Analisis keputusan petani dalam pembelian benih palsu kelapa sawit

Sipayung, Halomoan H.A. (2006) Analisis keputusan petani dalam pembelian benih palsu kelapa sawit. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E23-01-halomoan-Cover.pdf - Published Version

Download (558kB)
[img]
Preview
PDF
E23-02-halomoan-Abstract.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img]
Preview
PDF
E23-03-halomoan-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
E23-05-halomoan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (427kB)

Abstract

Salah satu permasalahan perkelapasawitan nasional adalah banyaknya penggunaan benih palsu khususnya pada perkebunan rakyat yang mengakibatkan produktivitas kelapa sawit nasional relatif rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia meskipun luas areal kelapa sawit Indonesia terbesar di dunia. Kerugian akibat penggunaan benih kelapa sawit palsu kepada petani sangat signifikan, masa produktif tanaman lebih pendek dengan tingkat produksi yang rendah sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan usaha petani dalam pengembalian modal, namun ironisnya banyak petani yang masih menggunakan benih palsu. Oleh sebab itu agar dapat disusun langkah-langkah pemecahan maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana preferensi dan pemahaman konsumen terhadap kualifikasi benih bermutu dan tata niaga benih kelapa sawit, bagaimana proses pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih palsu berlangsung dan strategi apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi penggunaan benih palsu. Adapun tujuan pemecahan masalah tersebut adalah mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap benih sawit dan pemahamannya terhadap tata niaga benih kelapa sawit, mengetahui proses pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih palsu dan merumuskan strategi kebijakan untuk mengatasi penggunaan benih palsu pada petani. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kampar Propinsi Riau dan responden penelitian ini adalah petani kelapa sawit sebanyak 85 orang. Teknik pengambilan contoh adalah dengan convenience sampling yang dikombinasikan dengan snow ball sampling. Adapun metoda analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: analisis harapan dan kinerja yang bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap sejumlah atribut benih, analisis faktor untuk mengatahui perilaku pembelian benih, serta uji Mann-Whitney, uji Kruskall Walis, dan uji-t sebagai metoda analisis pendukung. Dari hasil analisis harapan dan kinerja diperoleh hasil bahwa petani memiliki tingkat kepentingan yang tinggi terhadap benih bersertifikat dan berlabel, memiliki daya kecambah yang tinggi, bebas OPT dan kotoran, memiliki keseragaman fisik. Pemesanan benih juga diharapkan dapat dilakukan dengan mudah, dan saat melakukan pembelian, petani dapat memperoleh garansi dan bonus. Penyediaan benih oleh penangkar dirasa mampu memenuhi hampir keseluruhan atribut tersebut. Namun penangkar tidak mampu menyediakan benih bersertifikat, karena bukan merupakan institusi penyedia benih legal dan menyalurkan benih tanpa label serta tidak memberikan garansi terhadap kerusakan benih. Disamping itu penangkar tidak mampu memberikan jaminan bahwa benih yang ditawarkan akan menghasilkan tanaman yang memiliki produktivitas yang tinggi. Dari hasil uji pengetahuan, petani relatif memiliki pengetahuan yang rendah tentang benih kelapa sawit dimana sumber informasi utama petani adalah dari sesama petani dengan informasi yang tersebar cenderung kurang akurat. Sedangkan petani yang pernah mengikuti pelatihan tidak serta merta memiliki pengetahuan yang memadai tentang benih kelapa sawit, hal ini disebabkan karena pesan yang disampaikan terlalu abstrak dan tidak praktis. Untuk perilaku pembelian benih, adapun alternatif penyediaan benih oleh petani di Propinsi Riau dapat dikatergorikan dalam 3 kelompok yakni a) mengumpulkan benih itu sendiri dari buah kelapa sawit berondongan dari kebun kelapa sawit yang ada disekitar pertanaman dengan pertimbangan harga yang murah, dan karena kebun tersebut memiliki hasil produksi yang tinggi b) membeli benih produsen benih yang dianggap kredibel, karena seolah dapat memberi jaminan kualitas dan legalitas serta 3) membeli dari sumber-sumber benih yang ada di sekitar pertanaman dengan dasar pertimbangan bahwa penangkar relatif dikenal, petani lainnya biasa membeli dari tempat itu dan mudah dijangkau. Dari hasil analisis terhadap data di atas maka strategi yang dapat disusun sebagai upaya memberantas penggunaan benih sawit palsu pada petani adalah dengan meningkatkan pengetahuan petani tentang bahaya penggunaan benih tidak bermutu serta prosedur mendapatkan benih bermutu melalui sosialisasi yang bersifat praktis dan berkala secara berkelompok dengan menggunakan tenaga PPL atau dengan melakukan studi banding, demikian juga perlu adanya upaya mempermudah mekanisme penyediaan benih di lapangan dengan melakukan pemesanan kolektif dengan prantara disbun atau melalui penyediaan benih melalui model waralaba. Keberhasilan strategi pemberantasan benih palsu ini sangat ditentukan inisiatif pemerintah daerah dalam menyebarkan pengetahuan, pembinaan dan fasilitas penyediaan benih. Mengingat pengembangan kelapa sawit merupakan bidang usaha perkebunan yang cukup strategis maka perlu didukung tindakan serius dengan membentuk tim yang khusus menangani benih kelapa sawit yang didukung dengan penyediaan anggaran serta skill dan pengetahuan yang memadai, khususnya untuk daerah pengembangan kelapa sawit. Langkah-langkah untuk mengurangi permintaan terhadap benih palsu tetap perlu didukung penegakan hukum terhadap pelaku pengedaran benih palsu untuk menekan supply benih palsu serta pelaksanaan sosialisasi tentang sanksi hukum terhadap oknum pengedar benih palsu pada petani untuk tidak kemudian mengembangkan usaha sampingan dengan menjual benih palsu meskipun keuntungan yang dihasilkan cukup menarik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Benih palsu, preferensi petani, pengetahuan, keputusan pembelian
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 31 Dec 2014 04:24
Last Modified: 23 Jun 2016 09:00
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2183

Actions (login required)

View Item View Item