Faktor-faktor yang mempengaruhi fleksibilitas keuangan (studi kasus pada perusahaan yang terdaftar pada bursa efek indonesia periode 2008-2012)

Murti, Adytia Pranadya (2015) Faktor-faktor yang mempengaruhi fleksibilitas keuangan (studi kasus pada perusahaan yang terdaftar pada bursa efek indonesia periode 2008-2012). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R48-01-Adytia-Cover.pdf

Download (535kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R48-02-Adytia-Summary.pdf

Download (408kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R48-03-Adytia-Ringkasan.pdf

Download (591kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R48-04-Adytia-Daftarisi.pdf

Download (546kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R48-05-Adytia-Pendahuluan.pdf

Download (454kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Fleksibilitas keuangan merupakan salah satu topik penelitian yang menarik akhir-akhir ini, berbagai penelitian pun muncul dengan berbagai argumen. Salah satu argumen yang menjadi dasar dari perlunya fleksibilitas keuangan ialah survey yang dilakukan oleh Graham dan Harvey (2001), dan mendapatkan hasil bahwa dari 392 cheif finanance officer (CFO) dari berbagai perusahaan di Amerika mengatakan bahwa fleksibilitas keuangan merupakan faktor penentu yang paling penting dalam penentuan komposisi struktur modal. Secara umum fleksibilitas keuangan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan perusahaan untuk merespon terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Dalam studi pustaka banyak peneliti yang menyebutkan bahwa kapasitas untuk berhutang merupakan faktor yang paling banyak disebut mempengaruhi fleksibilitas keuangan suatu perusahaan, oleh karena itu pada penelitian ini penulis akan menggunakan metode synthetic rating dan mengkonversi hasilnya menjadi default rate, dengan tujuan untuk mengetahui kemamapuan perusahaan dalam hal kemampuan membayar hutang. Selain synthetic rating (SR) peneliti juga akan menggunakan debt service coverage ratio yang mana hasilnya menunjukan kondisi keuangan perusahaan yang mana erat kaitanya dengan financial distress. Berdasarkan beberapa permasalahan diatas maka penelitian ini memiliki tujuan: 1. Mengetahui performa kinerja perusahaan di Indonesia dengan menggunakan metoda synthetic rating dan rasio debt service coverage, 2. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fleksibilitas keuangan pada perusahan-perusahaan di Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan synthetic rating jumlah perusahaan yang mendapat rating dibawah BBB pada tahun 2008 ialah sebanyak 17 perusahaan, kemudian pada tahun 2009 menurun menjadi 12, pada tahun 2010 menurun kembali menjadi 8, tahun 2011 9 perusahaan, dan pada tahun 2012 menurun kembali menjadi 8 perusahaan. Pada tahun 2008 13 dari 45 mendapati skor DSCR kurang dari 1.2X (kali), pada tahun-tahun berikutnya jumlah ini terus mengalami penurunan, sampai pada tahun 2012 yang mendapati DSCR kurang dari 1.2 menjadi 8 dari 45 perusahaan. Penelitian ini menggunakan model efek acak (random effect) dan memperoleh nilai R-Square sebesar 0.682581. Untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang terdapat di dalam model secara bersama‐sama (simultan) terhadap variabel dependennya, maka dilakukan uji F, yang mana hasilnya 0.000000 < 0.05, hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan semua variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependennya, sedangakan berdasarkan uji t variabel secara signifikan berpengaruh terhadap Defautl Rate (DR) adalah Laverage Ratio (LR), Free Cash Flow (FCF), dan Cash Holding (CH). Ada pun implikasi manajerial yang dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi Fleksibilitas keuangan, ialah: Bagi pemerintah, berdasarkan analisis dapat dilihat dengan adanya krisis perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi terbesar pun tetap terkena dampak, dengan ini sebaiknya pemerintah menetapkan sebuah kebijakan bagi setiap perusahaan untuk menjaga fleksibilitas keuangannya dengan tujuan untuk menjaga kesehatan perusahaan. Untuk mengurangi sentimen negatif yang berlebihan pemerintah dapat memanfaatkan fleksibilitas keuangan sebagai indikator baru, dengan merancang suatu indeks yang mengambarkan fleksbibilitas keuangan perusahaan dengan tujuan untuk mengambarkan kesehatan perusahaan. Bagi perusahaan, suatu perusahaan sebaiknya membentuk suatu divisi khusus untuk melakukan forcasting terhadap kondisi perekonomian secara global, melakukan penelitian-penelitian, sehingga tercipta inovasi dibagian keuangan, dan tentunya meningkatkan kinerja divisi keuangannya. Bagi investor, pemahaman mengenai analisis fundamental merupakan hal yang penting, sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap berita-berita yang belum jelas. Fleksibilitas keuangan dapat dijadikan salah satu bagian dari analisis fundamental sehingga dapat membatu investor untuk menentukan pilihannya.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 19(48)Mur f
Uncontrolled Keywords: Data panel, Debt service coverage ratio, Fleksibilitas keuangan, Posisi performa perusahaan, dan Synthetic rating. Debt service coverage ratio, Financial flexibility, Panel data, Synthetic rating, and The position of the company's performance.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 26 Apr 2016 04:14
Last Modified: 01 Nov 2019 02:46
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2287

Actions (login required)

View Item View Item