Analisis kinerja pt. bank mandiri (persero) tbk. cabang bogor juanda dengan pendekatan balanced scorecard

Sulaiman, Lian (2007) Analisis kinerja pt. bank mandiri (persero) tbk. cabang bogor juanda dengan pendekatan balanced scorecard. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E23-01-Lian-Cover.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img]
Preview
PDF
E23-02-Lian-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
E23-03-Lian-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
E23-04-Lian-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
E23-05-Lian-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (335kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin tinggi menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja berbagai elemen di dalam organisasi. Menurunnya kinerja perbankan pada tahun 2005 akibat laju inflasi yang cukup tinggi yang direspon dengan meningkatnya suku bunga, berimbas pada menaikknya NPL. Pertumbuhan bisnis suatu perusahaan biasanya diukur berdasarkan kinerjanya. Pengukuran kinerja suatu perusahaan biasanya dilakukan dengan menilai aspek keuangan saja namun keberhasilan kinerja keuangan merupakan hasil dari kinerja berbagai elemen lain dalam perusahaan yang lebih sulit diukur. Konsep Balanced Scorecard dikembangkan oleh Kaplan dan Norton (1992) yang mencoba mengukur kinerja suatu perusahaan dari berbagai perspektif tidak hanya dari perspektif keuangan saja dan menerjemahkannya ke dalam suatu action plan terukur. Persaingan bisnis dalam dunia perbankan menuntut Bank Mandiri Cabang Bogor Juanda untuk terus memperbaiki kinerjanya. Kinerja perusahaan tidak hanya diukur dengan aspek tertentu saja atau pengukuran aspek yang sulit diukur seperti perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dan perspektif proses bisnis internal yang sulit diukur juga mesti dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) menganalisa kinerja kantor PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Bogor Juanda dengan menggunakan kerangka Balanced Scorecard. (2) Menganalisa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam rangka meningkatkan kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Bogor Juanda. (3) Mengkaji perbandingan penilaian kinerja hasil Balanced Scorecard dengan penilaian yang diterapkan selama ini. Penelitian ini diselenggarakan di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Bogor Juanda yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda no 12 Bogor. Penelitian ini adalah dengan metode Balanced Scorecard dengan studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dari hasil mentebar kuesioner kepada pegawai dan para pakar dan data sekunder dari data historis perusahaan, hasil survei Marketing Riset Indonesia dan laporan keuangan bank serta studi literatur yang terkait dengan pokok bahasan dalam penelitian ini. Analisis kinerja dengan menggunakan pendekatan yakni keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pertumbuhan dan pembelajaran. Pembobotan digunakan untuk menentukan kategori kinerja perusahaan dengan teknik rentang kiteria dan metode paired comparison. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pegawai. Pegawai bank yang dijadikan responden adalah sebanyak 66 orang. Hasil kuesioner pegawai menunjukkan jenis kelamin yang mendominasi dari para responden adalah pria, komposisi responden terbesar adalah kelompok umur 31-35 tahun, komposisi pendidikan responden terbesar adalah pada kelompok S1, pengalaman kerja adalah selama 3-5 tahun. Pada proses pengembangan Balanced Scorecard melalui hasil focused group discussion menghasilkan KPI dari masing-masing perspektif yaitu perspektif keuangan dengan indikator peningkatan volume bisnis, peningkatan fee based income, dan pengendalian biaya. Pada perspektif pelanggan didapatkan indikator kepuasan pelanggan dan peningkatan penjualan produk. Pada perspektif proses Bisnis internal didapatkan indikator pengembangan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan, operasional prima dan memperkuat manajemen resiko. Terakhir pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran didapatkan indikator peningkatan produktivitas pegawai dan peningkatan kompetensi pegawai. Masing-masing perspektif tersebut dibobot dengan metode paired comparison dihasilkan bobot perspektif keuangan memiliki bobot tertinggi 34%, perspektif pelanggan 25%, perspektif proses bisnis internal 22% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memiliki bobot 19%. Pengukuran kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Bogor Juanda melalui pendekatan Balanced Scorecard dengan menggunakan bobot tersebut di atas menghasilkan skor 95,97 yang berarti menunjukkan hasil kurang baik. Skor dari masing-masing perspektif adalah keuangan 39,10 yang menunjukkan hasil cukup baik, pelanggan 21,07 menunjukkan hasil sangat kurang baik, proses bisnis internal 21,56 menunjukkan hasil kurang baik dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran adalah 14,24 menunjukkan hasil sangat kurang baik. Hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah indikator peningkatan dana, kredit, fee based income, peningkatan penjualan produk kartu kredit dan banc assurance. Pada proses bisnis internal perlu ditingkatkan manajemen resiko melalui peningkatan skor hasil audit internal, dan pada proses pertumbuhan dan pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah kepuasan kerja pegawai. Pengukuran kinerja yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Bogor Juanda lebih fokus kepada pengukuran kinerja keuangan antara lain pencapaian target-target RKAP. Sejak tahun 2004 Bank Mandiri telah melakukan penilaian kinerja perspektif pelanggan melalui jasa konsultan (MRI) dengan menerapkan pembelanja misterius. Dari hasil pengukuran kinerja Bank Mandiri Cabang Bogor Juanda dengan metode konvensional didapatkan rentang nilai 95,01-100 dengan skor 98,48 yang berarti kinerja cabang termasuk kategori cukup baik. Hasil tersebut dapat menyesatkan pihak manajemen karena manajemen merasa bahwa mereka telah bekerja cukup baik, padahal hasil yang didapatkan dengan pendekatan Balanced Scorecard perusahaan berkinerja kurang baik dengan skor 95,97. Hal tersebut merupakan cerminan dari hasil jangka pendek dengan mengorbankan kinerja jangka panjang dimana aspek internal seperti proses bisnis internal dan pertumbuhan dan pembelajaran tidak diukur oleh perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen adalah masalah pelayanan, skill petugas baik berupa pengetahuan produk, maupun penjelasan fitur produk yang masih mendapatkan skor rendah yaitu 65.45 dan 40 (skala 100), dan kepuasan kerja pegawai. Solusi antara lain menambah jumlah customer dan teller, mengusulkan kepada kantor pusat untuk mengevaluasi struktur gaji sehingga sesuai dengan keadaan saat ini, memberikan penghargaan kepada pegawai dalam hal sekecil apapun sangat berpengaruh terhadap motivasi pegawai. Peran pihak manajemen dalam meningkatkan kemampuan pegawai, kemampuan sistem informasi serta motivasi dan pemberdayaan pegawai secara maksimal pada tingkat employee skill akan mendukung proses bisnis internal. Proses operasional yang baik juga akan berdampak pada kepercayaan pelanggan. Ketika pelanggan merasa segala keinginan terpenuhi dalam hal pelayanan maka keinginan nasabah untuk menanamkan uangnya akan meningkat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Balanced Scorecard, Bank Mandiri Cabang Bogor Juanda, keuangan, tingkat kepuasan, bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran, rentang kriteria, paired comparison, pengukuran kinerja
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 31 Dec 2014 04:06
Last Modified: 31 Dec 2014 04:06
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2182

Actions (login required)

View Item View Item