Analisis pengembangan modal bisnis cv kandura keramik

Permadi, Benedictus (2015) Analisis pengembangan modal bisnis cv kandura keramik. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R47-01-Permadi-Cover.pdf

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R47-02-Permadi-Ringkasan.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R47-03-Permadi-Summary.pdf

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R47-04-Permadi-Daftarisi.pdf

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R47-05-Permadi-Pendahuluan.pdf

Download (440kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Kandura Keramik merupakan sebuah perusahaan yang berfokus di bidang pembuatan keramik mulai dari elemen estetis hingga aksesoris dengan berbagai konsumen yang berbeda-beda. Proyek elemen estetis dan proyek tableware memiliki sasaran konsumen bisnis project yang terdiri dari hotel, restoran, dan hunian. Sedangkan untuk retail tableware dan retail aksesoris, perusahaan menjual produknya kepada konsumen retail dengan rasio umur 21-45 tahun. Setiap sasaran yang dituju memiliki harga, desain, dan sistem penjualan yang berbeda-beda, namun hasil dari perlakukan yang berbeda-beda tersebut, proyek tablewarelah yang memiliki keuntungan lebih besar dibandingkan dengan lainnya. Hal ini dikarenakan proyek tableware untuk satu konsumen dapat memesan produk dengan jumlah yang sangat besar. Dilihat dari jumlah penjualan tableware yang jauh lebih dominan dibandingkan yang lainnya, maka perusahaan lebih fokus dalam memasarkan produknya dibidang tableware. Penjualan yang flutuatif setiap tahunnya disebabkan oleh beberapa permasalahan. Permasalahan pertama yang dialami perusahaan yaitu perusahaan tidak mampu menjual produknya ke masyarakat Bandung dan sekitarnya. Faktor dari pola produktif yang telah diterapkan di daerah Bandung justru menyebabkan perusahaan harus menjual produknya ke masyarakat luar wilayah Bandung. Berdasarkan informasi dari internal perusahaan, tahun 2005-2013 hanya 10% nya berasal dari hotel dan restoran kota Bandung. Berbeda dengan jumlah konsumen yang berasal dari luar wilayah Bandung yang meningkat hingga 90% dari tahun 2005-2013. Permasalahan kedua adalah perusahaan terlalu bergantung kepada mitra bisnisnya. Selama ini untuk pemasaran perusahaan bergantung kepada rekan bisnis online, kualitas bahan baku bergantung kepada industri keramik atau pemasok bahan baku utama, dan pengiriman produk dengan menggunakan satu rekanan kurir. Permasalahan yang ketiga adalah ketika dua mitra perusahaan melakukan perubahan kebijakan bagi perusahaan. Mitra perusahaan tersebut adalah rekanan kurir dan industri keramik. Rekanan kurir merubah kebijakan untuk membatasi pengiriman keramik dari perusahaan. Sedangkan industri keramik melakukan perubahan kebijakan yaitu perusahaan dapat melakukan order keramik jika jumlah diproduksi minimum 16000 pieces per satu bentuk keramik. Hambatan ini jelas mengganggu perusahaan karena harus mencari konsumen yang ingin memproduksi barang dalam jumlah yang besar atau perusahaan harus bisa mencari konsumen yang mau membeli produk dengan desain yang sama. Hambatan ini mempengaruhi sistem produksi dan operasi perusahaan karena pada kenyataannya perusahaan tidak sanggup memproduksi dengan kapasitas yang sangat Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data melalui pendekatan studi kasus. Selain itu, metode yang dilakukan juga menggunakan kombinasi pendekatan benchmarking dan business model canvas melalui wawancara dan FGD yang dilakukan terhadap responden. Setelah melakukan analisis business model canvas, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis SWOT pada masing-masing elemen business model canvas (BMC). Berdasarkan hasil penelitian, CV Kandura Keramik memiliki model bisnis dimana konsumen bisnis project dan konsumen retail sebagai customer segmentations perusahaan, dengan value propositions produk keramik tableware memiliki desain yang kontemporer, bentuk, pewarnaan yang unik dan bahan baku terstandarisasi. Untuk menghasil value prepositions yang sempurna perusahaan menggunakan key activities yang dimulai dari tahap desain, art work, eksperimen, hingga memproduksi keramik. Seluruh proses ini didukung sepenuhnya oleh key resources perusahaan yaitu SDM yang berkualitas dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Perusahaan menggunakan media/ channel partner yang berasal dari pameran dan bazar, media sosial, liputan media, website, retail store untuk memasarkan produknya. Konsumen bisnis project merupakan konsumen utama yang customer relationshipsnya masih menggunakan pendekatan personal. Proses operasional perusahaan ini didukung pihak eksternal yang berperan besar dalam produktivitas dan distribusi dimana beberapa key partnerships tersebut antara lain manufaktur, pemasok tunggal bahan baku, retail online, dan retail offline. Revenue streams perusahaan terbagi menjadi empat bagian yaitu project, penjualan online dan offline, workshop serta wisata edukasi, sedangkan cost structures yang dikeluarkan perusahaan terdiri dari gaji karyawan, operasional kantor, operasional workshop, sewa dan hutang modal, dan rekanan manufaktur. Terdapat sembilan elemen yang membedakan antara PT XYZ sebagai benchmarking dengan CV Kandura Keramik yaitu 1) segmentasi berpusat pada wisatawan dalam dan luar negeri, hotel dan restoran bintang lima, dan konsumen online, 2) desain yang memiliki nilai estetika dan daya tahan tinggi namun tetap mempertahankan ciri khas bernuansa Bali, 3) media yang digunakan PT XYZ terdiri dari showroom, website, liputan media, media sosial, pameran, 4) Customer service melalui website maupun di showroom, 5) kunci dari sumber daya yang digunakan berasal dari bahan baku, teknik pembakaran, kualitas SDM, 6) mitra kerja utama PT XYZ terdiri dari pemasok bahan baku, retail online dan offline, rekanan kurir 7) pendapatan perusahaan terdiri dari project, penjualan offline dan online, ekspor 8) kunci aktivitas PT XYZ sama dengan CV Kandura Keramik yaitu eksperimen, desain, art work, produksi, dan quality control 9) struktur biaya PT XYZ terdiri dari Gaji karyawan, biaya showroom, operasional kantor, sewa dan hutang modal, serta pembayaran untuk mitra bisnis. Strategi-strategi yang digunakan untuk menyempurnakan model bisnis perusahaan terbagi dalam empat bagian yaitu: strategi pengembangan pasar, strategi pemanfaatan teknologi dan peningkatan pemasaran, mencari dan mengadakan pelatihan bagi SDM yang potensial, dan strategi peningkatan kualitas dan kuantitas produk.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 25(47)Per a
Uncontrolled Keywords: benchmarking, business model canvas, ceramic, strategy, swot benchmarking, business model canvas, keramik, strategi, swot
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 20 Apr 2016 08:37
Last Modified: 01 Nov 2019 03:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2234

Actions (login required)

View Item View Item