Analisis kepuasan konsumen minuman isotonik mizone

Handayani, Suci (2007) Analisis kepuasan konsumen minuman isotonik mizone. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E24-01-Suci-Cover.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
E24-02-Suci-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
PDF
E24-03-Suci-Abstract.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
PDF
E24-04-Suci-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
E24-05-Suci-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (382kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Salah satu jenis minuman ringan yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah minuman isotonik. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan pada volume penawaran (supply) minuman isotonik di Indonesia tiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan penawaran sebesar 13,5% per tahun (Badan Pusat Statistik dalam Julianingsih, 2006). Saat ini banyak produk minuman isotonik yang beredar di pasaran dengan berbagai merek. Namun di antara banyaknya merek minuman isotonik, Mizone yang diproduksi Danone-Aqua, langsung mendapat perhatian dari masyarakat. Hal ini didukung dengan adanya Indeks Merek Terkenal (Top Brand Index) minuman isotonik di Indonesia yang menunjukkan bahwa Mizone menduduki peringkat kedua dengan nilai sebesar 31,16%, setelah Pocari Sweat (55,83%). Di tengah banyaknya pemain baru dan ketatnya persaingan, maka pihak produsen minuman isotonik, khususnya minuman isotonik Mizone, harus berusaha mempertahankan konsumennya. Salah satu usaha untuk mempertahankan konsumen adalah produsen harus fokus kepada konsumen dengan terus berusaha untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, berbagai analisis terhadap kepuasan konsumen perlu dilakukan terutama untuk mengetahui apakah konsumen sudah mendapatkan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensegmentasikan konsumen minuman isotonik Mizone berdasarkan aspek demografi dan psikografi, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap minuman isotonik Mizone, serta merumuskan alternatif-alternatif strategi pemasaran untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan di wilayah Jakarta, pada bulan Februari hingga Maret 2007 menggunakan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode tak berpeluang (non probability sampling) dengan menggunakan convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif, analisis cluster, analisis CHAID, analisis multinomial logit dan analisis kepentingan dan kinerja (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Segmen demografi responden terbagi menjadi empat segmen yang dibedakan berdasarkan pada aspek jenis pekerjaan, tingkat pengeluaran per bulan dan usia responden, yaitu: (1) Segmen 1 adalah konsumen yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, wiraswasta, pegawai negri/TNI /Polri/BUMN, pegawai swasta dan memiliki rata-rata pengeluaran lebih dari Rp 3.000.000,00 per bulan; (2) Segmen 2 adalah konsumen yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, wiraswasta, pegawai negri/TNI/Polri/BUMN, pegawai swasta dan memiliki rata-rata pengeluaran kurang dari Rp 1.000.000,00 per bulan serta berusia 25-34 tahun; (3) Segmen 3 adalah konsumen yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, wiraswasta, pegawai negri/TNI/Polri/BUMN, pegawai swasta dan memiliki rata-rata pengeluaran kurang dari Rp 1.000.000,00 per bulan serta berusia 15-24 tahun; dan (4) Segmen 4 terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Segmen psikografi terdiri dari tujuh segmen yang dipengaruhi oleh variabel-variabel Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat), Aktivitas 1 (dalam kesehariannya, selalu menemukan hal-hal yang baru), Aktivitas 4 (menyukai hal-hal baru meski harus mengeluarkan banyak biaya), Aktivitas 5 (selalu ditemani banyak orang ketika beraktivitas) dan Interest 9 (suka mencoba aktivitas yang menantang). Ketujuh segmen teresbut antara lain: (1) Segmen 1 terdiri dari responden yang menyatakan “tidak setuju” dan “netral” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat) dan menyatakan “tidak setuju” dan “netral” terhadap Aktivitas 1 (dalam kesehariannya, selalu menemukan hal-hal yang baru); (2) Segmen 2 terdiri dari responden yang menyatakan “setuju” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat), “tidak setuju” terhadap Aktivitas 4 (menyukai hal-hal baru meski harus mengeluarkan banyak biaya) dan menyatakan “sangat tidak setuju” dan “tidak setuju” terhadap Aktivitas 5 (selalu ditemani banyak orang ketika beraktivitas); (3) Segmen 3 adalah responden yang menyatakan “tidak setuju” dan “netral” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat) dan menyatakan “setuju” dan “sangat setuju” terhadap Aktivitas 1 (dalam kesehariannya, selalu menemukan hal-hal yang baru); (4) Segmen 4 adalah responden yang menyatakan “setuju” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat), menyatakan “netral”, “setuju” dan “sangat setuju” terhadap Aktivitas 4 (menyukai hal-hal baru meski harus mengeluarkan banyak biaya) dan menyatakan “tidak setuju” dan “netral” terhadap Interest 9 (suka mencoba aktivitas yang menantang); (5) Segmen 5 adalah responden yang menyatakan “setuju” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat), “tidak setuju” terhadap Aktivitas 4 (menyukai hal-hal baru meski harus mengeluarkan banyak biaya) dan menyatakan “netral”, “setuju” dan “sangat setuju” terhadap Aktivitas 5 (selalu ditemani banyak orang ketika beraktivitas); (6) Segmen 6 adalah responden yang menyatakan “setuju” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat), menyatakan “netral”, “setuju” dan “sangat setuju” terhadap Aktivitas 4 (menyukai hal-hal baru meski harus mengeluarkan banyak biaya) dan menyatakan “setuju” dan “sangat setuju” terhadap Interest 9 (suka mencoba aktivitas yang menantang); dan (7) Segmen 7 adalah responden yang menyatakan “sangat setuju” terhadap Interest 11 (menyukai produk yang mudah didapat). Berdasarkan analisis CHAID, atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan konsumen secara keseluruhan adalah manfaat yang terasa dan harga yang terjangkau. Berdasarkan analisis multinomial logit, diperoleh atribut-atribut seperti atribut rasa yang menyegarkan, volume/isi botol yang proporsional, manfaat yang terasa, harga terjangkau, bersertifikat halal dan merek yang terkenal yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen secara keseluruhan. Berdasarkan analisis kepentingan dan kinerja, dalam mengkonsumsi minuman isotonik Mizone, konsumen lebih mengutamakan manfaat yang terasa, volume/isi botol yang proporsional, kemudahan dalam memperoleh produk, rasa yang menyegarkan, harga terjangkau, kemasan menarik dan ketersediaan tanggal kadaluarsa. Berdasarkan informasi segmentasi yang diperoleh pada peneltian ini maka diperoleh target pasar yaitu segmen 2 demografi dan segmen 6 psikografi. Dari ketiga alat analisis yang digunakan untuk menganalisis atribut-atribut yang dapat mempengaruhi kepuasan, maka diperoleh atribut-atribut manfaat yang terasa dan harga yang terjangkau sebagai atribut-atribut yang signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi minuman isotonik. Oleh karena itu, pihak perusahaan perlu merancang strategi komunikasi yang aktif melalui promosi baik above the line maupun below the line dalam membangun posisi (positioning) produk Mizone sebagai minuman isotonik di benak konsumennya serta menerapkan strategi harga dengan menetapkan harga jual yang terjangkau untuk mendapat pangsa pasar yang besar.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Mizone, Minuman Isotonik, Kepuasan Konsumen, Analisis Deskriptif, Analisis Cluster, Analisis CHAID, Analisis Multinomial Logit dan Analisis Kepentingan dan Kinerja (Importance Performance Analysis).
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 22 Dec 2014 07:25
Last Modified: 22 Dec 2014 07:25
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2175

Actions (login required)

View Item View Item