Analisis faktor-faktor penyebab pembiayaan bermasalah di bank pembiayaan rakyat syariah periode 2009-2013

Lusian, Sova (2015) Analisis faktor-faktor penyebab pembiayaan bermasalah di bank pembiayaan rakyat syariah periode 2009-2013. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R50-01-Sova-Cover.pdf

Download (848kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-02-Sova-Summary.pdf

Download (555kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-03-Sova-Ringkasan.pdf

Download (434kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-04-Sova-Daftarisi.pdf

Download (596kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-05-Sova-Pendahuluan.pdf

Download (858kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Permasalahan UMKM salah satunya adalah kurangnya modal usaha. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan formal sebagai penghubung antara rencana pemerintah untuk dapat membantu Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dengan memberikan modal. Namun masalah selanjutnya adalah banyak pelaku UMKM yang tidak terbiasa berhubungan dengan bank dan tingginya suku bunga kredit, sehingga penyaluran kredit tidak optimal. Bank dengan prinsip syariah merupakan satu solusi dari permasalahan suku bunga di bank konvensional yang sangat tinggi untuk UMKM. Jumlah pembiayaan bank syariah yang masih lebih sedikit bila dibandingkan dengan bank konvensional dapat dilihat dari jumlah pembiayaan pada April 2014 misalnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyalurkan Rp28 429.66 milyar, sedangkan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) hanya menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp2781.44 milyar. Peluang pembiayaan UMKM tentu diiringi dengan permasalahanya yang dicerminkan dalam Non performing financing (NPF). BPRS memiliki NPF yang tinggi bila dibandingkan dengan jenis bank lain dan selalu di atas ketentuan maksimum NPF dari Bank Indonesia yaitu 5%. Jumlah pembiayaan bermasalah BPRS hingga April 2014 mencapai Rp378 329 milyar dan 72.77% merupakan NPF UMKM. Salah satu BPRS yang memiliki NPF yang tinggi adalah BPRS XYZ yang mencapai 45% pada tahun 2009, tahun 2012 turun hingga 4.85% dan tahun 2013 meningkat kembali sebesar 17.28%. Tujuan dari penelitian ini bagian pertama adalah menganalisis karakteristik nasabah pembiayaan terutama yang memiliki pembiayaan bermasalah di BPRS XYZ dan menganalisis karakteristik pembiayaan nasabah yang berpengaruh terhadap pembiayaan bermasalah pada BPRS XYZ. Bagian kedua yaitu menganalisis faktor internal dan faktor eksternal BPRS XYZ yang menyebabkan Non performing financing pada BPRS XYZ dan merumuskan strategi yang dapat diterapkan di BPRS XYZ untuk mencegah, meminimumkan dan mengatasi Non performing financing pada BPRS XYZ. Karakteristik pembiayaan nasabah BPRS XYZ terkait jangka waktu pembiayaan didominasi oleh jangka waktu 1 bulan sampai dengan 12 bulan. Tingkat imbalan diatas rata-rata perbankan syariah di Indonesia memiliki persentase terbesar pada pembiayaan yang disalurkan oleh BPRS XYZ. Jenis jaminan nasabah pembiayaan BPRS XYZ didominasi oleh tanah dan bangunan. Nominal agunan di dominasi oleh nominal dibawah Rp25 000 000. Sebagian besar nasabah pembiayaan BPRS XYZ lokasi usahanya terdapat di Kabupaten Bogor. Rasio nominal agunan dan harga jual dengan nilai kurang dari 1 paling besar persentasenya. rasio saldo piutang dan harga jual Persentase terbesar yaitu pada nilai rasio 0.51 sampai dengan 0.75. Berdasarkan hasil regresi logistik variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap pengembalian pembiayaan adalah jangka waktu pembiayaan, nominal agunan, rasio nominal dengan harga jual dan rasio saldo piutang dengan harga jual. Variabel bebas yang tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan bermasalah adalah tingkat imbalan, jenis agunan dan lokasi usaha. Analisis faktor eksternal BPRS XYZ yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah dibagi menjadi 2 bagian, yaitu peluang dan ancaman. Peluang bagi BPRS XYZ adalah (1)Program pendidikan, pelatihan dan Technical assistance dari Bank Indonesia, ISED dan YPPBS; (2)Perkembangan jumlah UMKM dan potensi pasar bisnis UMKM; (3) Event ramadhan, idul fitri dan idul adha dan (4) Teknologi terpadu perbankan. Ancaman bagi BPRS XYZ adalah (1)PBI nomor 14/22/PBI/2012 tentang kredit dan pembiayaan bank umum dan bank umum syariah; (2)Rencana kenaikan BBM; (3) Kepemilikan nasabah akan barang yang dapat dijadikan agunan terbatas, kurangnya kemampuan nasabah mengelola usaha dan terjadi pemanfaatan dana oleh nasabah yang tidak sesuai dan (4) Jumlah kantor cabang bank meningkat. Analisis faktor internal BPRS XYZ yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelemahan dan kekuatan. Kekuatan BPRS XYZ adalah (1) Adanya layanan penjemputan dana pihak ketiga dan angsuran pembiayaan; (2) Trend Return on Assets terus membaik; (3) Tingkat efisiensi dan efektivitas dari perusahaan baik; (4) Pemegang saham kuat dan profesional serta program pelatihan karyawan dari pemegang saham. Kelemahan BPRS XYZ adalah (1) Manajemen masa lalu meninggalkan pembiayaan bermasalah dan NPF yang tinggi; (2) Modal yang kurang dan penghimpunan DPK yang belum optimal; (3) Belum optimal jumlah, job description dan kapasitas SDI yang ada; (4) Proses analisa kredit yang belum optimal dalam penentuan kelayakan pemberian pembiayaan, penentuan jangka waktu dan penentuan harga jual; (5) Hanya memiliki 1 kantor dan tidak mempunyai kantor cabang. Matriks internal dan eksternal menunjukkan posisi BPRS XYZ di Kuadran II yaitu tumbuh dan berkembang. Strategi yang dirumuskan melalui analisis SWOT menghasilkan 7 strategi dan berdasarkan hasil Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) susunan prioritas strateginya yaitu (1) Meningkatkan pelatihan untuk SDI dan pemberian beasiswa pendidikan kepada SDI; (2) Menambah produk gadai emas dan tabungan emas serta mengembangkan kembali produk tabungan rencana; (3) Meningkatkan pemasaran pembiayaan bagi UMKM dan meningkatkan promosi pengumpulan dana pihak ketiga khususnya pada bulan ramadhan, Idul Fitri dan Idul adha dengan Schedule dan program khusus; (4) Melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan manajemen kepada nasabah dan meningkatkan pengawasan nasabah yang telah memiliki pembiayaan; (5) Membuka kantor kas dan menambah jumlah karyawan; (6) Meningkatkan kerjasama dengan bank umum syariah untuk menjadi penyalur pembiayaan ; (7) Memperbaiki prosedur analisa kelayakan pembiayaan dalam keputusan penentuan harga jual, jangka waktu pembiayaan, dan nominal agunan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 3(50)Lus a
Uncontrolled Keywords: Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, Non Performing Financing, UMKM. Islamic Bank, Non Performing Financing, SMEs.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 26 Apr 2016 04:01
Last Modified: 31 Oct 2019 08:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2286

Actions (login required)

View Item View Item