upaya untuk mengambangkan agribisnis karet adalah Visi dan Misi Kabupaten Siak, kebijakan top manajemen pemda, kondisi alam, ketersediaan lahan, dan tenaga kerja. Kelemahan utamanya adalah tidak adanya kerjasama dengan pihak ketiga, belum optimalnya replanting bagi tanaman tua rusak, tidak adanya penataan pola perkebunan rakyat, minimnya dukungan sarana dan prasarana, tidak adanya industri pengolah, tidak adanya teknologi tepat guna, tidak adanya lembaga petani karet, dan belum adanya kredit bagi petani karet. Sedangkan respon pemerintah daerah terhadap faktor eksternal masih berada pada kategori rata-rata kurang efektif. Formulasi strategi yang dihasilkan dengan menggunakan Matriks TOWS adalah: 1) Memanfaatkan kondisi alam, ketersediaan lahan dan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas karet. 2) Mengarahkan kebijakan top manajemen pemerintah daerah kepada pengembangan agribisnis karet untuk menjawab peluang pasar. 3) Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak ketiga di bidang pembibitan, replanting, manajemen perkebunan, permodalan, pengetahuan, teknologi tepat guna serta industri untuk memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas karet. 4) Membangun sarana dan prasarana, bagi pengembangan agribisnis karet untuk meningkatkan produksi guna memanfaatkan peluang pasar. 5) Mengoptimalkan fungsi manajemen dinas, SDM aparat dinas, kinerja PPL dan pembinaan bagi petani karet untuk mengoptimalkan kontribusi komoditas karet terhadap pendapatan daerah. 6) Mengarahkan kebijakan top manajemen Pemda kepada pemberdayaan petani karet yang telah ada dan mengembangkan perkebunan karet secara ekstensif. 7) Memanfaatkan kondisi alam, ketersediaan lahan dan tenaga kerja dalam pengembangan agribisnis karet untuk menghindari kesenjangan antara petani karet dengan petani sawit dan mengimbangi trend perkebunan sawit. 8) Menghidupkan kembali tradisi berkebun karet di tengah masyarakat untuk mengimbangi trend perkebunan sawit. 9) Melakukan penataan pola perkebunan karet rakyat yang sudah ada, membangun sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan kualitas SDM petani, PPL dan aparat dinas di bidang perkaretan untuk menciptakan kesejahteraan bagi petani karet. 10) Memberikan kredit bagi petani karet untuk pembibitan, replanting dan penataan pola perkebunan. Penentuan prioritas strategi dengan menggunakan analisis QSPM memberikan hasil bahwa strategi yang memiliki daya tarik tertinggi terhadap faktor-faktor strategis adalah menyelenggarakan kerjasama dengan pihak ketiga di bidang pembibitan, replanting, manajemen perkebunan, permodalan, pengetahuan, teknologi tepat guna serta industri untuk memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas karet. Karena itu, untuk mengupayakan pengembangan yang optimal terhadap agribisnis karet, disarankan kepada Pemerintah Daerah untuk dapat membangun kerjasama dengan berbagai pihak. Munculnya animo kalangan bisnis untuk berinvestasi di Kabupaten Siak selayaknya mendapatkan respon positif berupa kemudahan birokrasi dan informasi dari Pemerintah Daerah. Munculnya investor-investor luar daerah jika dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan bagi Kabupaten Siak untuk mewujudkan Kabupaten Siak sebagai pusat peradaban Melayu di Riau didukung oleh agribisnis, agroindustri dan pariwisata yang maju dalam lingkungan masyarakat yang agamis sejahtera tahun 2020.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Karet, Kabupaten Siak, Strategi Pengembangan, Matriks IFE dan EFE, Matriks TOWS, QSPM
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 01:24
Last Modified: 02 Dec 2014 01:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2093

Actions (login required)

View Item View Item