Analisis strategi peningkatan penerimaan pajak daerah bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (bphtb)

Arwani, . (2015) Analisis strategi peningkatan penerimaan pajak daerah bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (bphtb). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E42-01-Arwani-Cover.pdf

Download (377kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E42-02-Arwani-Ringkasan.pdf

Download (338kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E42-03-Arwani-Summary.pdf

Download (338kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E42-04-Arwani-Daftarisi.pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E42-05-Arwani-Pendahuluan.pdf

Download (392kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Terjadi fenomena yang menarik pada realisasi BPHTB di Kota Bekasi yang mengalami kenaikan dari tahun ke tahun namun bila diukur secara rasio kontribusinya mengalami penurunan. Kecenderungan menurunnya kontribusi BPHTB terhadap elemen pendapatan daerah dan adanya penyelundupan BPHTB menyiratkan ada permasalahan yang terjadi dalam proses pemungutan dan pengelolaan BPHTB di Kota Bekasi. Mengingat besarnya kontribusi BPHTB sehingga sangat mempengaruhi struktur penerimaan dalam APBD Kota Bekasi dan besarnya potensi yang harus diselamatkan, sudah menjadi keharusan bagi Kota Bekasi untuk melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penerimaan pendapatan pajak daerah BPHTB dalam rangka menopang pembiayaan pembangunan dan mencapai kemandirian fiskal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak daerah BPHTB, menganalisis faktor strategis internal dan eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan pemungutan dan pengelolaan BPHTB di Kota Bekasi dan merekomendasikan strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan penerimaan Pajak Daerah BPHTB. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif deskriptif dengan menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Perumusan strategi dengan menggunakan analisis SWOT, sedangkan untuk menentukan prioritas dilakukan dengan Analytical Hierarchy Proces (AHP). Hasil identifikasi lingkungan internal dan eksternal menunjukkan bahwa pelaksanaan pemungutan dan pengelolaan pajak daerah BPHTB oleh Dispenda Kota Bekasi mempunyai faktor kekuatan utama pada sarana dan prasarana pelayanan berupa fasilitas kantor yang cukup memadai dan mempunyai perangkat peraturan cukup lengkap dalam pemungutan dan pengelolaan BPHTB, dan kelemahan utamanya adalah rendahnya nilai NJOP properti akibat dari belum tuntasnya pelaksanaan pemutakhiran NJOP. Dari kedua kombinasi skor IFE dan IFE dan berdasarkan posisi pemetaan dalam matriks Internal dan eksternal posisi Dispenda dalam kuadran II yaitu kategori tumbuh dan kembangkan. Hasil analisis SWOT dan FGD terdapat empat alternatif strategi untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah BPHTB yaitu pengembangan sistem informasi BPHTB, peningkatan kapasitas dan integritas SDM, sosialisasi peraturan/regulasi tentang BPHTB dan pelaksanaan penegakan hukum/law enforcement. Hasil analisis AHP terhadap empat alternatif strategi ini memunculkan strategi peningkatan kapasitas dan integritas SDM dengan bobot paling tinggi yaitu 0,383 sebagai strategi prioritas yang dapat dilaksanakan oleh Dispenda Kota Bekasi dalam usahanya meningkatkan penerimaan pajak daerah BPHTB.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 7(E42)Arw a
Uncontrolled Keywords: analytical hierarchy process, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, internal factor evaluation, external factor evaluation, tax. analytical hierarchy process, acquisition of land and building, internal factor evaluation, external factor evaluation, tax.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Apr 2016 03:04
Last Modified: 30 Oct 2019 01:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2219

Actions (login required)

View Item View Item