Analisis strategik portofolio produk pestisida pt. dupont agricultural product indonesia(pt. dapi)

Nugroho, Bayu (2007) Analisis strategik portofolio produk pestisida pt. dupont agricultural product indonesia(pt. dapi). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E24-01-Bayu-Cover.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
E24-02-Bayu-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
E24-03-Bayu-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
E24-05-Bayu-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (329kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Keberadaan DuPont Crop Protection sebagai mitra bisnis di Indonesia dimulai pada tahun 1975 dengan kegiatan hanya sebatas pemasaran produk perlindungan tanaman. Kemudian seiring dengan berkembangnya industri pestisida di Indonesia, pada tahun 1993 PT DAPI mulai berdiri dengan pengembangan manajemen yang lebih intensif. Didukung oleh tim R & D dan marketing yang cukup handal , PT DAPI mulai mengeluarkan berbagai produk pestisida perlindungan tanaman yang mampu memberikan solusi terbaik bagi penggunanya di Indonesai khususnya dan di regional Asia Pasifik umumnya. Pada tahun 1995, unit pabrik Sidoarjo di Jawa Timur mulai memproduksi produk pestisida PT DAPI, kemudian disusul dengan berdirinya unit pabrik Pasuruan di Jawa Timur pada tahun 1997. Dengan tujuan menjadi perusahaan pestisida terdepan dengan memberikan solusi yang berkelanjutan, PT DAPI di hadapkan pada pemilihan alternatif strategi bersaing di tengah persaingan industri pestisida di Indonesia. Pokok perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya yang diawali dengan mengetahui posisi PT DAPI saat ini dalam industri pestisida dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri tersebut. Pengetahuan dan informasi mengenai posisi PT DAPI saat ini membantu dalam menentukan sumber daya dan strategi yang digunakan. Setelah mengetahui posisi PT DAPI saat ini, sebelum menentukan alternatif strategi yang akan dipilih, PT DAPI harus mengetahui posisi dan strategi bersaing saat ini guna menentukan dan melakukan evaluasi terhadap langkah ke depan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis posisi bersaing PT DAPI dalam industri pestisida di Indonesia, (2) Menganalisis faktor-faktor strategik yang menentukan keberhasilan bersaing dalam industri pestisida, (3) Menganalisis posisi produk PT DAPI seperti herbisida, fungisida, dan insektisida dalam industri pestisida dengan matrik portofolio, (4) Mencari alternatif strategi untuk mengembangkan produk pestisida PT DAPI. Penelitian ini menggunakan alat analisis Competitive Profile Matrix (CPM), Strategic Position and Action Evaluation Matrix (SPACE Matrik), dan General Electric Matrix (GeE Matriks). Berdasarkan hasil analisis Matrik CPM terhadap enam perusahaan pestisida multinasional di Indonesia dengan market share terbesar , yaitu PT Bayer Crop Science, PT Syngenta, PT Dow Agro Science, PT Nufarm, PT BASF, dan PT DAPI, posisi PT DAPI yang mendapatkan nilai 2,833 masih di bawah PT Bayer Crop Science dan PT Syngenta yang masing-masing mendapatkan nilai 3,238 dan 3,411. Posisi PT DAPI masih menunjukkan posisi sedikit lebih baik dibandingkan dengan PT Dow Agro Science, PT BASF, dan PT Nufarm yang masing-masing mendapatkan nilai 2,64 ; 2,7 ; dan 2,58. Hasil analisis tersebut di dukung oleh data market share perusahaan – perusahaan pestisida di Indonesia yang menempatkan PT Bayer Crop Science dan PT Syngenta sebagai dua perusahaan besar di Industri pestisida di Indonesia dengan market share 16,16 % dan 14,77 % pada tahun 2006. PT DAPI yang memiliki market share sebesar 7,55 % berada pada posisi ke lima di bawah PT Bayer Crop Science, PT Syngenta, PT Dow Agro Science, PT Nufarm. Namun penguasaan pasar diantara PT Dow Agro Science, PT Nufarm, PT DAPI, dan PT BASF tidak jauh berbeda, dimana masing-masing memiliki market share diantara 7 – 9 %. Hal lain yang dapat di analisa dari Matrik CPM adalah faktor-faktor strategis yang harus diperhatikan dalam bisnis pestisida, seperti : (1) pangsa pasar, (2) Sumber daya manusia, (3) pelayanan, (4) kualitas produk, dan (5) diferensiasi produk (keunikan). Dalam usaha meningkatkan daya saing dalam industri pestisida di Indonesia, Faktor strategis yang harus menjadi perhatian khusus PT DAPI adalah penetapan harga produk, karena dalam faktor strategis tersebut, nilai yang di dapat PT DAPI tidak hanya berada di bawah Syngenta maupun PT Bayer Crop Science, tetapi juga berada di bawah PT Dow, PT Nufarm, dan PT BASF. Hasil analisis matriks SPACE menunjukkan bahwa PT DAPI berada pada profil agresif dengan arah vektor bersifat positif untuk kekuatan keuangan dan kekuatan industri. Profil agresif yang di simpulkan dari posisi PT DAPI saat ini lebih disebabkan oleh kekuatan keuangan PT DAPI dan peningkatan daya tarik industri pestisida saat ini, bukan dikarenakan keunggulan kompetitif dari produk secara keseluruhan ataupun kinerja manajemen PT DAPI. Hasil Analisis portofolio produk dengan matriks GE untuk kondisi saat ini menempatkan produk herbisida pada padi dan fungisida berada pada posisi selektif, sedangkan produk insektisida dan herbisida spesial berada pada posisi pertumbuhan selektif. Sedangkan pada kondisi masa depan diharapkan posisi bisnis dari seluruh produk telah bergeser ke posisi pertumbuhan selektif. Alternatif strategi untuk mecapai posisi bisnis pertumbuhan selektif untuk semua produk adalah dengan pengembangan produk (product development) dan memaksimalkan fungsi sistem integrasi ke depan (Forward integration).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manajemen portofolio, PT DAPI, Competitive Profile Matrix (CPM), matrik SPACE, matrik Ge.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Dec 2014 08:57
Last Modified: 19 Dec 2014 08:57
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2171

Actions (login required)

View Item View Item