Pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap produktivitas kerja di balai besar pengembangan budidaya laut lampung

Teladan, Andri Satrio (2007) Pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap produktivitas kerja di balai besar pengembangan budidaya laut lampung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R34-01-Andri-Cover.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
R34-02-Andri-Abstract.pdf - Published Version

Download (349kB)
[img]
Preview
PDF
R34-03-Andri-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (382kB)
[img]
Preview
PDF
R34-04-Andri-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img]
Preview
PDF
R34-05-Andri-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (321kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sumberdaya manusia mempunyai peranan sangat penting dalam kehidupan organisasi, baik organisasi pemerintahan maupun organisasi swasta. Dalam organisasi pemerintahan, sumberdaya manusia aparatur memiliki peran ganda yaitu sebagai birokrat dan sebagai pelayan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motivasi kerja pegawai Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, dan menentukan alternatif solusi yang dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan studi kasus. Pengambilan sampel responden dengan cara menyebar kuisioner kepada pegawai Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan golongan kepangkatan. Metode analisis menggunakan rentang kriteria dan structural equation modeling. Total responden yang digunakan adalah 55 orang. Teknik rentang kriteria digunakan untuk melihat persepsi responden terhadap motivasi dan produktivitas. Dari hasil rentang kriteria menunjukkan bahwa untuk faktor motivator, responden berpendapat setuju mengenai pengakuan (X2) dan kesempatan menunjukkan kemampuan (X4), sedangkan responden berpendapat sangat setuju mengenai penyelesaian tugas (X1), kemampuan memecahkan masalah (X3), dan harapan berprestasi (X5). Terhadap faktor hygiene, responden berpendapat setuju mengenai hak-hak kepegawaian (X6) dan penghargaan (X10), sedangkan mengenai bimbingan dari atasan (X7), hubungan antar karyawan (X8), dan kondisi kerja (X9), responden berpendapat sangat setuju. Perihal produktivitas kerja, dari tujuh indikator yang ditetapkan, responden berpendapat tidak setuju terhadap kualitas hasil pekerjaan (Y1), sedangkan sisanya yaitu enam indikator yang lain, responden berpendapat setuju. Pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dianalisis dengan membangun sebuah model struktural berdasarkan teori motivasi Herzberg. Model yang dirancang terdiri dari variabel laten eksogenus produktivitas pegawai yang diukur dengan tujuh variabel indikator, yaitu kualitas hasil pekerjaan (Y1), kejujuran pegawai (Y2), inisiatif (Y3), absensi (Y4), kerjasama (Y5), tanggung jawab (Y6), dan pemanfaatan waktu (Y7). Pada variabel laten eksogenus motivator diukur dengan lima variabel indikator, yaitu penyelesaian tugas (X1), pengakuan (X2), kemampuan memecahkan masalah (X3), kesempatan menunjukkan kemampuan (X4), dan harapan berprestasi (X5). Begitu pula dengan variabel laten eksogenus hygiene, diukur dengan lima variabel indikator, yaitu hak-hak kepegawaian (X6), bimbingan dari atasan (X7), hubungan antar karyawan (X8), kondisi kerja (X9), dan penghargaan (X10). Dari hasil olahan menggunakan LISREL versi 8.51 model estimasi A yang dihasilkan harus dimodifikasi terlebih dahulu karena faktor muatan pada variabel laten hygiene dan variabel laten produktivitas kerja masih terdapat nilai negatif. Modifikasi dilakukan dengan cara menghilangkan variabel indikator yang tidak signifikan, dalam hal ini yaitu hak-hak kepegawaian (X6), dan kualitas hasil pekerjaan (Y1). Hasil modifikasi Model A menghasilkan Model B. Model B memiliki nilai P-value sebesar 0.10928 (P-value>0,05). Nilai RMSEA sebesar 0,059 (RMSEA ≤ 0,08), dan nilai Chi-square lebih kecil dari nilai tabel dengan derajat bebas 87. Hal ini berarti bahwa Model B lebih baik dibandingkan dengan Model A. Hasil analisis data menggunakan LISREL versi 8.51 menunjukkan bahwa produktivitas kerja pegawai di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung lebih dipengaruhi oleh faktor hygiene. Faktor hygiene lebih banyak berkaitan dengan kelangsungan hidup individu, dibandingkan dengan faktor motivator. Faktor muatan dan nilai-t dari faktor hygiene adalah 0,49 dan 2,78, sedangkan untuk faktor motivator adalah 0,25 dan 2,76. Dalam membentuk variabel laten eksogenus hygiene, variabel indikator yang paling besar memberikan kontribusi terhadap produktivitas kerja adalah variabel indikator kondisi kerja (X9) yang kemudian dijadikan sebagai indikator standar atau pembanding. Variabel indikator yang memberikan kontribusi terendah dalam membentuk variabel laten eksogenus hygiene adalah variabel indikator hubungan antar karyawan (X8). Dalam membentuk variabel laten eksogenus motivator, variabel indikator yang paling besar memberikan kontribusi dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai adalah variabel indikator kemampuan memecahkan masalah (X3) yang kemudian dijadikan sebagai indikator standar atau pembanding. Variabel indikator yang paling rendah kontribusinya dalam membentuk variabel laten motivator adalah variabel indikator pengakuan (X2). Upaya peningkatan motivasi yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja adalah: (1) menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja, menjaga ketersediaan fasilitas kantor yang menunjang pekerjaan, dan memperhatikan kenyamanan fasilitas perumahan pegawai. (2) mengadakan kegiatan-kegiatan bersama yang berkala dan berkelanjutan diluar kegiatan dinas, seperti rekreasi, olahraga, dan kegiatan lain sejenis. (3) peningkatan kualitas bimbingan dari atasan dengan cara pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas bimbingan, memberikan perhatian yang sama pada setiap pegawai, mengembangkan pola konsultasi, dan penyediaan instrumen pengawasan. (4) pemberian penghargaan kepada pegawai yang berprestasi. (5) memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai, dengan sebelumnya melakukan analisis kebutuhan pelatihan. (6) menyusun deskripsi tugas serta mendukung kebutuhan karyawan dalam memecahkan masalah. (7) menerapkan manajemen reward and punishment secara tegas dan konsisten, sehingga nantinya dapat dijadikan suatu budaya organisasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Motivasi, Produktivitas Kerja, Rentang Kriteria, Structural Equation Modeling, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 31 Dec 2014 04:41
Last Modified: 31 Dec 2014 04:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2184

Actions (login required)

View Item View Item