Revitalisasi bisnis primkopti dalam pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri

Susilowati, Etty (2015) Revitalisasi bisnis primkopti dalam pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
6DM-01-Etty-Cover.pdf - Published Version

Download (631kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6DM-02-Etty-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6DM-03-Etty-Summary.pdf - Published Version

Download (441kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6DM-04-Etty-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (594kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6DM-05-Etty-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (695kB) | Preview
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Tingginya permintaan kedelai di Indonesia sangat signifikan sehingga dibutuhkan sistem dan pengelolaan bisnis yang baik agar kontinuitas usaha dan kepastian pasokan kacang kedelai dapat terjamin. Dari penawaran kedelai impor dan produksi lokal yang ada di Indonesia sebagian besar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produksi para pengrajin tahu dan tempe yang mayoritas adalah anggota PRIMKOPTI. Sehubungan dengan itu, peran PRIMKOPTI cukup vital dalam memenuhi permintaan kedelai anggotanya. Berdasarkan kinerja keuangan PRIMKOPTI dalam laporan terakhir, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangannya tidak sehat. Salah satu sumber pemasukan utamanya adalah usaha penyewaaan aset tetap, sedangkan bisnis utamanya adalah pengadaan dan distribusi kedelai serta simpan pinjam. Bisnis utama ini tidak berjalan dengan baik sehingga diperlukan upaya-upaya yang kuat untuk menghidupkannya kembali kelembagaan PRIMKOPTI. Oleh karena itu, perlu dibuat strategi revitalisasi bisnis pada PRIMKOPTI agar kebutuhan kedelai anggotanya dapat terjamin dan kelangsungan bisnis PRIMKOPTI dapat terjaga. Berdasarkan hal tersebut, tujuan utama penelitian ini adalah memberikan rekomendasi strategi dan kebijakan alternatif agar PRIMKOPTI dapat menjadi lembaga yang memiliki vitalitas yang tinggi dan maju kembali bisnisnya. Tujuan lainnya adalah sebagai berikut : (1) mengidentifikasi dan mengkaji kondisi PRIMKOPTI, baik lembaga maupun bisnisnya saat ini; (2) menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI; dan (3) merumuskan strategi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI untuk pengembangan bisnisnya ke depan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan sistem. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling), yaitu metode Expert Survey dengan justifikasi pakar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Area yang disurvei adalah Denpasar, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, tidak kurang dari 20 key persons. Sementara itu, analisis dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis kelembagaan dengan Interpretive Structure Modelling (ISM), Enterprise Risk Management-Integrated Frame Work Applications Technique (ERM-IFAT), dan Game Theory (Teori Permainan). Berdasarkan hasil penelitian, diidentifikasi beberapa penyebab, seperti kurangnya pengetahuan atau wawasan yang baik dalam pengelolaan koperasi (PRIMKOPTI) secara profesional, kurangnya kompetensi SDM, tidak adanya jaminan asuransi (risiko dan kesejahteraan) dan tidak adanya trust (kepercayaan) antar anggota dan pengurus atau sebaliknya. Hasil pengolahan data menggunakan Interpretive Structural Modelling menunjukkan bahwa upaya meningkatkan peran dan fungsi PRIMKOPTI menjadi lembaga yang kuat dan vital kembali serta memiliki resiliensi bisnis yang baik, sangat tergantung pada sistem pengelolaan pengurus, manajer maupun anggota PRIMKOPTI. Faktor-faktor yang memengaruhi revitalisasi bisnis adalah SDM pengurus dan anggota koperasi (pengrajin tahu tempe). Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM bersama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian merupakan pendorong (driver power) dan faktor kunci dalam penguatan kelembagaan PRIMKOPTI. Berdasarkan Enterprise Risk Manajemen-Integrated Frame Work Applications Technique (ERM-IFAT), risiko utama yang hampir sangat pasti terjadi setiap waktu dan berdampak sangat besar terhadap bisnis PRIMKOPTI dan terhadap tujuan yang akan dicapai adalah pengadaan kedelai yang semakin sulit akibat dan kredit bermasalah yang sering terjadi pada pengurus dan anggota. Hasil analisis Game Theory menunjukkan bahwa strategi yang dapat diambil oleh pelaku bisnis dan distributor kedelai lokal dalam menghadapi persaingan dengan kedelai impor ada dua. Pertama, bersama dengan pemerintah daerah berupaya memproduksi kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri. Kedua, memotong jalur distribusi kedelai agar efisien dan murah. Adapun strategi untuk distributor dan importir untuk memenangkan persaingan kedelai adalah mampu menjamin kualitas dan keamanan produk kedelai yang didukung hasil uji lab (sertifikat jaminan mutu) dan menjamin kelangsungan suplai bahan baku (komoditas). Kesimpulan secara keseluruhan kinerja PRIMKOPTI baik dilihat dari aspek keuangan (likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas) dan berdasarkan Pedoman Pemeringkatan Koperasi PerMen No. 22/Per/M.KUKM/IV/2007 tanggal 16 April 2007 menunjukkan bahwa sebagian besar PRIMKOPTI tidak berkualitas/sehat. Aspek lembaga menunjukan bahwa PRIMKOPTI dari sisi sistem masih lemah, seperti SOP, SDM, infrastruktur dan regulasi baik dari sistem pengadaan kedelai maupun dukungan pemerintah dalam mengembangkan PRIMKOPTI. Berdasarkan hal tersebut, faktor-faktor yang memengaruhi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI adalah mengadakan kedelai berkualitas dan berkelanjutan; menyediakan modal yang kuat; melakukan pembenahan organisasi dengan mengutamakan unsur humanis (nilai dan budaya); menyediakan SDM professional; menyiapkan Sistem Manajemen Organisasi (SOP, SDM, dan sistem keuangan); menginovasi produk dan bisnis; menyiapkan sistem pemasaran dan dan distribusi dengan memperbaiki Supply Chain Managament (SCM) kedelai supaya efektif dan efisien; meningkatkan jejaring (networking), misalnya dengan mengembangkan pola bisnis dan inovasi Academic-Business-Government-Community (ABGC). Strategi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI ke depan menghendaki posisi lembaga yang kuat sehingga memiliki peran yang lebih besar dan strategik dalam tata niaga kedelai di Indonesia dengan mengoptimalkan atau mengadaptasi pada lingkugan bisinis yang ada dan didukung oleh regulasi, sistem organisasi dan teknologi yang lebih baik sebagai entitas individu PRIMPKOPTI ataupun kelompok Pusat Koperasi Tempe dan Tahu dan Indonesia (Puskopti) serta Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Revitalisasi, Kedelai, PRIMKOPTI, ISM, Resiliensi Bisnis. Revitalizing, Soybean, ISM, PRIMKOPTI, and Business Resilience.
Subjects: Manajemen Agribisnis
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 10 May 2016 05:33
Last Modified: 12 Nov 2019 02:55
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2325

Actions (login required)

View Item View Item