Strategi pemasaran ekowisata di taman nasional sebangau provinsi kalimantan tengah

Meilani, Mei Mei (2008) Strategi pemasaran ekowisata di taman nasional sebangau provinsi kalimantan tengah. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R36-01-Mei-Cover.pdf - Published Version

Download (379kB)
[img]
Preview
PDF
R36-02-Mei-Abstract.pdf - Published Version

Download (357kB)
[img]
Preview
PDF
R36-03-Mei-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img]
Preview
PDF
R36-04-Mei-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (370kB)
[img]
Preview
PDF
R36-05-Mei-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (663kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sejak krisis ekonomi tahun 1997 lalu, industri pariwisata Indonesia mengalami serangkaian kejadian yang tidak mendukung perkembangannya. Meskipun demikian, dengan dukungan komunitas wisata internasional, Pemerintah Indonesia tetap memandang bahwa evolusi wisata merupakan sesuatu yang positif. Kekayaan dan keindahan alam Indonesia berpotensi untuk berkembang menjadi kawasan wisata berbasis sumberdaya alam. Salah satu kawasan yang potensial untuk dikembangkan adalah Taman Nasional Sebangau dengan luas 568.700 ha. Taman nasional yang berlokasi di tiga kabupaten/kota di Kalteng ini memiliki keunikan dalam keanekaragaman hayati, budaya maupun tradisi masyarakat yang berada di sekitarnya. Pengembangan Taman Nasional Sebangau sebagai kawasan ekowisata tidak hanya membutuhkan pembenahan internal tetapi juga strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat bagi pengembangan Taman Nasional Sebangau sebagai kawasan ekowisata yang terintegrasi dengan obyek wisata lainnya di Kalteng. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik, persepsi, dan preferensi wisatawan terhadap Taman Nasional Sebangau, (2) Menganalisa berbagai atribut taman wisata alam dan wisata hutan di Taman Nasional Sebangau yang dapat menjadi daya tarik wisata, dan (3) Merumuskan strategi pemasaran Taman Nasional Sebangau dalam konteks pengembangan pariwisata Provinsi Kalteng. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Sebangau dan kota Palangkaraya, Provinsi Kalteng, pada bulan Desember 2007 hingga Februari 2008. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui focus group discussion, individual in-depth interview, observasi, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah non-probability sampling menggunakan purposive sampling dan convenience sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 51 orang, terdiri dari 24 konsumen aktual, 15 konsumen potensial, dan 12 responden yang telah ditentukan. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan tabulasi distribusi frekuensi, tabulasi statistik deskriptif, dan analisis konjoin. Hasil analisis lingkungan eksternal memunculkan tiga aspek penting dalam pengembangan ekowisata di Taman Nasional Sebangau yaitu kondisi industri pariwisata dunia, Indonesia, dan Kalteng. Sementara itu, hasil analisis lingkungan internal difokuskan pada aspek kelembagaan, potensi wisata, strategi pemasaran saat ini, serta karakteristik, persepsi, dan preferensi konsumen Taman Nasional Sebangau. Potensi wisata Taman Nasional Sebangau meliputi keanekaragaman hayati yang sangat banyak berupa hutan tropis rawa gambut dan berbagai jenis flora dan fauna yang masuk dalam kategori dilindungi, termasuk 6.200–6.900 orangutan. Selain itu juga terdapat tempat penelitian yang dikelola oleh Universitas Palangkaraya dan Center for International Cooperation in Management of Tropical Peat Land (CIMTROP) dan budaya masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Sebangau. Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal, internal, karakteristik, persepsi, dan preferensi konsumen, maka disusunlah konsep pengelolaan dan strategi pemasaran Taman Nasional Sebangau. Pengelolaan Taman Nasional Sebangau sebagai kawasan ekowisata harus didasarkan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik nasional maupun regional, serta kontrak kerjasama yang telah dibuat sebelumnya. Berdasarkan sumberdaya alam yang ada, maka ekowisata Taman Nasional Sebangau sebaiknya diarahkan menjadi wisata dengan tujuan khusus yaitu wisata ilmiah dan wisata petualangan. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan aspek geografi, demografi, psikografi, dan perilaku konsumen, dengan pasar sasaran terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder, serta memosisikan diri sebagai gerbang ekowisata Kalteng. Bauran pemasaran yang perlu dikembangkan dalam pemasaran ekowisata Taman Nasional Sebangau adalah strategi produk (product) dengan mengembangkan wisata gambut atau peat land tourism berbentuk paket wisata yang eksklusif dan bersinergi dengan obyek wisata lainnya di Kalteng; strategi harga (price) dilakukan dengan menetapkan harga berdasarkan nilai yang diyakini konsumen, diskriminasi harga berdasarkan segmen pasar, harga promosi, harga penggabungan produk, harga fleksibel, dan subsidi pemerintah; strategi distribusi (place), promosi (promotion), proses (process), dan bukti-bukti fisik (physical evidence) dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet melalui pengembangan website khusus tentang Taman Nasional Sebangau dan wisata alam Indonesia; dan strategi sumberdaya manusia (people) melalui pembinaan masyarakat sekitar sebagai interpreter. Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) sangat disarankan untuk segera membuat situs khusus tentang Taman Nasional Sebangau dan taman-taman nasional di Indonesia dengan berbagai fasilitas yang memudahkan kedatangan wisatawan. Implementasi pengembangan ekowisata di Taman Nasional Sebangau tidak dapat dipisahkan dari cetak biru pengembangan pariwisata Kalteng, sehingga BTNS perlu melakukan koordinasi intensif dengan Pemda Kalteng untuk sinergi pengembangan ekowisata Taman Nasional Sebangau terutama dalam hal pembangunan infrastruktur pendukung. Mengingat Taman Nasional Sebangau merupakan taman nasional baru dan masih membutuhkan perhatian yang lebih difokuskan pada pengelolaan kawasan, maka untuk mengatasi keterbatasan sumberdaya manusia dan dana BTNS dapat membentuk sebuah unit bisnis strategis (strategic business unit) dengan melibatkan swasta (baik domestik maupun mancanegara) dan perguruan tinggi dalam sebuah kerangka Academic-Business-Government (ABG). Selain itu, ekosistem Taman Nasional Sebangau yang unik dan sangat berperan signifikan dalam mitigasi perubahan iklim global, maka upaya-upaya penggalangan dana melalui skema-skema mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism) maupun Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) perlu diintensifkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ecotourism, Sebangau National Park, Marketing Strategy, Consumer Preference, Expanded Marketing Mix, Conjoint Analysis Ekowisata, Taman Nasional Sebangau, Strategi Pemasaran, Preferensi Konsumen, Bauran Pemasaran, Analisis Konjoin.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 04:24
Last Modified: 02 Dec 2014 04:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2099

Actions (login required)

View Item View Item