Nuraeni, , (2015) Evaluasi kualitas jasa pelabuhan daratan (dry port) (studi kasus: cikarang dry port). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.
|
Text
12EK-01-Nuraeni-Cover.pdf Download (405kB) | Preview |
|
|
Text
12EK-02-Nuraeni-Ringkasan.pdf Download (393kB) | Preview |
|
|
Text
12EK-03-Nuraeni-Summary.pdf Download (395kB) | Preview |
|
|
Text
12EK-04-Nuraeni-Daftarisi.pdf Download (419kB) | Preview |
|
|
Text
12EK-05-Nuraeni-Pendahuluan.pdf Download (431kB) | Preview |
|
![]() |
Text
Tesis.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Ekspor impor merupakan kegiatan pentingnya bagi kegiatan perekonomian daerah maka diperlukan beberapa solusi multimoda transportasi yang terintegrasi baik dari segi fasilitas maupun regulasi (peraturan dan kebijakan) yang mampu melayani serta menangani berbagai kegiatan menyangkut ekspor impor itu sendiri. Latar belakang pembangunan dry port atau pelabuhan daratan adalah sebagai sebuah solusi penunjang kegiatan ekspor impor dengan menggunakan petikemas dan untuk melayani kebutuhan perdagangan daerah pedalaman (hinterland). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dan strategi pemasaran yang diterapkan oleh dry port (studi kasus: Cikarang Dry Port). Penelitian ini menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA), Kuadran Importance Performance Grid, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Analisis GAP untuk mencari kualitas pelayanannya. Dalam penelitian ini peneliti juga mencoba merumuskan strategi perusahaan dalam rangka meningkatkan penggunaan jasa dry port, dengan metode Matrik IFE dan EFE, Matriks Internal-Eksternal, Matriks TOWS atau SWOT, hingga Quantitative Stategic Planning Matriks (QSPM). Berdasarkan hasil perhitungan diketahui Customer Satisfaction Index di dry port Cikarang sebesar 71,85%. Dari 33 variabel pertanyaan Importance Performance Grid didapatkan ada 9 variabel pada kuadran 1; 9 variabel pada kuadran 2; 10 variabel pada kuadran 3; dan 5 variabel pada kuadran 4. Hasil perhitungan Matrik Internal-Eksternal didapatkan posisi strategi berada posisi 1 atau cocok dengan tumbuh kembang. Sedangkan untuk Matiks TOWS atau SWOT berada pada strategi Weakness-Threats (WT). Berdasarkan perhitungan QSPM dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa alternatif terbaik dalam meningkatkan penggunaan dry port oleh pengguna jasa (freight forwarder/EMKL) adalah melakukan promosi yang besar-besaran.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Additional Information: | 3(12EK)Nur e |
Uncontrolled Keywords: | cikarang dry port, evaluasi, kualitas pelayanan, strategi pemasaran. cikarang dry port, evaluation, quality service, marketing strategy. |
Subjects: | Manajemen Pemasaran |
Depositing User: | SB-IPB Library |
Date Deposited: | 26 Apr 2016 03:10 |
Last Modified: | 01 Nov 2019 03:20 |
URI: | http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2281 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |