Model strategi pengembangan kapabilitas dinamik organisasi pada perguruan tinggi swasta (studi kasus pada perguruan tinggi swasta di kopertis wilayah ii)

Barusman, Muhammad Yusuf Sulfarano (2016) Model strategi pengembangan kapabilitas dinamik organisasi pada perguruan tinggi swasta (studi kasus pada perguruan tinggi swasta di kopertis wilayah ii). Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
5DM-01-Muhammad-Cover.pdf - Published Version

Download (578kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5DM-02-Muhammad-Abstrak.pdf - Published Version

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5DM-03-Muhammad-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5DM-04-Muhammad-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (398kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5DM-05-Muhammad-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (608kB) | Preview
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Penelitian untuk menjawab penyebab organisasi dapat tetap bertahan hidup dalam jangka yang lama telah banyak dilakukan. Ada empat pendekatan yang dapat menjelaskan hal tersebut, yaitu pendekatan kompetitif, konflik strategis, keunggulan bersaing berbasis sumber daya, dan kapabilitas dinamik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kapabilitas dinamik guna menjelaskan penyebab suatu organisasi dapat bertahan hidup. Proses kapabilitas dinamik dimulai dari sensing, seizing dan terakhir managing threats/transforming. Pendekatan kapabilitas dinamik digunakan karena konsep tersebut mulai diterima secara luas, namun bukti-bukti empiris yang mendukung konsep tersebut masih langka. Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia sebagai salah satu bentuk organisasi yang menghadapi tantangan besar terkait keberlanjutannya di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika lingkungan eksternal seperti kompetisi yang semakin ketat, kebijakan pemerintah, dan tuntutan dunia industri terkait kompetensi lulusan PTS. Ketatnya persaingan antar PTS tersebut terlihat semakin nyata yang diindikasikan oleh adanya 30% PTS dari total 3.010 pada tahun 2010 yang harus berhenti beroperasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penentu keberlanjutan PTS, membangun dan menganalisis skenario masa depan terkait keberlanjutan PTS, membangun strategi terbaik menghadapi skenario masa depan yang paling mungkin terjadi, dan membangun model terbaik guna menjelaskan pengaruh berbagai faktor eksternal terkait keberlanjutan PTS dan dinamika internal organisasi khususnya pengembangan kapabilitas dinamik PTS dalam merespon dinamika lingkungan eksternal tersebut. Penelitian ini berada dalam area manajemen strategis dengan lebih spesifik pada pengembangan konsep kapabilitas dinamik (dynamic capabilities) organisasi. Penelitian ini juga menggunakan perspektif manajemen perubahan. Terkait implementasi strategi pada level organisasi, penelitian ini menggunakan konsep manajemen pembelajaran. Selanjutnya, penelitian ini merupakan riset kebijakan organisasi yang difokuskan pada perancangan model strategi pengembangan kapabilitas dinamik organisasi di PTS melalui penggunaan kerangka pemikiran sistemik. Tujuan penelitian dicapai melalui pendekatan sistem (system approach) mengingat perihal yang dikaji sangat komplek dan dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem khususnya Soft System Methodology (SSM) sebagai basis epistemology. Selain itu penelitian ini menggunakan metode studi kasus tunggal holistik. Pengambilan data penelitian dilakukan melalui analisis tekstual, wawancara mendalam, survey pakar, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan beberapa metode yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP), Participatory Prospective Analysis (PPA), Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima faktor eksternal dan empat faktor internal yang dominan dalam mempengaruhi keberlanjutan PTS di masa depan. Lima faktor eksternal yang dominan berdasarkan prioritas adalah kebijakan pemerintah tentang pertumbuhan jumlah perguruan tinggi, dinamika tuntutan kompetensi oleh dunia industri, persepsi masyarakat terhadap PTS lokal, pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional serta ketersediaan calon dosen berkualifikasi S2 dan S3. Sedangkan empat faktor internal yang dominan berdasarkan prioritas adalah ketersediaan dana dan pembiayaan, efektivitas strategi manajemen sumber daya manusis (MSDM), relevansi kurikulum dan efektivitas kepemimpinan. Terdapat 72 skenario yang mungkin terjadi di masa depan terkait dinamika lingkungan ekternal yang mempengaruhi keberlanjutan PTS. Skenario masa depan yang paling mungkin terjadi adalah adanya kebijakan pemerintah yang mendorong untuk tumbuhnya jumlah perguruan tinggi, semakin dinamisnya tuntutan kompetensi dari dunia industri terkait lulusan PTS, adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi baik nasional maupun lokal, persepsi masyarakat yang semakin baik terhadap kualitas PTS dan adanya ketersediaan calon dosen yang berkualifikasi S2 dan S3. Skenario masa depan yang paling mungkin terjadi tersebut dapat direspon PTS melalui 20 alternatif strategi yang merupakan kombinasi antara lima faktor eksternal dan empat faktor internal PTS. Selanjutnya, menggunakan metode MPE dihasilkan strategi terbaik yang dapat digunakan PTS dalam menghadapi skenario masa depan yang paling mungkin terjadi. Strategi ini merupakan kombinasi dari empat faktor internal yang mempengaruhi keberlanjutan PTS. Strategi tersebut adalah kepemimpinan yang memotivasi atau mendorong, memberdayakan (empowering), berkomitmen terhadap citra PTS, mengadopsi nilai-nilai perubahan (value of change), dan bersikap terbuka. Selanjutnya diperlukan strategi pendanaan melalui peningkatan penerimaan SPP dengan cara subsidi silang dan mendorong peningkatan pendapatan yang berasal dari selain SPP melalui berbagai kerjasama industri. Sedangkan terkait pembiayaan, perlu peningkatan alokasi pembiayaan terkait pengembangan SDM dan infrastruktur serta kegiatan-kegiatan akademik lain yang berorientasi kualitas. Diperlukan strategi MSDM melalui peningkatkan kualitas dosen, pengembangan sikap pembelajar, terbuka dan anti status quo, adanya orientasi kualitas pada semua kebijakan SDM serta perlunya membangun sistem MSDM yang bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan adanya kejelasan sistem reward dan punishment. Diperlukan strategi membangun kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat baik lokal maupun nasional khususnya dunia industri. Penelitian ini menghasilkan dua buah model kelembagaan yaitu model kelembagaan keberlanjutan PTS dan model kelembagaan pengembangan kapabilitas dinamik organisasi PTS. Kedua model diagramatik tersebut dibangun berdasarkan asumsi pembelajaran dan penyelidikan tiada akhir (inquiry never ending) dari Soft System Methodology (SSM). Dengan demikian rancangan model tersebut diharapkan terus berkembang sesuai dengan kondisi dan partisipasi para pelaku yang berkepentingan. Kedua model mental tersebut dimaksudkan menggambarkan kondisi normatif hubungan yang holistik antar pelaku baik lembaga maupun manusia terkait keberlanjutan PTS dan pengembangan strategi kapabilitas dinamik pada PTS. Hubungan antar pelaku dalam model kelembagaan keberlanjutan PTS terdiri dari empat hubungan, yaitu: penyediaan sumber daya (resources), penyediaan produk PTS, pembinaan/pengawasan, dan koordinasi. Hubungan antar pelaku pada model pengembangan kapabilitas dinamik PTS terkait alur informasi, rekomendasi strategi, keputusan strategis serta koordinasi. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya pengelola PTS memperhatikan dinamika lingkungan eksternal khususnya kelima faktor eksternal yang dominan mempengaruhi keberlanjutan PTS. Selain itu pengelola PTS perlu memahami hubungan antar pelaku lembaga yang dicerminkan pada model keberlanjutan PTS. Dalam rangka mengembangkan kemampuan adaptasi organisasi, pengelola PTS perlu mengadopsi model pengembangan kapabilitas dinamik PTS yang identik dengan organisasi pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan terus mengembangkan pembelajaran organisasi dan manajemen pengetahuan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: dynamic capabilities, private higher education institution, system approach kapabilitas dinamik, perguruan tinggi swasta, pendekatan sistem
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 14 May 2016 08:38
Last Modified: 16 Oct 2019 08:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2334

Actions (login required)

View Item View Item