Analisis kinerja market timing dan pemilihan saham pada reksa dana saham indonesia: aplikasi model garch

Ekandini, Astrid Indrajati (2008) Analisis kinerja market timing dan pemilihan saham pada reksa dana saham indonesia: aplikasi model garch. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R35-01-Astrid-Cover.pdf - Published Version

Download (468kB)
[img]
Preview
PDF
R35-02-Astrid-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
R35-03-Astrid-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (380kB)
[img]
Preview
PDF
R35-04-Astrid-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
R35-05-Astrid-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (447kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Salah satu komponen yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh para investor untuk melakukan pemilihan investasi pada reksa dana adalah kinerja dari reksa dana itu sendiri. Kinerja ini dapat tercermin dari dua faktor, salah satunya adalah kemampuan market timing dan stock selection para manajer investasi reksa dana yang merupakan unsur penting dari faktor pengelolaan investasi. Model pengukuran kemampuan market timing dan stock selection telah banyak diteliti, namun hampir sebagian besar penelitian-penelitian tersebut dilakukan dengan obyek pasar modal Amerika Serikat dan Eropa yang minat investornya sangat tinggi dan industri reksa dananya telah sangat maju. Pasar modal dan industri reksa dana di Indonesia sendiri masih dalam tahap awal perkembangan sehingga informasi mengenai kinerja reksa dana belum banyak dipublikasikan, oleh karena itu penelitian mengenai kinerja reksa dana di Indonesia pun masih sangat terbatas. Selain itu, penelitian mengenai model kinerja market timing dan stock selection di Indonesia sebagian besar menggunakan model yang bersifat unconditional dimana model ini memiliki kelemahan karena tidak memperhitungkan fakta-fakta adanya resiko dan tingkat ekspektasi return yang bervariasi sesuai dengan keadaan ekonomi masing-masing negara. Model yang biasa digunakan dalam pengukuran kinerja market timing di Indonesia yaitu Henriksson Merton, oleh karena itu pada penelitian kali kesesuaian model tersebut dibandingkan dengan model yang bersifat conditional dari Ferson dan Schadt. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui model pengukuran kinerja yang lebih baik diterapkan untuk pengukuran kinerja reksa dana saham di Indonesia, serta menilai kinerja reksa dana saham berdasarkan kemampuan manajer portfolio reksa dana dalam pemilihan saham (stock selection) dan kemampuan market timing. Dalam penelitian ini digunakan uji statistika deskriptif untuk mengetahui stasioneritas data serta distribusi frekuensi dari data yang ada, kemudian uji heterokedastisitas untuk mengetahui ada tidaknya masalah heterokedastisitas pada model. Apabila suatu model reksa dana saham mengalami masalah heterokedastisitas maka model akan dianalisa dengan menggunakan model GARCH, sedangkan apabila varians model telah homogen (homokedastis) maka model hanya dianalisa dengan metode regresi biasa yaitu OLS (ordinary least squares). Kriteria pemilihan model terbaik didasarkan pada nilai adjusted R-squared, AIC dan SC. Hasil analisa menyatakan bahwa seluruh data telah stasioner setelah di-difference satu kali menjadi return. Uji distribusi frekuensi menunjukkan bahwa keseluruhan reksa dana mempunyai distribusi yang bervarian atau tidak normal. Uji white pada hasil estimasi OLS menyatakan bahwa hanya ada 5 (lima) reksa saham pada model Henriksson Merton yang mengalami masalah heterokedastisitas yaitu reksa dana BNI dana Berkembang, Dana Sentosa, Fortis Ekuitas, Danareksa Mawar dan Trim Kapital serta 6 (enam) reksa dana pada model Ferson Schadt yaitu BNI reksa dana Berkembang, Dana Sentosa, Fortis Ekuitas, Danareksa Mawar, Si Dana Saham dan Trim Kapital. Estimasi OLS pada kedua belas reksa dana saham yang tidak mengalami masalah heterokedastisitas menunjukkan bahwa hampir pada sebagian besar reksa dana saham kemampuan market timing memberikan kontribusi negatif yang signifikan terhadap return, sedangkan kemampuan pemilihan saham manajer investasi mampu memberikan kontribusi yang negatif terhadap return reksa dana. Hasil analisis GARCH (1,1) untuk kedua model pada keseluruhan reksa dana saham yang mengalami masalah hetrokedastisitas mengindikasikan hal yang sama dengan hasil estimasi OLS, namun dengan nilai koefisien α (kemampuan pemilihan saham) dan γ (kemampuan market timing) yang lebih tinggi. Berdasarkan nilai adjusted R-squared, AIC dan SC model Ferson Schadt menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibanding model Henriksson Merton. Salah satu kelebihan dari model GARCH adalah pemodelan dalam varians yang menggambarkan pula tingkat volatilitas dari suatu model. Berdasarkan hasil analisa GARCH (1,1) pada reksa dana saham terlihat bahwa reksa dana saham di Indonesia memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi, karena nilai koefisien reaction (a1) nya lebih kecil dibanding koefisien persistence (a2) nya, hal ini menunjukkan bahwa reaksi untuk kembali ke nilai normal lebih rendah dibanding kecenderungan untuk terus bergerak. Implikasi Manajerial dari penelitian ini menunjukkan hampir sebagian besar kinerja reksa dana di Indonesia mampu melebihi kinerja IHSG. Kemampuan pemilihan saham manajer investasi untuk reksa dana saham di Indonesia, secara umum dapat memberikan kontribusi positif terhadap return meskipun terjadi korelasi negatif antara kemampuan pemilihan saham para manajer investasi dengan kemampuan market timing yang dimiliki nya. Kemampuan pemilihan saham yang secara positif signifikan berpengaruh ditunjukkan oleh reksa dana Panin Dana Maksima, Si Dana Saham dan Fortis Ekuitas. Dari komposisi portfolio nya terlihat bahwa sektor keuangan dan sektor pertambangan menjadi pilihan utama para manajer investasi di tahun 2004-2007. Sektor keuangan, terutama perbankan memiliki kontribusi positif yang sangat besar dalam meningkatkan return reksa dana, begitupun halnya dengan sector pertambangan. Sektor pertambangan dimana tahun lalu return indeks sahamnya tumbuh lebih dari 240%, diperkirakan masih akan tumbuh lebih besar lagi. Hal ini mengingat harga minyak dunia yang masih bertahan diatas 90 USD per barel dan diprediksikan masih memungkinkan untuk naik, karena permintaan dunia yang masih tinggi. Hal yang sama berlaku juga pada harga komoditi pertambangan, seperti nikel dan timah yang akan tetap tinggi mengikuti harga minyak bumi. Hasil ini dapat dijadikan masukan bagi para manajer investasi dengan mengetahui adanya fakta bahwa nilai suatu perusahaan lebih ditentukan oleh pertumbuhan keuntungan perusahaan itu sendiri dibandingkan dengan perkembangan ekonomi negara, maka diharapkan para manajer investasi dapat lebih melihat kepada analisa fundamental perusahaan masing-masing emiten dibandingkan menggunakan kondisi ekonomi ataupun pasar sebagai patokan dalam pemilihan saham. Strategi dalam pengelolaan portofolio juga dapat dilakukan hanya dengan menerapkan passive market timing strategy, melihat kondisi pasar modal Indonesia yang memiliki fluktuasi tinggi. Hasil ini pun dapat dijadikan pedoman bagi tipe investor yang memiliki toleransi terhadap resiko tinggi untuk mendapatkan tingkat imbal hasil yang tinggi dengan menanamkan investasinya di reksa dana saham. Investor dapat memilih reksa dana saham yang memiliki komposisi portfolio saham yang terdiri dari saham-saham pada sektor pertambangan ataupun keuangan, atau dapat melihat pergerakan indeks harga saham sektoral sehingga dapat mengetahui saham-saham pada sektor manakah yang memiliki return tinggi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: reksa dana saham, market timing, pemilihan saham, GARCH Mutual Funds, Performance, Market Timing Ability, Stock Selection Ability, Investment Managers, GARCH.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 07:33
Last Modified: 02 Dec 2014 07:33
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2103

Actions (login required)

View Item View Item