Pengaruh kompetensi dan peningkatan kesejahteraan terhadap kinerja auditor di badan pemeriksa keuangan

Wahyuningtyas, Endah (2015) Pengaruh kompetensi dan peningkatan kesejahteraan terhadap kinerja auditor di badan pemeriksa keuangan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R49-01-Endah-Cover.pdf

Download (512kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R49-02-Endah-Ringkasan.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R49-03-Endah-Summary.pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R49-04-Endah-Daftarisi.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R49-05-Endah-Pendahuluan.pdf

Download (525kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Sebagai suatu sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM), manajemen kinerja memegang peranan penting dalam suatu organisasi, karena dapat memberikan gambaran mengenai hasil atau pencapaian prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai maupun organisasi. Setiap organisasi membutuhkan SDM yang memiliki mutu dan profesionalitas di bidang pekerjaannya, sehingga dengan adanya kinerja yang baik, maka organisasi dapat merencanakan, menyeleksi, mengevaluasi dan mengembangkan para pegawainya untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi yang diharapkan. Penilaian kinerja auditor merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan SDM di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan adanya penilaian kinerja akan diketahui faktor-faktor yang mendorong tingkat kinerja yang paling efektif dari para auditor. Faktor-faktor yang digunakan oleh BPK dalam menilai kinerja pegawai adalah pengetahuan, pelatihan, kompetensi perilaku dan kompetensi teknis dari para auditor. Dalam Renstra BPK 2011-2015 tujuan BPK adalah berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sumberdaya manusia dan mengevaluasi kinerja dengan cara menerapkan manajemen kinerja berbasis kompetensi secara konsisten dan menyeluruh. Namun pada prakteknya penilaian atau evaluasi kinerja masih terbatas pada saat dilakukan tugas audit dan belum dilakukan secara menyeluruh di dalam tugas harian pegawai. Sebagai salah satu pilot project pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan pemerintahan, BPK juga memperbaiki komponen kesejahteraan pegawai sebagai bentuk insentif bagi pegawai yang diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan kinerja individu. Berdasarkan fakta di atas, pada penelitian ini dilakukan analisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja auditor. Selanjutnya dilakukan pengukuran tentang besarnya pengaruh komponen kompetensi yang terdiri dari pendidikan, pengetahuan, pelatihan (diklat), pengalaman kerja, kompetensi perilaku, kompetensi teknis, serta komponen kesejahteraan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan remunerasi dan honor berupa audit fee, terhadap kinerja auditor. Hasil dari pengukuran tersebut kemudian dirumuskan faktor-faktor yang dapat berpengaruh nyata dalam meningkatkan kinerja auditor di BPK. Data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan teknik penarikan contoh dengan Stratified Random Sampling, serta metode penelitian menggunakan analisis regresi multivariat untuk menganalisis pengaruh faktor kompetensi dan kesejahteraan dalam meningkatkan kinerja auditor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja auditor dipengaruhi positif oleh faktor kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, pengalaman kerja, kompetensi perilaku dan kompetensi teknis. Sedangkan faktor kesejahteraan tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja auditor. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, faktor kesejahteraan tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja, karena pemberian kesejahteraan hanya berdasarkan job grade atau peran jabatan fungsional auditor namun belum disesuaikan atas beban kerja maupun pencapaian kinerja dari masing-masing individu. Hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan penelitian lanjutan dengan menambah komponen lain di dalam komponen kesejahteraan sebagai peubah intervening untuk memengaruhi peningkatan kinerja auditor, berupa faktor kepuasan kerja, motivasi kerja ataupun beban kerja para auditor. Penelitian lanjutan ini direkomendasikan untuk mencari faktor-faktor lain diluar faktor kompetensi dan kesejahteraan yang dapat meningkatkan pencapaian kinerja auditor.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 25(49)Wah p
Uncontrolled Keywords: Badan Pemeriksa Keuangan, kesejahteraan, kinerja auditor, kompetensi. Audit Board of Republic of Indonesia, Welfare, Auditor Performance, Competence.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 22 Apr 2016 02:58
Last Modified: 12 Nov 2019 04:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2268

Actions (login required)

View Item View Item