Perencanaan strategik bisnis rumah potong ayam pt bagasasi has intifood bekasi jawa barat

Hidayat, Andika Pratama (2014) Perencanaan strategik bisnis rumah potong ayam pt bagasasi has intifood bekasi jawa barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E39-01-Andika-Cover.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img]
Preview
Text
E39-02-Andika-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
E39-03-Andika-Summary.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
Text
E39-04-Andika-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (354kB)
[img]
Preview
Text
E39-05-Andika-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (404kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (948kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, hal ini menyebabkan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pangan semakin meningkat pula dan menjadi persoalan yang serius. Masalah kebutuhan pangan juga erat kaitannya dengan kebutuhan akan protein baik itu protein nabati maupun protein hewani. Untuk kebutuhan protein hewani sendiri di Indonesia sebagian besar dipenuhi dari hasil budidaya ayam ras. Saat ini masih banyak peternakan unggas yang dimiliki oleh perorangan dimana kebanyakan ayam mereka akan dijual ke penampung dan dipotong di tempat pemotongan yang tidak resmi yang tidak memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) bukan ke rumah potong ayam (RPA). Untuk menghasilkan daging ayam yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dan terjamin mutunya tidak bisa terwujud jika pemotongan ayam masih dilakukan di luar RPA. RPA modern yang ada hanya tujuh buah, yang terkonsentrasi di Jabodetabek dengan kapasitas pemotongan 1.000-5.000 ekor per hari untuk skala kecil dan 5.000-15.000 ekor per hari untuk skala besar. RPA yang ada di kota-kota besar, kecuali Surabaya ada yang memiliki kapasitas pemotongan 15.000 ekor sebanyak dua buah namun umunya masih bersifat tradisional berupa tempat pemotongan ayam (TPA) yang menghasilkan karkas bermutu rendah. Jumlah tersebut juga menunjukkan peluang pasar kini semakin menjanjikan dan persaingan ke depan yang semakin ketat. Dalam industri ayam ras saat ini, sekitar 85% komoditas ayam ras masih diperdagangkan dalam bentuk hidup, sedangkan sekitar 15% diperdagangkan sebagai ayam potong (slaughtered birds), chilled dan processed. Padahal kedepannya, permintaan konsumen tidak hanya mengevaluasi produk berdasarkan atribut utama yaitu jenis dan harga, namun akan menuntut atribut yang lebih rinci lagi seperti atribut keamanan produk, nutrisi, nilai, pengepakan, lingkungan, dan kemanusiaan. Konsumen kini akan merasa lebih aman dengan membeli daging ayam beku dari rumah potong ayam yang memprosesnya secara halal. Konsumen kini menyadari bahwa daging ayam beku itu lebih sehat dan aman karena bakteri pembusuk telah dimatikan dengan proses pembekuan. Dengan demikian peranan RPA dirasa menjadi sangat penting. Salah satu RPA yang ada di Indonesia adalah RPA PT. Bagasasi HAS Intifood (BHI). RPA PT. BHI adalah perusahaan yang bergerak di bidang agrofood chicken prosessing plant., terutama bidang pemasaran ayam potong dan ayam olahan. RPA PT. BHI ini didirikan pada Oktober 2011 ini awalnya bermitra dengan restoran cepat saji untuk menyediakan kebutuhan bahan baku berupa daging ayam segar. Pada perkembangannya RPA PT BHI menemui banyak kendala, mulai dari fluktuasi suplai dan kualitas bahan baku, rendahnya sumberdaya manusia dan lainnya yang membuat kinerja perusahaan menjadi tidak terlalu baik. Dengan keadaan tersebut impian RPA PT BHI sebagai RPA nomor satu di wilayah Jabodetabek dan turut serta dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat akan sulit tercapai, sehingga diperlukan suatu perumusan strategi, acuan pelaksanaan dan evaluasi kebijakan yang sesuai dan terarah untuk mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi RPA PT BHI dalam mencapai tujuannya, menentukan alternatif strategi dan menentukan prioritas strategi yang akan digunakan dalam pengembangan bisnis RPA PT BHI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analasis yang digunakan antara lain pemetaan rantai nilai, analisa faktor internal, analisa faktor eksternal, matriks internal eksternal (IE), analisa Strong Weaknesses Opportunities Threat (SWOT) dan analisa Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM). Berdasarkan hasil perhitungan matriks IE perusahaan berada pada kuadran IV yang berarti berada dalam posisi ‘tumbuh dan kembangkan’. Pada posisi ini strategi umum yang digunakan antara lain penetrasi pasar, pengembangan produk, integrasi ke depan dan belakang. Setelah dilakukan analisa SWOT dieproleh lima strategi yang dapat direkomendasikan untuk RPA PT BHI yaitu 1) Penetrasi pasar dengan menjual produk ke supermarket dan horeka lain, 2) Meningkatkan kopetensi karyawan, 3)Meningkatkan kapasitas penyimpanan 4) Meningkatkan produktivitas peternakan milik sendiri 5) Efisiensi jalur distribusi. Prioritas strategi yang diperoleh dari hasil perhitungan QSPM adalah melakukan penetrasi pasar dengan memasarkan produk ke supermarket dan horeka lain, dengan jumlah Total Attractive Score (TAS) sebesar 4,845.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: QSPM, RPA PT BHI, Strategic Planning, SWOT
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 Dec 2014 08:37
Last Modified: 13 Nov 2019 09:23
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2152

Actions (login required)

View Item View Item