Pengembangan sektor unggulan dan implikasinya terhadap peningkatan portofolio pinjaman dan penurunan kredit bermasalah usaha kecil menengah

Lumbantoruan, Dewi Margareth (2015) Pengembangan sektor unggulan dan implikasinya terhadap peningkatan portofolio pinjaman dan penurunan kredit bermasalah usaha kecil menengah. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E48-01-Dewi-Cover.pdf

Download (532kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E48-02-Dewi-Ringkasan.pdf

Download (417kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E48-03-Dewi-Summary.pdf

Download (419kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E48-04-Dewi-Daftarisi.pdf

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E48-05-Dewi-Pendahuluan.pdf

Download (840kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Pada semester pertama tahun 2014 stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga walaupun dihadapkan pada tantangan baru berupa perlambatan perekonomian domestik sebagai dampak dari berlanjutnya beberapa permasalahan eksternal dan internal pada semester sebelumnya. Permasalahan eksternal dipicu oleh ketidakpastian pertumbuhan perekonomian global dan tren penurunan harga komoditas terutama Crude Palm Oil serta minyak dunia yang berimplikasi pada turut melambatnya pertumbuhan ekonomi di berbagai Negara Emerging Market termasuk Indonesia, Permasalahan Internal antara lain terkait defisit transaksi berjalan dan beberapa resiko ketidakseimbangan keuangan seperti potensi terjadinya downturn pada siklus keuangan yang dapat memicu perlambatan perkonomian domestik lebih lanjut. Kondisi perekonomian membawa dampak terhadap kinerja perbankan Indonesia dimana total kredit perbankan mengalami perlambatan pertumbuhan dari 21.73 persen (year on year 2013 versus 2012) menjadi 17 persen (year on year Juni 2014 versus Juni 2013). Perlambatan pertumbuhan ini juga dialami oleh kredit Usaha Kecil Menengah (UKM). Pada semester I tahun 2014, pangsa pasar kredit UKM terhadap total kredit perbankan menurun dari tahun lalu di periode yang sama dari 15.96 persen menjadi 14.97 persen. Baki Debet UKM semester I tahun 2014 tercatat sebesar 520 473 milyar rupiah, pertumbuhannya mengalami perlambatan dari 14.15 persen (year on year 2013 versus 2012) menjadi 9.6 persen (year on year Juni 214 versus Juni 2013). Sementara resiko kredit cenderung meningkat, tercermin dari kenaikan rasio Non Performing Loan (NPL) kredit UKM yang meningkat dari 3.39 persen di Desember 2013 menjadi 4.05 persen di Desember 2014. Ada dugaan bahwa pola diatas tidak bersifat umum, tetapi akan spesifik terjadi pada sektor industri tertentu sehingga perlu kajian lebih dalam mengenai sifat spesifik sektoral. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Klassen Typologi. Hasil konsolidasi berupa irisan sektor dari kedua analisis akan dikembangkan sebagai sektor unggulan. Hasil analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 12 sektor ekonomi merupakan sektor unggulan yang tersebar di 33 provinsi, dimana sektor Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Pertanian merupakan sektor yang penyebarannya tertinggi di kuadran 1 sementara sektor Transportasi, Perantara Keuangan, dan Perikanan merupakan sektor yang penyebarannya tertinggi di Kuadran 4. Hasil analisis Klassen Typologi menunjukkan bahwa sektor yang maju dan tumbuh pesat terdiri dari 12 sektor ekonomi yang tersebar di 31 provinsi, dimana sektor Pertanian, Perikanan, dan Konstruksi merupakan sektor yang penyebarannya tertinggi. Hasil konsolidasi analisis LQ dan Klassen Typologi menunjukkan bahwa terdapat 10 sektor unggulan yang tersebar di 27 provinsi yaitu sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa kemasyarakatan, konstruksi, listrik, gas dan air, penyedia akomodasi dan makan minum, pertambangan, perdagangan, dan transportasi. Sektor unggulan tidak sama di setiap provinsi, meskipun ada sektor-sektor tertentu yang unggul di beberapa provinsi namun ada juga sektor yang dominan hanya di provinsi tertentu saja. Pengembangan sektor unggulan dapat membantu perbankan untuk mengetahui sektor yang memiliki potensi pasar yang tinggi di provinsi tertentu beserta tingkat resikonya.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 2(E48)Lum p
Uncontrolled Keywords: Klassen Typologi, Location Quotient , Sektor Unggulan Klassen Typologi, Leading Sector, Location Quotient
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 20 Apr 2016 02:45
Last Modified: 31 Oct 2019 08:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2228

Actions (login required)

View Item View Item