Pengaruh pengumuman merjer dan akuisisi terhadap return saham perusahaan pengakuisisi di bursa efek jakarta (bej)

Setiono, Bayu Aji (2007) Pengaruh pengumuman merjer dan akuisisi terhadap return saham perusahaan pengakuisisi di bursa efek jakarta (bej). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R34-02-Bayu-Abstract.pdf - Published Version

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-03-Bayu-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-01-Bayu-Cover.pdf - Published Version

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-04-Bayu-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-05-Bayu-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (327kB) | Preview

Abstract

Banyaknya perusahan yang mengalami kerugian dan menutup usahanya di Indonesia mengakibatkan banyaknya tenaga kerja yang menganggur. Untuk menghindari dampak tersebut maka diperlukan suatu aliansi di antara perusahaan-perusahaan yang nantinya akan menambah kesempatan bagi para pencari kerja untuk tetap bekerja, daripada menutup perusahaan tersebut dan mengurangi tenaga kerja yang ada. Pengaruh aliansi antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain akan menimbulkan kesempatan bagi tenaga kerja yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut untuk tetap bekerja, dan dapat menciptakan posisi yang baru bagi para pencari kerja yang lain. Hal ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan menciptakan iklim yang baik dalam berinvestasi. Merjer dan akuisisi dari sebuah perusahaan akan mendatangkan keuntungan dan memanfaatkan keunggulan suatu perusahaan dan mengkompensasi kelemahan dengan keunggulan yang dimiliki oleh kedua perusahaan yang telah bergabung menjadi aliansi. Pengumuman merjer dan akuisisi akan memberikan pengaruh terhadap harga saham perusahaan yang melakukan proses merjer dan akuisisi di pasar modal. Dalam jangka pendek perusahaan yang menjadi pengakuisisi akan menikmati banyak keuntungan dari proses merjer dan akuisisi, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya harga saham perusahaan pengakuisisi disekitar hari pengumuman merjer dan akuisisi. Pengumuman merjer dan akusisi ini juga dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham dari kedua perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh abnormal return saham terhadap perusahaan pengakuisisi pada hari seputar pengumuman merjer dan akuisisi, mengkaji perbedaaan tingkat abnormal return yang diperoleh para pemegang saham perusahaan pengakuisisi sebelum pengumuman dan sesudah pengumuman merjer dan akuisisi, menganalisis pengaruh merjer dan akuisisi terhadap return saham perusahaan pengakuisisi sebelum dan setelah terjadinya pengumuman merjer dan akuisisi, dan merumuskan implikasi manajerial yang seharusnya dilakukan oleh para investor atas dampak merjer dan akuisisi yang terjadi di bursa saham. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat gambaran umum tentang pengaruh peristiwa merjer dan akuisisi yang terjadi sebelum pengumuman merjer dan akuisisi terjadi, dan setelah pengumuman merjer dan akuisisi terhadap harga saham, terdapat sebuah informasi empirik tentang return saham perusahaan pengakuisisi di Bursa Efek Jakarta dari hasil pengumuman merjer dan akuisisi, memberikan kontribusi untuk perusahaan yang akan melakukan merjer dan bagi perusahaan pengakuisisi, terdapat dampak aktivitas positif akibat dari merjer dan akuisisi terhadap pemegang saham perusahaan pengakuisisi untuk para pelaku pasar modal di Bursa Efek Jakarta. Tersedianya informasi dan bahan pertimbangan manajerial untuk para investor dalam melakukan transaksi di hari seputar aktivitas merjer dan akuisisi di bursa saham. Event study ini digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Analisis ini berguna untuk mencari dan mempelajari reaksi pasar akibat dari hasil suatu pengumuman yang terjadi pada pasar modal. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang akan melakukan akuisisi pada periode yang telah ditentukan pada penelitian ini yaitu perode 2003-2006. Dalam penelitian ini digunakan event window 10 hari sebelum hari pengumuman merjer dan akuisisi dan 10 hari setelah hari pengumuman dari merjer dan akuisisi. Sedangkan Periode estimasi ditetapkan selama 120 hari, periode estimasi ditetapkan sebelum tanggal pengumuman dipublikasikan, dan menggunakan market model dalam mengukur abnormal return yang terjadi. Analisis awal dilakukan dengan menentukan return aktual dari masing-masing saham perusahaan atas dasar harga penutupan setiap harinya selama periode pengamatan dilakukan. Untuk menganalisis pengaruh abnormal return saham digunakan t test sehingga dapat diketahui apakah signifikan atau tidak data yang dihasilkan. Sebelum dilakukan analisis awal t test return aktual dari masing-masing saham perusahaan atas dasar harga penutupan setiap harinya selama periode pengamatan dilakukan. Dari persentase yang terjadi antara nilai abnormal return positif dan abnormal return negatif pada hari sebelum pengumuman adalah 50%. Ini menunjukkan adanya nilai abnormal return yang signifikan terjadi pada hari-hari sebelum pengumuman merjer dan akuisisi. Sedangkan nilai abnormal return negatif yang tertinggi terjadi pada t-9 sebelum pengumuman merjer dan akuisisi, yaitu sebesar -21.11%. Untuk nilai abnormal return positif yang tertinggi terjadi pada t-8 yaitu sebesar 17.00%. Pada hari pengumuman merjer dan akuisisi atau t=0 menunjukkan nilai rata-rata abnormal return yang negatif, ini artinya pada saat pengumuman merjer dan akuisisi terjadi para pemegang saham memperoleh return yang nilainya lebih kecil dari return pasar dari hari-hari sebelumnya, dan para pemegang saham tidak langsung memberikan reaksi positif terhadap pengumuman tersebut. Secara kumulatif abnormal return juga masih menunjukkan nilai yang negatif, yaitu sebesar 2.56%. Nilai rata-rata abnormal return dari t+1 dan t+2 bernilai positif, serta nilai dari CAR juga bernilai positif. Ini menunjukkan bahwa nilai dari return para pemegang saham lebih besar dari return pasar dan reaksi positif terjadi setelah satu hari pengumuman. Akan tetapi nilai dari rata-rata abnormal return bernilai negatif pada t+3 sampai dengan t+5. Apabila dilihat secara kumulatif dari rata-rata abnormal return (CAAR) nilainya negatif hingga saat hari pengumuman merjer dan akuisisi. Tetapi pada t-7 atau seminggu sebelum hari pengumuman merjer dan akuisisi CAAR bernilai positif. Pada saat pengumuman merjer dan akuisisi nilai CAAR juga masih bernilai negatif, akan tetapi setelah hari pengumuman merjer dan akuisisi, t+1 sampai dengan t+10 nilai dari CAAR positif dan mencapai puncaknya pada t+2. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar bereaksi positif terhadap aktivitas merjer dan akuisisi setelah hari pengumuman terjadi, dan memiliki kandungan informasi bagi perusahaan pengakuisisi sebagai berita baik. Sebelum mengetahui apakah signifikan atau tidak maka perlu dilakukan uji statistik terhadap abnormal return, guna mengetahui signifikan atau tidak abnormal return yang berada pada event window. Uji statistik ini dilakukan dengan pengujian t, tetapi sebelum dilakukan uji ini terlebih dahulu dilakukan uji normalitas terhadap data abnormal return. Tujuan dilakukan uji normalitas terhadap abnormal return ini adalah untuk mengetahui apakah abnormal return dari saham berdistribusi secara normal sebagai salah satu syarat dapat atau tidak uji statistik digunakan untuk mengolah data. Berdasarkan hasil dari uji normalitas dihasilkan Asymp. Sig. 0.317 lebih besar dari 0.05 , karena nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka data berdistribusi normal. Perbedaan rata-rata abnormal return pada hari sebelum dan sesudah pengumuman dengan df = 7 dan pada uji signifikan 5%, menghasilkan nilai t statistik = -0.904. Dapat pula dianalisa dari significant two-tailed = 0.396 yang lebih besar dari α = 0.05, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return saham sebelum tanggal pengumuman dengan rata-rata abnormal return saham sesudah tanggal pengumuman merjer dan akuisisi. Nilai CAAR terbesar pada hari kedua setelah pengumuman merjer dan akuisisi. Kejadian ini berlangsung hingga t+10 dan trendnya cenderung menurun. Hal ini diperkuat oleh hasil uji t yang tercermin dalam hasil dari nilai mean sebesar -0.025313 (negatif). Pada uji perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return saham pada saat pengumuman dengan rata-rata abnormal return pada sepuluh hari sebelum pengumuman dan sesudah pengumuman merjer dan akuisisi diperoleh nilai test yang merupakan rata-rata abnormal return pada tanggal pengumuman. Dengan nilai degree of freedom (df) = 7 dan nilai signifikan level 5%, serta menghasilkan t statistik = 0.962 dan -1.554 yang lebih kecil dari t tabel = 2.365, yang artinya nilai statistik terdapat pada terima H0. hasil dari nilai signifikan two-tailed = 0.368 dan 0.164 yang lebih besar dari α = 0.05, sehingga hasil tersebut menunjukkan rata-rata abnormal return saham sebelum pengumuman secara signifikan tidak berbeda dengan rata-rata abnormal return saham pada tanggal pengumuman merjer dan akuisisi. Dari hasil uji one sample t-test terlihat bahwa hasil dari rata-rata abnormal return pada tanggal pengumuman lebih kecil dari rata-rata abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman. Hal ini terlihat dari nilai mean sebesar -0.0894 dan 0.0112. Merjer dan akuisisi merupakan sebuah aktivitas yang akan sangat mempengaruhi arah kebijakan perusahaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini maka implikasi manajerial yang dapat mempengaruhi para stakeholder utama dari tiap-tiap perusahaan adalah, harus selalu memperhatikan setiap informasi yang berhubungan dengan aktivitas merjer dan akuisisi dari perusahaannya. Dari hasil pengamatan yang dilakukan terdapat tiga perusahaan yang harga sahamnya lebih besar dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kode perusahaan tersebut adalah UNVR, LPKR, dan BAT. Nilai saham dari ketiga perusahaan ini lebih besar dari IHSG baik sebelum dan sesudah pengumuman merjer dan akuisisi. Ini menandakan bahwa perusahaan yang harga sahamnya pada hari sebelum pengumuman lebih besar dari IHSG secara signifikan tidak akan terpengaruh dengan aktivitas merjer dan akuisisi. Para pemegang saham utama dari perusahaan ini tidak perlu menghawatirkan akan kondisi saham dari perusahaan. Meskipun terdapat penurunan nilai, akan tetapi hal tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan, karena dalam jangka waktu tertentu setelah terjadinya pengumuman harga saham akan terkoreksi dan kembali seperti semula. Untuk nilai saham yang berada dibawah harga IHSG seperti BCIC, INPC, SRSN, KLBF, dan MITI pada seputar aktivitas merjer dan akuisisi para pemegang saham utama tidak perlu merasa khawatir. Nilai ini mengindikasikan aktivitas merjer dan akuisisi tidak berpengaruh secara signifikan dan pada suatu saat nanti setelah terbentuk sebuah sinergi dari kedua perusahaan yang bergabung maka harga saham akan naik dan memberikan return saham yang lebih besar dari IHSG. Semua ini dapat terjadi apabila internal perusahaan yang bergabung tersebut menciptakan sebuah kekuatan baik dari segi sumber daya manusia ataupun dari segi produksinya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Abnormal return, event study, merger and acquisition, hostile takeover, market model. Abnormal return, event study, return saham, Bursa Efek Jakarta.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 18 Aug 2011 08:33
Last Modified: 25 Jun 2016 06:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/212

Actions (login required)

View Item View Item