Pengaruh kebijakan bisnis operator telekomunikasi indonesia terhadap kinerja keuangan dan resiko kebangkrutan

Arlinda, . (2015) Pengaruh kebijakan bisnis operator telekomunikasi indonesia terhadap kinerja keuangan dan resiko kebangkrutan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E46-01-Arlinda-Cover.pdf

Download (434kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E46-01-Arlinda-Pendahuluan.pdf

Download (928kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E46-02-Arlinda-Ringkasan.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E46-03-Arlinda-Summary.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E46-04-Arlinda-Daftarisi.pdf

Download (641kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Merger dan akuisisi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan, pertumbuhan dan diversifikasi usaha. Merger dan akuisisi dalam penelitian ini adalah merger dan akuisisi yang dilakukan antar perusahaan dalam industri yang sama. Tujuan lain dari merger dan akuisisi ini adalah agar perusahaan dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat, contohnya bisnis telekomunikasi Indonesia yang telah mengalami penetrasi pasar lebih dari 100% dan cenderung jenuh. Beberapa contoh perusahaan telekomunikasi Indonesia yang telah melakukan merger dan akuisisi atau diakuisisi adalah Telkom Indonesia, Indosat, SmartFren dan Bakrie Telecom. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa dampak dari merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan, nilai tambah perusahaan dan nilai saham fundamental sebagai proxy, DSC dan Altman Z-Score sebagai proxy kesulitan keuangan dan pangsa pasar terhadap lima besar operator telekomunikasi Indonesia. Analisis menggunakan Uji T berpasangan, menunjukkan ada perbedaan yang signifikan untuk ROA dan MVA pada Bakrie Telecom, MVA dan total Debt to Equity Ratio pada SmartFren dan beberapa rasio keuangan, EVA, MVA, PER dan PBV untuk Indosat dan Telkom. Perbedaan dampak pada beberapa variabel ini disebabkan oleh perbedaan durasi pasca merger dan akuisisi untuk tiap perusahaan yang diamati. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa DSC sebagai proxy lebih tepat untuk menggambarkan kesulitan keuangan selama lima perusahaan-perusahaan ini Indonesia dibandingkan dengan Altman Z-Score. Tulisan ini juga menunjukkan tidak ada perubahan dalam pangsa pasar untuk lima perusahaan setelah merger dan akuisisi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 2(E46)Arl p
Uncontrolled Keywords: akuisisi, financial distress, kinerja keuangan, merger Acquisitions, financial distress, financial performance, mergers
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Apr 2016 09:00
Last Modified: 30 Oct 2019 01:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2226

Actions (login required)

View Item View Item