Analisis persepsi kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada sekretariat daerah kabupaten siak

Amran, Ali (2008) Analisis persepsi kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada sekretariat daerah kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Ali-Cover.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Ali-Abstract.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Ali-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (382kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Ali-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Ali-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (325kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kabupaten Siak terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Adanya beberapa perubahan Undang-Undang khususnya: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 berimplikasi sangat luas. Sejalan dengan hal tersebut, penerapan otonomi daerah kabupaten/kota yang didasarkan pada asas desentralisasi dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab tercermin dalam pemberian kewenangan dan tanggung jawab pemerintah yang selama ini sebagian besar berada di Pemerintah Pusat diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Sekretariat Daerah Kabupaten Siak sebagai unsur pelaksana pemerintahan di daerah, dengan tugas pokok dan fungsinya adalah penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan administrasi dan tatalaksana, termasuk pelayanan teknis administrasi kepada seluruh perangkat daerah yang berada di Kabupaten Siak yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan tugas di bidang tata pemerintahan, ekonomi pembangunan, dan administrasi daerah. Visi Sekretariat Daerah adalah : “Profesional dalam Pelayanan Administrasi dan Pengelolaan Manajemen Pemerintahan”.Pernyataan visi di atas memuat makna sebagai berikut : a)Profesional dalam pelayanan administrasi, b) Profesional dalam pengelolaan manajemen pemerintahan. Misi Sekretariat Daerah ditetapkan sebagai berikut : a) Mewujudkan Manajemen Pemerintahan Daerah yang Profesional, b) Mewujudkan Pelayanan Administrasi Pemerintahan Daerah yang Prima, c) Mewujudkan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana. Tujuan penelitian ini sebagai berikut : 1) Menganalisis hubungan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, 2) Menganalisis hubungan antara motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, 3) Merumuskan langkah-langkah manajerial dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Siak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung, baik yang menggunakan instrumen kuesioner maupun hasil diskusi dan wawancara, data sekunder diperoleh dari hasil kajian kepustakaan yang berhubungan atau berkaitan dengan topik penelitian, yaitu laporan dan pustaka lain yang diterbitkan secara resmi. Terdapat tiga variabel yang diukur dari sumber data yang sama, yaitu variabel bebas kepemimpinan, dan motivasi kerja sedangkan variabel terikat produktivitas kerja pegawai. Menggunakan Skala Likert dengan ukuran skala, satu nilai untuk nilai terendah dan lima untuk nilai tertinggi. Dalam melakukan analisis data digunakan analisis statistik deskriptif dengan Anova. Analisis utama adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara beberapa variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan rumus Anova / Analisis Varian dengan pengolahan datanya memakai software Statistical Product and Service Solutions (S.P.S.S) untuk penghitungan korelasi Rank Spearman. Sebelum melakukan analisis lebih lanjut, dilakukan analisis validitas kuesioner dengan melihat anti image matrices corelation untuk masing-masing faktor apakah indikator-indikator tersebut dapat diproses lebih lanjut atau harus dikeluarkan (direduksi). Adapun standarisasi faktor/indikator tersebut dapat dilanjutkan yaitu apabila nilai anti image correlation mempunyai nilai di atas 0.5, dan sebaliknya apabila nilai anti image correlation tersebut bernilai di bawah 0.5 maka pernyataan atau indikator tersebut dihilangkan atau direduksi (Riduan, 2004). Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 90 pertanyaan yaitu 30 pernyataan indikator kepemimpinan, 30 pernyataan untuk variabel motivasi kerja dan 30 pernyataan untuk variabel produktivitas kerja pegawai maka diperoleh 90 pernyataan yang valid yang ditunjukkan oleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.872 dan dapat dilanjutkan untuk analisis selanjutnya. Secara umum nilai rataan untuk variabel kepemimpinan adalah 3,73 atau sudah mencapai 74.6 persen tingkat kepemimpinan pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Siak. Adapun nilai rataan secara umum untuk variabel memotivasi kerja adalah sebesar 3.33 atau 66.6 persen. Variabel produktivitas kerja memiliki nilai rataan keseluruhan sebesar 3.81 atau 76.2 persen. Adapun untuk efektivitas (hasil guna) memiliki nilai rataan keseluruhan sebesar 3.87 atau 77.4 persen sedangkan efisiensi (daya guna) nilai rataan keseluruhannya sebesar 3.75 atau 75 persen. Dari hasil analisa statistik rank spearman diketahui bahwa indikator produktivitas pengetahuan tentang tugas menunjukkan hubungan yang nyata dengan variabel kepemimpinan kemampuan atasan, nyata pada α 0.05 (rs = 0.328). Kepemimpinan memberikan pengawasan juga menunjukkan hubungan yang nyata dengan nilai α 0.05 (rs = 0.333). Kepemimpinan hubungan sosial atau kekeluargaan juga menunjukkan hubungan nyata dengan nilai α 0.05 (rs = 0.313). Variabel motivasi dalam pemberian harapan menunjukkan hubungan yang nyata pada nilai α 0.05 (rs = 0.276). Indikator produktivitas jumlah pekerjaan menunjukkan hubungan nyata dengan variabel kemampuan atasan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.385), kepemimpinan memberi petunjuk juga menunjukkan hubungan nyata dengan nilai α 0.05 (rs = 0.299), pengawasan nyata dengan nilai α 0.01 (rs = 0.368) dan variabel motivasi kerja pegawai nyata pada indikator berusaha sukses/keunggulan pribadi dengan nilai α 0.05 (rs = 0.294). Indikator produktivitas kualitas pekerjaan menunjukkan hubungan nyata pada kemampuan atasan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.417), kepribadian nyata dengan nilai α 0.05 (rs = 0.261). Indikator produktivitas tanggung jawab menunjukkan hubungan nyata dengan variabel kemampuan atasan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.409), kepemimpinan memberi petunjuk juga menunjukkan hubungan nyata dengan nilai α 0.05 (rs = 0.284), pengawasan nyata dengan nilai α 0.01 (rs = 0.448) kepribadian nyata dengan nilai α 0.01 (rs = 0.352), hubungan sosial/kekeluargaan nyata dengan nilai α 0.01 (rs = 0.358) dan variabel motivasi kerja pegawai nyata pada indikator harapan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.392), berusaha sukses/keunggulan pribadi dengan nilai α 0.05 (rs = 0.325) dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.270). Indikator produktivitas tingkat kehadiran menunjukkan hubungan nyata pada memotivasi dengan nilai α 0.05 (rs = 0.276), memberi petunjuk dengan nilai α 0.01 (rs = 0.351), pengawasan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.415), kepribadian dengan nilai α 0.01 (rs = 0.406), hubungan sosial dengan nilai α 0.01 (rs = 0.415) sedangkan variabel motivasi pada indikator penghasilan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.326), harapan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.334), berusaha sukses dengan nilai α 0.01 (rs = 0.483)dan kebanggaan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.263). Indikator produktivitas waktu penyelesaian pekerjaan menunjukkan hubungan yang nyata pada kemampuan atasan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.435), pengawasan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.334), kepribadian dengan nilai α 0.01 (rs = 0.361), variabel motivasi indikator penghasilan dengan nilai α 0,05 (rs = 0,385), harapan dengan nilai α 0.01 (rs = 0.537), berusaha sukses/keunggulan pribadi dengan nilai α 0.01 (rs = 0.427), mencapai tujuan organisasi dengan nilai α 0.05 (rs = 0.305)dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan dengan nilai α 0.05 (rs = 0.466). Dari penelitian ini disarankan kepemimpinan di Sekretariat Daerah perlu ditingkatkan adalah (1) kompetensi dan kemampuan atasan melalui pelatihan atau kursus atau pendidikan yang lebih tinggi lainnya sesuai dengan kebutuhan, (2) pemaparan terhadap para pejabat mengenai pentingnya motivasi bagi bawahan melalui training motivasi (3) peningkatan hubungan antara atasan dan bawahan melalui komunikasi yang efektif dan transparan (4) peningkatan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan baik oleh tim maupun oleh bawahan, kepribadian perlu adanya pengadaan training untuk kepribadian dan leadership (3) meningkatkan hubungan antara atasan dan bawahan melalui komunikasi yang efektif dan transparan. Motivasi kerja untuk Sekretariat Daerah Kabupaten Siak adalah (1) penghasilan perlu adanya penyesuaian antara gaji dan tunjangan yang dituangkan dalam tunjangan prestasi kerja (2) memberikan kejelasan dan kepastian terhadap apa yang akan diraih oleh karyawan apabila prestasinya baik (3) pelaksanaan training motivasi bagi karyawan (4) penyosialisasian dari program yang ada, dari aspek kebanggaan menciptakan kebanggaan terhadap pekerjaan yang dilakukan akan berguna bagi masyarakat sesuai dengan fungsi instansi sebagai public service (5) meningkatkan kompetensi dan kemampuan karyawan melalui pelatihan atau kursus atau pendidikan yang lebih tinggi lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan, Motivasi, Produktivitas, Sekretariat Daerah, Anova, Rank Spearman.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 07:10
Last Modified: 02 Dec 2014 07:10
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2102

Actions (login required)

View Item View Item