Hubungan motivasi kerja dengan kinerja penyuluh pertanian pada dinas pertanian dan perkebunan kabupaten siak

Aliasyak, - (2008) Hubungan motivasi kerja dengan kinerja penyuluh pertanian pada dinas pertanian dan perkebunan kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Aliasyak-Cover.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Aliasyak-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Aliasyak-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Aliasyak-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Aliasyak-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (376kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pembangunan sektor pertanian merupakan salah satu sektor sangat strategis, yang tidak kalah pentinya dengan sektor lainnya. Hal ini dapat dibuktikan pada akhir tahun 1997 disaat krisis ekonomi pada hitungan yang sangat mengkhawatirkan, menggoyang perekonomian nasional, hanya sektor pertanian yang dapat dan mampu memenuhi hajat hidup sebagian besar penduduk, menyerap sebagian besar tenaga kerja serta menjadi pengaman pada krisis ekonomi dan sekaligus sebagai penyumbang bagi devisa negara dibandingkan dengan sektorsektor lainya yang pada saat ini mengalami penurunan. Pertanian dan penyuluhan pertanian sedang menghadapi sejumlah persoalan serius yang tidak mudah dipecahkan. Produksi pangan per kapita mengalami penurunan di sejumlah negara di afrika dan banyak dari negara-negara itu yang tidak memiliki cukup devisa untuk mengimpor barang-barang lebih banyak lagi. Pada masa lampau peningkatan produksi pangan lebih banyak dipengaruhi oleh peningkatan areal pertanian. Akantetapi, hal ini mungkin lagi terjadi, sebagaian karena banyak lahan yang mengalami penurunan produktivitas akibat erosi. Di banyak negara di Asia dan Amerika Latin, produk pangan meningkat lebih cepat dibanndingkan dengan pertumbuhan penduduk setelah diperkenalkannya revolusi hijau. Lebih dari 500.000 agen penyuluhan pertanian di dunia harus memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi petani. Mereka juga diharapkan memankan peranan baru, seperti memperkenalkan pertanian yang berkelanjutan menurut keterampilan-keterampilan baru. Pada saat ini yang sama kondisi kerja mereka juga mengalam perubahan dratis, misalnya melalui swatanisasi pelayanan-pelayanan pemerintah, termasuk penyuluhan, dan berkembangnya peranan perusahaan-perusahaan komersial serat organisasi-organisasi nonpemeintah dalam penyluhan pertanian. Dibutuhkan agen-agen penyuluhan yang sangat berkompeten untuk membuat keputusan-keputusan untuk masa yang akan mendatang mengenai peranan pelayanan penyuluhan dan pelaksanaannya. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut atas, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut (1) bagaimana kondisi motivasi kerja dengan kinerja penyuluh, (2) adakah hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja penyuluh pertanian dan perkebunan Kabupaten Siak, (3) faktor-faktor motivasi kerja apakah yang paling dominan dalam hubungan kinerja penyuluh pertanian dan perkebunan Kabupaten Siak dan, (4). upaya apa yang perlu diprioritaskan untuk meningkatkan motivasi kerja penyuluh, agar kinerjanya menjadi lebih baik. Adapun tujuan Penelitian ini dilakukan adalah (1) mendeskripsikan kondisi motivasi kerja dengan kinerja penyuluh, (2) menganalisis faktor-faktor motivasi kerja apa yang paling dominan dalam hubungan dengan kinerja penyuluh pertanian, (3) menganalisis hubungan motivasi kerja dengan kinerja penyuluh, (4) merumuskan upaya-upaya untuk meningkatkan motivasi kerja dan kinerja penyuluh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak. Pengambilan contoh dengan menggunakan studi populasi atau studi sensus, yaitu 74 orang Penyuluh dan 13 orang Kepala Cabang. Dalam hal ini penyuluh dibagi kedalam kelompok menurut golongan, masa kerja, umur, jabatan dan jenis kelamin. Namun untuk mempermudah perhitungan, kelompok golongan dan jabatan dijadikan acuan untuk menetapkan jumlah responden. Berdasarkan responden terdiri dari Golongan III, Golongan II, dan Honorer. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) terdapat hubungan yang signifikan faktor motivator dengan kinerja penyuluh, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara faktor motivator dengan kinerja penyuluh, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja penyuluh. Karena terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja penyuluh, berimplikasi bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak harus memperhatikan kondisi motivasi kerja tersebut sebagai bahan untuk mengelola motivasi penyuluh agar berguna dalam memelihara dan meningkatkan kinerja penyuluh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Motivasi, Kinerja, Penyuluh Pertanian Kabupaten Siak, Korelasi Rank Spearman, Survey.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 02 Dec 2014 08:25
Last Modified: 02 Dec 2014 08:25
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2105

Actions (login required)

View Item View Item