Evaluasi kinerja unit bisnis asphalt mixing plant pt prayoga pertambangan dan energi

Anggraini, Raden Isma (2016) Evaluasi kinerja unit bisnis asphalt mixing plant pt prayoga pertambangan dan energi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E45-01-Anggraini-Cover.pdf - Published Version

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E45-02-Anggraini-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (344kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E45-03-Anggraini-Summary.pdf - Published Version

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E45-04-Anggraini-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E45-05-Anggraini-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (346kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Sektor pertambangan dewasa ini masih menjadi salah satu sektor utama yang menggerakkan roda perekonomian Indonesia serta diminati oleh penanam modal pribumi dan asing. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa sektor pertambangan menduduki peringkat pertama dalam realisasi penanaman modal pada triwulan 1 Tahun 2015. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di sektor pertambangan menyumbangkan 15 triliun rupiah atau 12% dari total realisasi. PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PT Prayoga) merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bogor yang menyelenggarakan usaha di bidang pertambangan dan energi. Unit bisnis asphalt mixing plant (UB AMP) saat ini menjadi skala prioritas utama PT Prayoga. Sejak awal pengoperasiannya belum pernah dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja unit bisnis tersebut. Pengukuran pencapaian kinerja UB AMP selama ini dilakukan hanya berdasarkan pencapaian aspek keuangan. Pengukuran pencapaian kinerja UB AMP agar lebih komprehensif tidak hanya ditinjau berdasarkan aspek keuangan saja namun juga harus melibatkan aspek non-keuangan. Kinerja UB AMP PT Prayoga yang prima akan mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan dan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi key performance indicator (KPI) yang diterapkan dalam perspektif finansial dan non-finansial di UB AMP PT Prayoga, mengevaluasi kinerja UB AMP PT Prayoga ditinjau dari aspek finansial dan non-finansial sesuai visi, misi dan strategi perusahaan dan menyusun peta strategi bisnis UB AMP PT Prayoga. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah balanced scorecard sebagai alat manajemen untuk menjaga keseimbangan antara indikator finansial (perspektif keuangan) dan non-finansial (perspektif pelanggan, proses bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan). Penelitian dilaksanakan sejak bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2015. Jenis data yang digunakan adalah data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa pernyataan responden yang diperoleh melalui wawancara yang meliputi penjabaran visi, misi, strategi perusahaan, sasaran strategis, key performance indikator (KPI), inisiatif strategi serta perumusan peta strategi. Data kuantitatif berupa data yang dinyatakan dalam angka-angka, yaitu pembobotan responden untuk sasaran strategis dan KPI, penetapan target dan realisasi kinerja KPI. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini adalah membobotkan tingkat kepentingan keempat perspektif balanced scorecard, membobotkan tingkat kepentingan indikator kinerja kunci (KPI), mengalikan bobot dari masing-masing KPI dengan bobot perspektifnya, menentukan rentang nilai kinerja dan mengukur kinerja KPI untuk menganalisis kinerja dari setiap KPI dalam indeks kinerja KPI KPI yang diidentifikasi dan diterapkan dalam evaluasi kinerja UB AMP PT Prayoga terdiri atas 19 KPI. Terdapat 5 KPI perspektif keuangan yaitu beban pokok penjualan, volume penjualan, net profit margin, piutang usaha dan hasil audit laporan keuangan. Perspektif pelanggan menghasilkan 5 KPI yaitu kepuasan pelanggan, jumlah pelanggan baru, jumlah pelanggan yang hilang, retensi pelanggan dan on time delivery. Perspektif proses bisnis menghasilkan 5 KPI yang meliputi produktivitas bahan baku dan bahan pendukung, produktivitas produksi aspal hotmix, pengendalian mutu produk, pelaporan UKL-UPL dan tingkat kecelakaan kerja. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menghasilkan 4 KPI yaitu produktivitas tenaga kerja, biaya pelatihan, penilaian kinerja karyawan dan kepuasan kerja karyawan. Keterkaitan antar KPI dalam perspektif finansial dan non-finansial ditunjukkan dalam peta strategi hasil penilaian kinerja. Peta strategi bisnis UB AMP PT Prayoga merupakan peta dari keterkaitan dan hubungan antar ukuran-ukuran kinerja yang telah dirumuskan. Peta strategi tersebut mampu menjelaskan kaitan antar ukuran kinerja serta hubungan sebab-akibat sehingga sasaran strategis dapat dicapai secara terukur dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja UB AMP PT Prayoga memperoleh indeks kinerja sebesar 78.42% yang tergolong kriteria sangat baik (very good). Setiap sasaran strategis melalui indikatornya masing-masing memiliki kinerja yang baik. Namun sasaran strategis meningkatnya volume penjualan dan meningkatnya hubungan dan kerjasama yang baik dengan pelanggan memiliki kinerja yang perlu diperbaiki kembali karena termasuk kriteria reassign. Kinerja volume penjualan adalah sebesar minus 1.66% sedangkan kinerja pertumbuhan laba bersih hanya mencapai 0.87%. Sasaran strategis meningkatnya laba bersih memiliki kinerja yang sangat tidak baik (very poor). Kinerja tingkat pelanggan yang hilang mencapai nilai minus 18.54%. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa UB AMP PT Prayoga telah menunjukkan kinerja terbaik sesuai visi, misi dan strategi perusahaan walaupun terdapat beberapa KPI yang menunjukkan pencapaian kinerja yang belum optimal. Perancangan balanced scorecard dengan penetapan sasaran strategis dalam penelitian ini dibatasi untuk tingkat unit bisnis asphalt mixing plant saja. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dapat dilakukan evaluasi kinerja untuk tingkat korporasi secara keseluruhan, evaluasi kinerja unit bisnis atau unit kerja lainnya dan evaluasi kinerja setiap divisi di PT Prayoga. Perusahaan dapat melibatkan personel lintas divisi dan unit bisnis dalam menentukan target. Penilaian kinerja dengan pendekatan balanced scorecard dapat membantu manajemen PT Prayoga dalam merumuskan inisiatif strategi berupa action plan perusahaan bagi tiap divisi atau unit bisnis untuk memperbaiki kinerja KPI yang masih di bawah target yaitu yang berkriteria reassign dan very poor.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: balanced scorecard, evaluasi kinerja, indeks kinerja, KPI, pertambangan. balanced scorecard, KPI, mining, performance evaluation, performance index.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 18 May 2016 09:12
Last Modified: 16 Oct 2019 07:46
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2349

Actions (login required)

View Item View Item