Analisis strategik pengembangan agribisnis komoditas unggulan di kota depok

Fauzi, Harry Adam (2008) Analisis strategik pengembangan agribisnis komoditas unggulan di kota depok. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E25-01-Harry-Cover.pdf - Published Version

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
E25-02-Harry-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
E25-03-Harry-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
E25-04-Harry-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
E25-05-Harry-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (340kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kota Depok telah resmi menjadi suatu daerah otonom yang memiliki pemerintahan sendiri dengan kewenangan otonomi daerah beserta dengan perangkat kelengkapannya sejak penerbitan UU Republik Indonesia No. 15 tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon dan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok. Status kota merupakan faktor penentu yang dominan dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan dinamika sosial politik bagi Kota Depok. Sebagai daerah yang diarahkan sebagai penyangga dan penyeimbang (buffer city and counter magnet) Ibu Kota Jakarta, Kota Depok tumbuh sebagai pusat aktivitas sosial ekonomi regional dan lokal yang sangat potensial dan prospektif. Pertumbuhan pembangunan yang begitu pesat di Kota Depok selain memberikan dampak positif berupa pertumbuhan ekonomi kota yang signifikan, juga menimbulkan dampak negatif yakni berupa alih fungsi lahan pertanian sehingga lahan-lahan pertanian di Kota Depok menjadi berkurang. Oleh sebab itu perlu adanya upaya peningkatan posisi tawar (bargaining position) petani di perkotaan dengan alih teknologi yang berwawasan agribisnis. Posisi tawar ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi issue bahwa pertanian di Kota Depok sudah tidak relevan dalam memacu peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan potensi lahan yang semakin sempit dan berkurang karena banyaknya aktivitas pembangunan fisik yang dilakukan di Kota Depok. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Komoditas pertanian apa yang paling potensial dan dapat diunggulkan untuk dikembangkan di lahan pertanian di Kota Depok ? (2) Faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas unggulan pertanian di Kota Depok ? (3) Bagaimana Perencanaan Strategik Dinas Pertanian Kota Depok dalam pengembangan agribisnis komoditas unggulan pertanian tersebut ? Berdasarkan perumusan masalah tersebut di atas, penelitian ini bertujuan : (1) Menentukan komoditas unggulan yang akan dikembangkan di Kota Depok. (2) Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan pertanian di Kota Depok. (3) Mengembangkan alternatif strategi Dinas Pertanian Kota Depok dalam pengembangan komoditas unggulan pertanian di Kota Depok. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dan observasi langsung. Data primer meliputi data kelembagaan pertanian Kota Depok, sistem usahatani Kota Depok, sistem tata niaga atau pemasaran, teknologi yang diterapkan serta strategi pengembangan usahatani. Data sekunder dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu: • Data internal, diperoleh dari Dinas Pertanian Kota Depok berupa data jumlah petani, sentra produksi, jumlah produksi, produktivitas, nilai ekonomi, fasilitas sarana dan prasarana serta data survei pertanian. • Data eksternal diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Komoditas potensial dipilih berdasarkan studi literatur maupun pemantauan di lapangan. Aspek-aspek yang dilihat sebagai potensi dari komoditas potensial tersebut yaitu produksi, produktivitas, keunggulan komparatif maupun keunggulan. Analisis dilanjutkan dengan menggunakan analisis AHP dari komoditas potensial yang terdapat di Kota Depok sehingga diperoleh beberapa komoditas unggulan yang selanjutnya akan dibuat strategi pengembangannya. Setelah dilakukan analisis AHP tahap pertama, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Evaluasi Faktor Internal (IFE) untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengembangan komoditas unggulan. Selanjutnya dapat ditentukan alternatif strategi pengembangan melalui analisis SWOT. Hasil analisis menggunakan AHP menyimpulkan bahwa komoditas unggulan pertama yang akan dikembangakan di Kota Depok menurut responden ahli adalah komoditas belimbing (nilai=0,266) dengan pertimbangan keunggulan yang dimiliki komoditas ini dibandingkan dengan komoditas lain. Sub faktor yang paling berpengaruh terhadap pemilihan komoditas belimbing tersebut adalah pertimbangan permintaan pasar/pemasaran (nilai=0,502) dan faktor yang paling berperan untuk pemilihan komoditas yang akan dikembangkan adalah faktor ekonomi (nilai=308), sedangkan komoditas unggulan kedua adalah Ikan Hias (Neon Tetra) dengan nilai 0,209. Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan eksternal, maka yang menjadi peluang utama bagi pengembangan komoditas unggulan adalah posisi geografis Kota Depok yang strategis berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dengan nilai 0,640 dan yang menjadi ancaman utama adalah desakan alih fungsi lahan pertanian menjadi kota dengan nilai 0,733. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk meningkatkan nilai jual pengembangan program sistem agribisnis komoditas unggulan Kota Depok dan memanfaatkan Perda No. 12 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok Tahun 2000 – 2010 sebagai landasan hukum pengembangan sistem agribsinis komoditas unggulan. Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan internal, maka yang menjadi kekuatan utama bagi pengembangan komoditas unggulan adalah faktor adanya beberapa komoditas yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas unggulan khas kota Depok dengan nilai 0,420 dan yang menjadi kelemahan utama adalah rendahnya penguasaan tekologi pasca panen dan pengolahan hasildengan nilai 0,240. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Dinas Pertanian Kota Depok dapat mengembangkan lebih dari satu pilhan komoditas unggulan dan menciptakan kelompok tani yang lebih banyak serta menggerakkan potensi ekonomi yang lebih besar. Rancangan perencanaan strategik Dinas Pertanian Kota Depok dalam pengembangan komoditas potensial pertanian di Kota Depok adalah. pengembangan sistem agribisnis belimbing yang terintegrasi akan melibatkant beberapa pelaku usaha dari masing-masing sub sistem. Strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT adalah 1) Aktivitas produksi produksi komoditas unggulan berdasarkan standard operational procedure (SOP) dan good agriculture practice (GAP), 2) Pengembangan kawasan dan sentra komoditas unggulan yang terintegrasi, 3) Pengembangan Kelembagaan Petani untuk mendapatk an akses ke lembaga pembiyaan, 4) Pengembangan manajemen produksi dan akses pemasaran melalui kontrak penjualan dan kerjasama pemasaran komoditas unggulan, 5) Pengembangan supply chain management untuk komoditas unggulan, 6) Pengembangan industri pengolahan (agroindustri), 7) Optimalisasi koordinasi instansi terkait, 8) Peraturan daerah mengenai pemanfaat lahan, 9) Peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: AHP, Lingkungan Internal, Lingkungan Eksternal. Matriks IFE, Matriks EFE, Komoditas Unggulan, Dinas Pertanian, Kota Depok.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 04 Dec 2014 07:24
Last Modified: 04 Dec 2014 07:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2109

Actions (login required)

View Item View Item