Hubungan antara motivasi kerja dan kualitas kepribadian dengan kinerja kepala sekolah smp dan sma di kabupaten siak

Effendi, Bakhtiar (2008) Hubungan antara motivasi kerja dan kualitas kepribadian dengan kinerja kepala sekolah smp dan sma di kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Bahtiar-Cover.pdf - Published Version

Download (477kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Bahtiar-Abstract.pdf - Published Version

Download (421kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Bahtiar-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (444kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Bahtiar-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Bahtiar-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (491kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Berbagai alternatif telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Propinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Siak dalam upaya mengantisipasi tuntutan tugas kepala sekolah. Adapun upaya pemerintah dimaksud diantaranya tes kemampuan calon kepala sekolah, pendidikan dan pelatihan kepala sekolah, serta berbagai upaya pengembangan, pembinaan dan pemberian motivasi. Hal ini bertujuan agar proses manajemen sumber daya manusia berjalan efektif. Hal ini penting mengingat keberhasilan sekolah ini akan berdampak pada mutu lulusan khususnya dan secara umum meningkatkan mutu sumber daya manusia. Oleh karena itu kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan yang selalu dituntut untuk meningkatkan kinerjanya agar tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal. Penilaian kinerja yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan tentunya diharapkan menjadi masukan bagi para kepala sekolah untuk memperbaiki kinerjanya. Namun perlu diperoleh kepastian apakah penilaian kinerja tersebut benar-benar mencerminkan kinerja kepala sekolah yang sesungguhnya, kepala sekolah dapat saja menganggap kinerjanya sudah baik. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh penilaian kinerja di pandang dari sudut pelaku, yaitu kepala sekolah. Dengan demikian penilaian kinerja ini bisa juga dikatagorikan sebagai self assesment. Apabila terjadi perbedaan hasil penilaian yang dilakukan oleh kepala sekolah, dibanding dengan penilaian Dinas Pendidikan maka kemungkinan ada ketidaksamaan persepsi mengenai kinerja. Oleh sebab itu penelitian ini diharapkan mampu memberikan hasil yang dapat merekonsiliasi perbedaan persepsi tentang kinerja, jika memang ada. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai (a) menganalisis kondisi motivasi kerja, kualitas kepribadian dan kinerja kepala sekolah (b) menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja kepala sekolah, (c) menganalisis hubungan antara kualitas kepribadian dengan kinerja kepala sekolah, dan (d) Merumuskan alternatif kebijakan untuk memperbaiki kinerja kepala sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Siak, dan obyek penelitian adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, khususnya pada jajaran tenaga fungsional dari struktur organisasi tersebut, yang fokusnya pada kepala sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Siak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif dengan pendekatan survei. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Data primer mengenai motivasi kerja dan kualitas kepribadian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada kepala sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Siak . Data sekunder diperoleh dari berbagai laporan dan kajian kepustakaan yang diterbitkan secara resmi oleh lembaga Pemerintah. Kuesioner yang digunakan memuat tingkat kesetujuan responden terhadap pernyataan berisi tentang hal-hal yang diperkirakan berhubungan dengan motivasi kerja, kualitas kepribadian, dan kinerja kepala sekolah. Pengujian validitas indikator dilakukan dengan menggunakan analisis faktor (factor analysis) dengan varimax rotation. Ukuran lain untuk mengukur tingkat keterkaitan (intercorrelations) diantara variabel dan kelayakan terhadap analisis faktor adalah Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (Kaiser’s MSA). Suatu data dapat dilakukan analisis faktor bila Kaiser’s MSA nilainya di atas 0,5. Butir pertanyaan yang dimasukkan ke dalam analisis akhir adalah item yang memiliki factor loading lebih dari 0,4. Ini menunjukkan tingkat kesesuaian antara variabel dan faktornya. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menghitung Alpha Cronbach untuk menguji kelayakan terhadap konsistensi seluruh skala yang digunakan. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki Alpha Cronbach lebih dari 0,50. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel motivasi kerja, kualitas kepribadian dengan kinerja kepala sekolah yaitu menggunakan korelasi Rank Spearman (nonparametric correlations). Adapun pengolahan datanya menggunakan Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) 13. Dari hasil analisis korelasi dapat diketahui ; (1) terdapat hubungan positif antara motivasi kerja (X1) dengan kinerja kepala sekolah (Y) dengan nilai signifikansi = 0,747 artinya hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja kepala sekolah signifikan pada tingkat kepercayaan α = 0,01 ; (2) terdapat hubungan positif antara kualitas kepribadian (X2) dengan kinerja kepala sekolah (Y) dengan nilai signifikansi = 0,626 artinya hubungan antara kualitas kepribadian dengan kinerja kepala sekolah signifikan pada tingkat kepercayaan α = 0,01. Hubungan yang kuat dari variabel motivasi kerja mengidentifikasikan bahwa sikap kepala sekolah yang menyukai tantangan, memiliki keinginan maju, memiliki tanggung jawab, memiliki keinginan mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas dengan baik. maka akan meningkatkan kinerjanya pula. Hubungan yang kuat dari variabel kualitas kepribadian mengidentifikasikan bahwa semakin baik kepercayaan diri, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, pengendalian emosi, kejujuran, panutan dan teladan, dan kebesaran jiwa maka akan semakin baik pula kinerja kepala sekolah. Untuk meningkatkan motivasi kerja dan kualitas kepribadian agar terciptanya peningkatan kinerja kepala sekolah yang semakin baik, upaya-upaya yang harus dilakukan oleh instansi terkait adalah melakukan tes kemampuan terhadap calon kepala sekolah, pendidikan dan pelatihan kepala sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan kepemimpinan kepala sekolah untuk membentuk kepribadian dan kualitas pendidikan agar terciptanya sumberdaya manusia yang tangguh. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif yang hasilnya masih memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan yang umum adalah a) Masalah kinerja kepala sekolah dalam penelitian ini hanya ditinjau dari dua dimensi yakni dalam hubungannya dengan motivasi kerja dan kualitas kepribadian saja. Sebenarnya, secara objektif masih banyak faktor-faktor lain seperti pengalaman, masa kerja, koordinasi, iklim kerja, komitmen, budaya kerja, sistem imbalan, tingkat kepuasan, disiplin kerja, dan sebagainya yang kemungkinan mempunyai hubungan dengan kinerja kepala sekolah dalam bekerja. b) Kemungkinan adanya sub indikator yang tidak terjaring, dan butir-butir dalam pertanyaan instrumen relatif sedikit. c) Data yang digunakan dalam analisis penelitian ini menggunakan instrumen yang berdasarkan pada persepsi jawaban responden. Hal ini akan menghasilkan temuan yang berbeda jika persepsi responden berbeda dengan keadaan sesungguhnya, dan d) Responden penelitian ini hanya melibatkan kepala sekolah SMP dan SMA negeri saja, diharapkan pada penelitian selanjutnya agar melibatkan kepala sekolah SMP dan SMA swasta.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Motivasi Kerja, Kualitas Kepribadian, Kinerja Kepala Sekolah, Uji Rank Spearman, uji KMO dan Bartlett’s Test (Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling), dan Alpha Cronbach’s.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 02:59
Last Modified: 02 Dec 2014 02:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2097

Actions (login required)

View Item View Item