Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi asing langsung pada sektor perkebunan di indonesia

Lubis, Prima Rizky (2014) Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi asing langsung pada sektor perkebunan di indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R49-01-Prima-Cover.pdf - Published Version

Download (444kB)
[img]
Preview
Text
R49-02-Prima-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (418kB)
[img]
Preview
Text
R49-03-Prima-Summary.pdf - Published Version

Download (417kB)
[img]
Preview
Text
R49-04-Prima-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (508kB)
[img]
Preview
Text
R49-05-Prima-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (850kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Realisasi investasi di Indonesia didominasi oleh penanam modal asing dengan fokus investasi pada sektor pertambangan yang merupakan sektor padat modal. Kontribusi sektor pertambangan terhadap penyerapan tenaga kerja terbilang rendah hanya sebesar 1.44 persen, dibandingkan penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan. Sektor perkebunan merupakan sektor yang memiliki penyerapan tenaga kerja terbesar dibandingkan dengan seluruh sektor lainnya dengan kontribusi sebesar 19.06 persen. Sektor perkebunan juga sebagai penyumbang devisa terbesar di sektor pertanian karena memiliki surplus neraca perdagangan yang besar. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya mengarahkan investasi asing langsung terhadap sektor perkebunan. Indonesia merupakan eksportir terbesar minyak sawit dunia, produsen kakao dan karet terbesar ke-2 dunia, dengan faktor input seperti luas lahan, buruh yang terampil dan tersedia dalam jumlah yang cukup serta kebutuhan dunia akan bahan pokok hasil perkebunan yang bervariatif seperti minyak sawit, karet, dan coklat sangat potensial untuk ditanam di Indonesia sehingga merupakan pull factor investasi asing di sektor perkebunan. Berdasarkan laporan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), capaian realisasi investasi di sektor perkebunan hanya sebesar 2.29 persen dibandingkan dengan target yang ditetapkan. Rendahnya realisasi investasi asing sektor perkebunan di Indonesia merupakan latar belakang masalah dalam penelitian ini. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi asing langsung sektor perkebunan di Indonesia; 2) merumuskan strategi untuk meningkatkan investasi asing langsung di sektor perkebunan di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah 1) menganalisis variabel-variabel makro ekonomi seperti investasi asing langsung, nilai ekspor perkebunan, produk domestik bruto, nilai tukar, indeks harga konsumen, suku bunga dalam negeri, suku bunga luar negeri dan krisis melalui analisis statisitk vector error correction model dengan data tahun 1980-2012 ; 2) analisis SWOT untuk memperoleh alternatif strategi serta penentuan prioritas strategi menggunakan AHP untuk merumuskan strategi dalam meningkatkan investasi asing langsung sektor perkebunan di Indonesia yang dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuisioner kepada pihak Badan Koordinasi Penanaman Modal, Departemen Pertanian, Kamar Dagang dan Industri, PT Wilmar International dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi investasi asing langsung pada sektor perkebunan di Indonesia yakni dalam jangka pendek nilai tukar, suku bunga Amerika Serikat, produk domestik bruto dan indeks harga konsumen berpengaruh pengaruh positif sedangkan krisis sebagai variabel dummy berpengaruh negatif terhadap investasi asing sektor perkebunan. Dalam jangka panjang suku bunga dalam negeri, produk domestik bruto dan indeks harga konsumen memiliki pengaruh positif sedangkan krisis berpengaruh negatif terhadap investasi asing langsung pada sektor perkebunan di Indonesia. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa fluktuasi investasi asing pada sektor perkebunan dipengaruhi oleh guncangan investasi asing tersebut dan nilai tukar, karena motivasi investor di sektor perkebunan adalah untuk pasar ekspor dimana mekanisme penjualan ekspor berdasarkan nilai Dollar Amerika Serikat sedangkan struktur biaya produksi menggunakan mata uang domestik yakni Rupiah. Apabila Rupiah terdepresiasi maka harga jual akan meningkat sementara biaya produksi relatif tetap, dengan demikian investor akan memperoleh keuntungan, namun dalam jangka panjang guncangan nilai nilai tukar akan direspon negatif oleh investasi asing langsung. Oleh karena itu otoritas moneter harus menjaga stabilitas nilai tukar di Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuisioner, 13 Alternatif strategi yang dirumuskan yakni reformulasi pasar dalam negeri dan luar negeri, sinkronisasi sistem agribisnis perkebunan, meningkatkan promotional mix, mengoptimalkan inovasi teknologi, mengoptimalkan faktor pendukung, mengintensifkan program hilirisasi, skema standardisasi dan sertifikasi, kepastian hukum, harmonisasi peraturan perundang-undangan, percepatan proses legalitas perizinan dan perpanjangan HGU, perbaikan infrastruktur, membentuk forum kerja sama yang lebih intensif, penegakan hukum bagi para pelaku pelanggaran. Prioritas strategi yang dilakukan yakni harmonisasi peraturan perundang-undangan karena pada saat ini terjadi kontradiksi terkait adanya Permentan 98/2013 tentang izin usaha perkebunan dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka. Disharmonisasi peraturan juga terjadi antara pusat dan daerah. Pada tahun 2002-2009 ada sejumlah 1 408 perda yang dibatalkan, 58 diantaranya merupakan perda yang terkait dengan perkebunan karena bertentanga dengan hukum. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan investasi asing langsung pada sektor perkebunan yakni 1) meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas perekonomian; 2) regulasi yang konsisten dan mendukung investasi; 3) penanganan konflik. sedangkan bagi investor yang yakni 1) menilai perekonomian indonesia sebagai host countries; 2) mengelola bisnis perkebunan berdasarkan best management practices; 3) mereduksi konflik; 4) kepastian hukum yang mendukung investasi sektor perkebunan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Investasi Asing Langsung, Vector Error Correction Model, SWOT Matrix, AHP Foreign Direct Investment, Vector Error Correction Model, SWOT Matrix, AHP
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 Dec 2014 02:31
Last Modified: 15 Nov 2019 06:47
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2144

Actions (login required)

View Item View Item