Perencanaan strategik bandung giri gahana golf dan resort tahun 2008-2013

Handayani, Desy (2007) Perencanaan strategik bandung giri gahana golf dan resort tahun 2008-2013. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E24-01-Desy-Cover.pdf - Published Version

Download (333kB)
[img]
Preview
PDF
E24-02-Desy-Abstract.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
PDF
E24-03-Desy-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img]
Preview
PDF
E24-05-Desy-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img]
Preview
PDF
E24-05-Desy-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (393kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Setiap daerah di Indonesia didorong untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan mengembangkan potensi wisata yang ada. Salah satunya adalah Jawa Barat yang menargetkan sebagai provinsi budaya dan pariwisata andalan pada tahun 2010. Bandung Giri Gahana Golf dan Resort (BGGGR) merupakan salah satu produk wisata andalan di Kabupaten Sumedang. Namun pertumbuhan jumlah golfer dan pengunjung BGGGR cenderung menurun baik dari sisi tingkat huni kamar yaitu 2,70 persen maupun total round (golfer) yaitu 1,07 persen sejak tahun 2001 sampai dengan 2006. Penurunan terjadi karena persaingan yang sangat ketat di Bandung dan sekitarnya serta beroperasinya jalan Tol Cipularang. Kondisi ini mendorong pihak manajemen LKP sebagai pengelola BGGGR untuk mengantisipasi penurunan dan kerugian melalui formulasi perencanaan strategik dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang sedang dialami dan akan terjadi di masa depan. Dalam menghadapi persaingan dan pengembangan produk di masa depan, maka PT. LKP memerlukan perencanaan strategik dengan memanfaatkan faktor eksternal dan internal yang belum optimal. Analisis faktor-faktor tersebut untuk mengetahui posisi bersaing BGGGR saat ini dan di masa depan diantara pengelola golf di Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka tujuan penelitian masalah ini yaitu menganalisis kondisi BGGGR saat ini berdasarkan visi misi didasarkan pada kriteria visi dan misi yang efektif, menganalisis faktor-faktor strategik dari lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan BGGGR di masa depan, menganalisis posisi bersaing BGGGR saat ini diantara penyedia sarana olahraga dan rekreasi di Bandung dan sekitarnya dan merumuskan program-program strategik terjadwal dalam perkembangan BGGGR untuk lima tahun ke depan berdasarkan posisi BGGGR di antara pesaing dan pemetaaan produk yang dimiliki BGGGR. Penelitian ini akan melingkupi visi dan misi aktual BGGGR serta lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhinya sebagai pengelola lapangan golf yang memiliki fasilitas pendukung olahraga dan rekreasi lainnya. Penelitian dilaksanakan di BGGGR yang berlokasi di Kabupaten Sumedang. Pelaksanaan penelitian adalah selama dua bulan (Mei – Agustus 2007). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan teknik pengumpulan data expertise judgemental dengan menggunakan pedoman wawancara serta kuesioner. Beberapa teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis visi dan misi, internal, PEST, five forces of porter, IE, TOWS dan portofolio. Analisis visi dan misi bertujuan menilai efektifitas visi aktual dengan kondisi yang ideal. Analisis internal untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki BGGGR dan dapat dimanfaatkan dengan mengoptimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan bagi pengembangan BGGGR. Analisis eksternal makro untuk mengetahui peluang dan ancaman yang terjadi di luar lingkungan BGGGR namun dapat mempengaruhi perkembangan BGGGR di masa depan. Analisis Porter untuk mengetahui intensitas persaingan industri golf di Bandung dan sekitarnya. Analisis SWOT dan IE sebagai alat untuk memberikan alternatif strategi yan tepat berdasarkan analisis internal dan eksternal. Sedangkan portofolio untuk memperkuat pemetaan setiap produk yang dimiliki BGGGR. Teknik pengambilan data untuk responden internal dan ahli dilakukan dengan pendekatan expertise judgmental. Responden tersebut diasumsikan telah mewakili pihak-pihak yang dapat memberikan gambaran industry foresight dari internal BGGGR dan eksternal seperti konsumen, user dan mitra/organisasi. Data sekunder berasal dari BGGGR dan studi pustaka, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak manajemen LKP dan BGGGR, pengamat pariwisata, pemerintah, mitra dan pengguna BGGGR. Berdasarkan penilaian kuesioner terhadap visi ideal, tingkat pemenuhan visi BGGGR dinilai sangat tinggi dengan angka 3,29 (skala 1-4). Artinya, visi BGGGR sudah memenuhi persyaratan visi yang ideal. Namun visi yang ada belum mampu meningkatkan keseluruhan kinerja perusahaan secara optimal dalam mewujudkan BGGGR sebagai operator golf terkemuka dengan nilai total rendah (2,30). Dan berdasarkan evaluasi tingkat sinergi antara visi dengan nilai-nilai perusahaan, diketahui bahwa seluruh nilai-nilai perusahaan dinilai kurang bersinergi atau rendah dengan total nilai 2,10. Berdasarkan hasil analisis data-data internal, maka secara keseluruhan posisi internal BGGGR dinilai kuat dengan angka 2,79. Dengan posisi ini, BGGGR dianggap mampu menghadapi peluang dan ancaman yang akan muncul di masa depan. Kemampuan menghadapi peluang dan ancaman tersebut dapat dilakukan apabila dapat mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dan memperbaiki kelemahan. Kekuatan utama yang dimiliki BGGGR antara lain topografi lapangan yang bervariatif dengan nilai 0,63, lapangan golf yang lebih luas dengan nilai 0,56 dan fasilitas pendukung yang lengkap dengan nilai 0,48, sedangkan yang dianggap sebagai kekuatan biasa antara lain pendekatan pemasaran yang mengutamakan personal approach dengan nilai 0,32 serta tenaga operasional yang memiliki jam terbang tinggi dan profesional di bidangnya dengan nilai 0,30. Berdasarkan penilaian kondisi eksternal makro diketahui bahwa BGGGR dinilai sudah responsif terhadap peluang dan ancaman yang terjadi saat ini dan di masa depan dengan nilai 2,86 (skala 1-4). Berdasarkan hasil analisis persaingan diketahui bahwa intensitas persaingan industri golf di Bandung dan sekitarnya dinilai tinggi dengan nilai 2,93. Hal tersebut disebabkan ancaman pendatang baru dinilai tinggi yaitu 2,98 (skala 1-4). Hambatan tertinggi dipengaruhi oleh parameter kebutuhan modal investasi (3,9), skala ekonomi (3,4), kebijakan pemerintah (3,4), akses ke pemasok (3,1), keunggulan relatif (3,0) dan perubahan biaya operasional (2,7). Sedangkan ragam produk dinilai sebagai hambatan dengan tingkat pengaruh paling rendah yaitu 1,70. Intensitas persaingan di industri golf terhadap tingkat persaingan dinilai tinggi (2,80). Intensitas persaingan di industri golf terhadap kekuatan pembeli dinilai tinggi (3,25). Hal ini disebabkan pasar golfer merupakan pasar premium. Intensitas persaingan di industri golf terhadap kekuatan pemasok dinilai tinggi (2,85). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa intensitas persaingan di industri golf terhadap ketersediaan produk substitusi dinilai tinggi (2,80). Dengan memperhitungkan nilai eksternal (EFE = 2,86) yang kuat dan nilai kemampuan internal (EFI = 2,71) yang kuat, maka pilihan strategi yang paling tepat bagi BGGGR adalah strategi SO yaitu pengembangan fasilitas pendukung dan penetrasi pasar., sedangkan pada matriks IE (internal eksternal), posisi tersebut berada pada kuadran V. Strategi yang tepat adalah hold dan maintain yaitu menekankan pada pengembangan produk (product development) serta strategi penetrasi pasar. Dengan kondisi EFE dan EFI yang kuat, maka strategi pengembangan produk dan penetrasi pasar dinilai paling sesuai. Pengembangan produk dilakukan untuk meningkatkan pendapatan fasilitas golf, mengoptimalkan fungsi sarana olahraga dan rekreasi yang ada serta meningkatkan minat berolahraga dan rekreasi bagi pasar. Peningkatan tersebut didukung optimalisasi sarana promosi serta penyelenggaraan turnamen berdasarkan kelompok profesionalisme, usia dan kemahiran seperti golfer yunior. Selain itu, program promosi juga dilakukan untuk meningkatkan golfer pada hari biasa dengan target pasar Jabar, sehingga penggunaan bahasa harus lebih komunikatif dan informatif. Pemangku kepentingan di BGGGR meliputi pemegang saham, manajemen perusahaan (BOD), karyawan, agen perjalanan, golfer, pemerintah, klub golf, masyarakat sekitar dan operator lain. Beberapa pemegang saham di BGGGR juga merupakan golfer karena mereka langsung terdaftar ke dalam program keanggotaan BGGGR. Peta kekuatan para pemangku kepentingan di BGGGR adalah sebagai berikut: Berdasarkan portofolio produk, maka lapangan golf sebagai core product tidak mengalami perubahan yaitu pada posisi offensive (grow) atau defensive (protect/focus). Apabila digabungkan dengan hasil analisis sebelumnya, maka strategi produk yang diambil adalah offensive (grow) yaitu posisi dimana meningkatkan keunggulan bersaing pada pasar yang belum berkembang. Strategi ini sesuai dengan hasil analisis TOWS dan IE, sehingga untuk produk golf dilakukan pengembangan dengan memanfaatkan fasilitas golf serta penetrasi pasar pada pasar-pasar yang belum berkembang. Dalam mencapai tujuan BGGGR di masa depan, perlu dilakukannya kerjasama antara operator golf dengan pemerintah dan stakeholder terkait lainnya untuk melakukan program-program sosialisasi olahraga golf ke masyarakat. Pada intinya kegiatan ini merupakan “penyemaian bibit-bibit pasar golf potensial”. Dalam rangka mengikuti arah perubahan lingkungan bisnis golf dimasa mendatang, maka perlu dilakukan revisi terhadap visi BGGGR. Visi yang disarankan penulis adalah “BGGGR menjadi golf course terbaik yang dapat memberikan pengamalaman tak terlupakan dengan dilengkapi fasilitas olahraga dan rekreasi terlengkap di Indonesia melalui service excellent”. Untuk menghadapi tantangan di masa mendatang, fokus strategi pengembangan BGGGR sebaiknya lebih difokuskan kepada pengembangan golf (beserta fasilitas pendukungnya), sehingga mampu lebih efektif dalam melakukan penetrasi terhadap pasar yang ada. Untuk mendukung hal tersebut, maka perlu adanya sedikit perubahan struktur pada lapangan section untuk lebih memaksimalkan fungsi yang ada.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Golf, Bandung Giri Gahana Golf Dan Resort, Manajemen Pariwisata, Perencanaan Strategik, analisis SWOT, portofolio produk. Golf, Business Environment, Market, Vision, Product Positioning and Product mapping, Strategic programs
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 17 Dec 2014 07:04
Last Modified: 18 Dec 2014 02:47
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2168

Actions (login required)

View Item View Item