Pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di bursa efek indonesia

Saputra, Tedy (2015) Pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di bursa efek indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R51-01-Tedy-Cover.pdf

Download (517kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R51-02-Tedy-Ringkasan.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R51-03-Tedy-Summary.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R51-04-Tedy-Daftarisi.pdf

Download (481kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R51-05-Tedy-Pendahuluan.pdf

Download (861kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Persaingan usaha menjadi semakin ketat seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi dewasa ini. Salah satu keputusan terpenting dari seorang manajer keuangan agar perusahaannya memiliki daya saing dalam jangka panjang adalah keputusan mengenai struktur modal. Struktur modal merupakan kombinasi atau bauran dari segenap pos yang masuk ke dalam sisi kanan neraca perusahaan (Brigham dan Weston 2004). Setiap manajemen perusahaan harus menemukan struktur modal yang tepat bagi perusahaannya agar dapat membantu kegiatan operasional perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja maupun profitabilitas dari perusahaan. Penelitian sebelumnya mengenai struktur modal telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi. Penelitian yang dilakukan oleh Abor (2005), Pratomo dan Ismail (2007), Goyal (2013), Saeed et al. (2013) dan Taani (2013) menemukan bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Disisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Zeitun & Tian (2007), Vitor & Badu (2012), Shubita & Alsawalhah (2012), Leon (2013) dan Hasan et al. (2014) menemukan hasil sebaliknya, di mana struktur modal memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Lain lagi dengan Ebaid (2009) yang menemukan bahwa struktur modal memiliki pengaruh yang lemah-tidak berpengaruh terhadap kinerja dari perusahaan. Penelitian sebelumnya mengenai stuktur modal menghasilkan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali bagaimana pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan sektor keuangan di Indonesia. Terdapat tiga motivasi dari pemilihan sektor keuangan sebagai sektor yang akan diteliti. Pertama, penelitian sebelumnya banyak yang meneliti struktur modal dari berbagai sektor pada berbagai negara, tetapi mengeluarkan sektor keuangan dalam penelitiannya. Hal tersebut terkait oleh perbedaan struktur modal pada sektor keuangan dibandingkan dengan sektor-sektor lain di pasar modal. Hal ini terkait pula dengan sektor keuangan yang sebagian besar terdiri atas regulated firms di mana kegiatan usahanya diatur oleh undang-undang atau aturan tertentu. Kedua, penelitian sebelumnya pada sektor keuangan hanya fokus pada salah satu subsektor saja, yaitu perbankan, sedangkan subsektor lain yang terdapat pada sektor keuangan tidak ikut diteliti. Ketiga, pentingnya sektor keuangan bagi suatu negara, khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur modal dan kinerja perusahaan pada sektor keuangan, serta menganalisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan di dalam sektor keuangan. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi data panel untuk mengestimasi laporan keuangan tahunan dari 55 perusahaan sektor keuangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009 hingga 2013. Perusahaan yang diteliti berasal dari lima subsektor yang terdapat di dalam sektor keuangan, yaitu perbankan, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, perusahaan asuransi dan perusahaan pendanaan lain. Variabel terikat yang digunakan pada penelitian antara lain return on asset (ROA), return on equity (ROE), earning per share (EPS) dan nilai perusahaan (TOBINSQ). Variabel bebas yang mewakili struktur modal terdiri atas hutang jangka pendek terhadap total aset (SDTA), hutang jangka panjang terhadap total aset (LDTA), total hutang terhadap total aset (TDTA) dan total hutang terhadap total ekuitas (TDTE). Penelitian juga menggunakan variabel kontrol berupa ukuran perusahaan (SIZE) dan pertumbuhan aset (AG). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa masing-masing subsektor keuangan menerapkan struktur modal yang bervariasi dan sebagian besar dibiayai oleh hutang. Subsektor perbankan merupakan subsektor yang paling banyak menggunakan hutang sebagai sumber pendanaannya, dengan rata-rata TDTA sebesar 89% yang terdiri atas 73% hutang jangka pendek dan 16% hutang jangka panjang. Subsektor lembaga pembiayaan, perusahaan efek, asuransi dan pendanaan lain mencatatkan rata-rata TDTA masing-masing sebesar 64%, 52%, 56% dan 43%. Apabila dilihat dari kinerja perusahaan, subsektor keuangan memiliki kinerja yang cukup baik selama periode 2009-2013. Investasi yang dilakukan pada sektor keuangan menjadi pilihan yang cukup menarik bagi para investor karena memberikan keuntungan yang cukup besar, di mana rata-rata ROE pada kelima subsektor memiliki nilai diatas 10%. Subsektor lembaga pembiayaan mencatatkan nilai rata-rata ROA, ROE dan EPS tertinggi, yaitu sebesar 6.71%, 18.26% dan Rp256.03 selama periode 2009 hingga 2013. Apabila ditinjau dari nilai TOBINSQ, sebagian besar subsektor keuangan memiliki rasio TOBINSQ lebih besar dari 1, kecuali pada subsektor asuransi (0.92) dan pendanaan lain (0.98). Selain itu, perusahaan-perusahaan pada tiap subsektor juga telah mematuhi aturan mengenai permodalan yang ditetapkan oleh OJK. Secara garis besar, variabel struktur modal menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil analisis regresi terhadap seluruh perusahaan menunjukkan hasil yang bervariasi terhadap keempat variabel dependen. Variabel TDTA menghasilkan pengaruh signifikan negatif terhadap ROA, pengaruh signifikan positif terhadap EPS dan TOBINSQ serta tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel ROE. Hasil regresi pada masing-masing subsektor keuangan pun memiliki hasil yang berbeda-beda. Variabel struktur modal menghasilkan pengaruh positif pada subsektor perbankan, asuransi dan perusahaan pendanaan lain sehingga penggunaan hutang dianjurkan pada ketiga subsektor tersebut. Selain itu, struktur modal menghasilkan pengaruh negatif terhadap subsektor lembaga pembiayaan dan perusahaan efek sehingga perusahaan-perusahaan pada kedua subsektor tersebut hendaknya menghindari hutang dan lebih banyak menggunakan dana internal yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Penentuan kebijakan struktur modal pada masing-masing subsektor tentunya harus mempertimbangkan struktur modal yang optimal, di mana manajemen harus menciptakan kombinasi antara hutang dan ekuitas dengan porsi tertentu sehingga menghasilkan biaya modal yang minimum serta dapat memaksimumkan kinerja dan nilai dari perusahaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 2(51)Sap p
Uncontrolled Keywords: Bursa Efek Indonesia (BEI), data panel, kinerja perusahaan, sektor keuangan, struktur modal capital structure, financial sector, firm performance, Indonesia Stock Exchange (IDX), panel data
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Apr 2016 06:06
Last Modified: 05 Nov 2019 04:35
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2223

Actions (login required)

View Item View Item