Pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha nasabah program daya tumbuh usaha bank tabungan pensiunan nasional

Kusumaningtyas, Putri (2015) Pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha nasabah program daya tumbuh usaha bank tabungan pensiunan nasional. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E41-01-Putri-Cover.pdf

Download (430kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E41-02-Putri-Ringkasan.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E41-03-Putri-Summary.pdf

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E41-04-Putri-Daftarisi.pdf

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E41-05-Putri-Pendahuluan.pdf

Download (804kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi terhadap perekonomian Indonesia, yang dapat dilihat dari unit usaha, jumlah tenaga kerja dan kontribusi terhadap PDB Indonesia. Sebagai bank yang memiliki visi menjadi bank mass market terbaik di Indonesia, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berkomitmen untuk mengembangkan UMKM di Indonesia melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas nasabah. BTPN tidak hanya menawarkan kredit, melainkan juga pelatihan-pelatihan guna memberikan peluang untuk tumbuh melalui program Daya Tumbuh Usaha (DTU). Program DTU terdiri dari tiga sub-program, yaitu pelatihan, informasi bisnis, dan peluang usaha baru. Kajian yang dilakukan oleh BTPN dan Kerjasama dan Penjaminan Mutu Manajemen dan Bisnis IPB (KPM MB IPB) pada tahun 2013 menunjukkan indikasi bahwa pelatihan (jenis pelatihan yang diikuti dan frekuensi mengikuti pelatihan) berhubungan dengan peningkatan pendapatan usaha. Namun hubungan tersebut tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai besar peningkatan pendapatan (omzet) yang disebabkan oleh adanya pelatihan atau faktor yang lain, dan jika pernyataan tersebut benar, maka besar pengaruh yang dihasilkan oleh pelatihan terhadap kinerja usaha perlu diukur. Jenis pelatihan yang diikuti oleh responden adalah pelatihan keuangan, pelatihan pemasaran, pelatihan penjualan, pelatihan persediaan, dan pelatihan sumberdaya manusia. Menarik pula jika diteliti apakah pelatihan berpengaruh langsung terhadap kinerja usaha atau melalui variabel perantara (variabel intervening) penerapan manajemen, karena penelitian Andria dan Trisyulianti (2011) dan Ahmad (2013) menyebutkan bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh adanya implementasi manajemen yang digambarkan dengan pencapaian target operasional, pemasaran maupun keuangan. Penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha dengan penerapan manajemen sebagai variabel perantara (intervening), serta melihat hubungan antara variabel pelatihan, kinerja usaha dan penerapan manajemen dengan komponen-komponen pembentuknya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Kajian Dampak Daya Tumbuh Usaha Tahun 2013 yang merupakan kerjasama antara BTPN dengan KPM MB IPB dan penulis merupakan salah satu anggota tim KPM MB IPB. Evaluasi model SEM secara keseluruhan menunjukkan model pada penelitian ini adalah good fit model yang dilihat dari beberapa pengujian model yaitu chi-square/df, p-value, GFI, RMR, RMSEA, AGFI, NFI dan CFI. Seluruh indikator tersebut menunjukkan nilai yang memenuhi syarat kecuali nilai p-value yang nilainya lebih kecil dari nilai minimum. Namun hal tersebut tidak secara langsung menyatakan bahwa keseluruhan model tidak sesuai. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha baik secara langsung ataupun tidak langsung melewati penerapan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha secara langsung (0.2) lebih kecil jika dibandingkan dengan pengaruh pelatihan terhadap kinerja usaha melewati penerapan manajemen (0.3). Pengaruh pelatihan yang lebih besar jika melalui penerapan manajemen menunjukkan bahwa penerapan materi yang telah diajarkan oleh BTPN melalui pelatihan akan lebih meningkatkan kinerja usaha nasabah lebih tinggi 0.1 satuan dan membuktikan bahwa eksekusi suatu strategi atau kegiatan dalam manajemen mampu meningkatkan kinerja usaha. Hubungan antara pelatihan, kinerja usaha dan penerapan manajemen terhadap indikator pembentuknya dapat dilihat melalui tingkat signifikansi (uji-t) dan nilai loading factor (untuk melihat kontribusi masing-masing indikator). Variabel pelatihan terdiri dari 5 indikator, yaitu frekuensi mengikuti pelatihan keuangan, frekuensi mengikuti pelatihan pemasaran, frekuensi mengikuti pelatihan penjualan, frekuensi mengikuti pelatihan persediaan, frekuensi mengikuti pelatihan sumberdaya manusia. Nilai uji-t untuk seluruh indikator tersebut menunjukkan nilai lebih dari 1.96 (tingkat kepercayaan 0.05), sehingga seluruh indikator tersebut signifikan terhadap variabel pelatihan. Nilai loading factor menunjukkan angka yang paling tinggi adalah frekuensi mengikuti pelatihan keuangan (0.98). Nilai loading factor paling tinggi menunjukkan bahwa indikator frekuensi mengikuti pelatihan keuangan adalah indikator yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pelatihan. Variabel selanjutnya adalah penerapan manajemen dengan 5 variabel indikator yaitu penerapan manajemen keuangan, penerapan manajemen pemasaran, penerapan manajemen penjualan, penerapan manajemen persediaan, dan penerapan manajemen sumberdaya manusia. Nilai uji-t untuk variabel indikator penerapan manajemen menunjukkan nilai lebih dari 1.96, sehingga seluruh indikator penerapan manajemen signifikan terhadap penerapan manajemen. Nilai loading factor menunjukkan bahwa indikator penerapan manajemen yang paling berkontribusi terhadap penerapan manajemen adalah penerapan manajemen penjualan (1.17). Kinerja usaha memiliki 4 indikator pembentuk, yaitu pendapatan (omzet), keuntungan (profit), kekayaan usaha (asset) dan sisa pinjaman. Nilai uji-t untuk masing-masing indikator menunjukkan lebih dari 1.96, yang berarti bahwa hubungan antara kinerja usaha dengan indikator kinerja usaha adalah signifikan. Nilai loading factor menunjukkan angka yang paling tinggi adalah pendapatan (omzet), keuntungan (profit), dan sisa pinjaman dengan nilai yang sama yaitu 1.00. Nilai loading factor yang sama ini menunjukkan bahwa indikator kinerja usaha yang mampu menggambarkan atau berkontribusi paling besar adalah pendapatan (omzet), keuntungan (profit) dan sisa pinjaman. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh BTPN antara lain mengatur ulang jadwal pelatihan, peningkatan kesadaran nasabah akan pentingnya pelatihan menggunakan media (brosur, leaflet, dan lain-lain), monitoring, evaluasi dan pembinaan secara rutin untuk mendorong penerapan manajemen, serta perbaikan modul.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 6(E41)Kus p
Uncontrolled Keywords: Analisis Structural Equation Modelling (SEM), pelatihan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Structural Equation Modelling (SEM), training, micro, small and medium enterprises (SMES)
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 21 Apr 2016 03:41
Last Modified: 31 Oct 2019 06:55
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2250

Actions (login required)

View Item View Item