Analisis strategi peningkatan daya saing teh indonesia di pasar internasional

Nayantakaningtyas, Jauhar Samudera (2016) Analisis strategi peningkatan daya saing teh indonesia di pasar internasional. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R50-01-Nayantakaningtyas-Cover.pdf - Published Version

Download (466kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-02-Nayantakaningtyas-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (342kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-03-Nayantakaningtyas-Summary.pdf - Published Version

Download (459kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-04-Nayantakaningtyas-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (617kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R50-05-Nayantakaningtyas-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (740kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan cukup strategis bagi perekonomian di Indonesia. Perkebunan teh di Indonesia diperkirakan menyerap sekitar 320,000 pekerja dan menghidupi sekitar 1.3 juta jiwa, menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp 1.2 trilyun, nilai total produksi sebesar Rp 2.1 trilyun, dan menyumbang devisa bersih sekitar 110 juta dollar AS per tahun. Sejak tahun 2007 sampai 2013 terjadi penurunan jumlah produksi teh nasional yang disebabkan oleh maraknya konversi areal perkebunan teh menjadi areal tanam komoditas lain. Faktor lain yang menyebabkan produksi teh Indonesia cenderung mengalami penurunan adalah rendahnya tingkat produktivitas perkebunan teh Indonesia dibandingkan negara lain. Dari segi harga, teh Indonesia masih kalah bersaing dengan teh dari Sri Lanka, Tiongkok, Kenya, dan India. Sri Lanka yang merupakan produsen teh terbesar keempat dunia menghasilkan teh dengan kualitas terbaik sehingga dihargai 4 407 US$/ton. Harga teh Indonesia saat ini hanya sebesar 2 237 US$/ton yang menunjukkan bahwa kualitas teh Indonesia yang diekspor masih kalah dibandingkan dengan negara produsen teh lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis keunggulan komparatif teh Indonesia di pasar internasional, (2) menganalisis keunggulan kompetitif teh Indonesia di pasar internasional, dan (3) merumuskan prioritas perbaikan yang dapat mendukung peningkatan daya saing teh Indonesia. Hasil analisis keunggulan komparatif menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA) dari tahun 2000 sampai dengan 2014, menunjukkan bahwa teh Indonesia yang berdaya saing di pasar internasional adalah teh hijau dengan kemasan tidak melebihi tiga kg (HS 090210) dan teh hitam dengan kemasan melebihi tiga kg (HS 090240). Sementara untuk teh hijau dengan kemasan melebihi tiga kg (HS 090220) dan teh hitam dengan kemasan tidak melebihi tiga kg (HS 090230) tidak memiliki daya saing komparatif karena nilai indeksnya kurang dari satu. Namun, setelah dianalisis lagi menggunakan Export Product Dynamic (EPD), produk teh dengan kode HS 090210 Indonesia meraih posisi rising star yang merupakan kondisi ideal dimana Indonesia memperoleh pangsa pasar yang dinamis untuk komoditas yang berkembang atau meningkat dengan cepat. Sementara produk teh dengan kode HS 090220, 090230 dan 090240 meraih posisi retreat yang menunjukkan bahwa kinerja ekspor teh Indonesia cenderung stagnan atau malahan turun, kondisi yang tidak diinginkan di pasar. Keunggulan kompetitif yang dianalisis menggunakan Berlian Porter menghasilkan beberapa kinerja yang perlu ditingkatkan, antara lain ketersediaan infrastruktur, kesadaran menggunakan produk berbasis alam sebagai bagian dari gaya hidup, promosi ekspor, berkembangnya perkebunan dan penanganan teh yang memasok bahan baku bagi industri hillir teh, penguatan struktur agribisnis teh Indonesia, dan kebijakan pemerintah menyediakan iklim usaha yang kondusif. Berdasarkan evaluasi dengan metode Important Performance Analysis, sub determinan yang mendapatkan prioritas pengembangan berada pada kuadran A/under act, yaitu ketersediaan sumberdaya manusia yang menguasai manajemen produksi, pemasaran, dan berjiwa wirausaha; ketersediaan dan kemudahan akses terhadap permodalan; penguatan struktur agribisnis teh Indonesia;kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kondisi permintaan domestik dan kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan industri pengolahan teh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: daya saing, komparatif, kompetitif, prioritas. comparative, competitive, competitiveness, priority.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 18 May 2016 01:41
Last Modified: 24 Oct 2019 01:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2342

Actions (login required)

View Item View Item