Strategi peningkatan kinerja divisi trade finance di bank xyz

Yoestiadi, Jerry (2016) Strategi peningkatan kinerja divisi trade finance di bank xyz. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E49-01-Yoestiadi-Cover.pdf - Published Version

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-02-Yoestiadi-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (377kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-03-Yoestiadi-Summary.pdf - Published Version

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-04-Yoestiadi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (399kB) | Preview
[img] Text
E49-05-Yoestiadi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (716kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Tingkat penyelesaian studi tepat waktu mahasiswa program magister dan doktor di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan Laporan Analisis Penyelesaian Studi Penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri Dikti 2015, hingga tahun 2015 Perguruan Tinggi (PT) yang keseluruhan mahasiswa program doktor penerima beasiswa BPPDN tahun masuk 2008 dan 2009 yang sudah menyelesaikan studi hanya satu PT (3,85%), sedangkan pada program magister sebanyak 12 PT (21%). Persentase ini tentunya sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan, dimana PT penyelenggara beasiswa BPPDN berjumlah 27 PT untuk program doktor dan 57 PT untuk program magister (angkatan masuk tahun 2008 dan 2009). Posisi Institut Pertanian Bogor (IPB) tergolong cukup baik jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Mahasiswa program doktor IPB yang belum lulus hanya tersisa 4,85%, sedangkan untuk program magister telah lulus seluruhnya pada tahun 2015. Namun jika ditelusuri lebih jauh, masa studi lulusan Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB secara keseluruhan sebetulnya belum memuaskan. Berdasarkan data yang diperoleh dari buku Pascasarjana dalam Angka Tahun 2004-2012, sebagian besar lulusan SPs IPB mempunyai masa studi lebih dari 2 tahun untuk program magister dan lebih dari 3 tahun untuk program doktor. Persentase rata-rata mahasiswa program magister yang lulus dalam waktu 2 tahun selama 10 tahun terakhir hanya sebesar 16,16%. Sedangkan persentase rata - rata program doktor dengan masa studi dalam waktu 3 tahun hanya sebesar 4,76%. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab lama waktu penyelesaian studi mahasiswa pascasarjana Institut Pertanian Bogor dan merumuskan implikasi manajerial yang sesuai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif melalui pendekatan studi kasus, dan metode CART (Classification and Regression Trees). Analisis deskriptif digunakan menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data akademik terkait tahapan penyelesaian studi. Sedangkan CART digunakan untuk menguji dan mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa pascasarjana. Data yang digunakan merupakan data lulusan yang berjumlah 5224 orang program magister dan 1786 orang program doktor periode tahun lulus 2003-2013. Melalui analisis CART diketahui bahwa karakteristik lulusan program doktor yang memiliki waktu penyelesaian studi terlama ditunjukkan oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan doktor pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan (FAPET), Fakultas Kehutanan (FAHUTAN), dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), serta memiliki IPK S2<3,54. Kelompok lulusan program magister yang memiliki waktu penyelesaian studi terlama dicirikan dengan mahasiswa yang memiliki IPK S1<3,21, menempuh pendidikan S2 pada FEM, FAPERTA, FATETA, FKH, FPIK, memiliki profesi sebagai dosen/pengajar, peneliti, lainnya dan bidang ilmu tidak serumpun. Wawancara mendalam selanjutnya dilakukan terhadap kelompok lulusan dengan karakteristik tersebut untuk memperoleh gambaran mengenai proses pelaksanaan studi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kelompok waktu masa studi tercepat merupakan mahasiswa yang mempunyai perencanaan studi dan rencana penelitian yang matang. Faktor lain yang juga sangat menentukan waktu penyelesaian studi tepat waktu adalah motivasi mahasiswa. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyelesaian studi program doktor adalah pemilihan fakultas, umur dan IPK S2, sedangkan pada program magister adalah IPK S1, pemilihan fakultas, profesi, dan keserumpunan dengan bidang ilmu. Faktor pertama yang paling berpengaruh baik pada program doktor maupun magister adalah pemilihan fakultas. Faktor lain yang menjadi penyebab waktu penyelesaian studi yang lebih lama pada program magister adalah bidang ilmu yang tidak serumpun. Dari hasil analisis pelaksanaan rencana studi diketahui pula bahwa pada umumnya mahasiswa yang memiliki waktu penyelesaian studi yang panjang merupakan mahasiswa yang tidak mempunyai rencana riset yang jelas. Kedua analisis tersebut menunjukkan bahwa pemahaman calon mahasiswa terhadap bidang ilmu yang akan ditempuh pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kesesuaian program studi yang dipilih dengan bidang ilmu sebelumnya sangatlah penting. Dengan demikian perbaikan terhadap sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) bagi mahasiswa pascasarjana sangat penting untuk dilakukan. Tahapan baru yang diusulkan dalam proses pendaftaran adalah pemilihan calon pembimbing sejak awal, dan pembuatan rencana penelitian yang lebih mendalam. Berdasarkan penggalian data akademik SPs IPB diketahui pula bahwa bahwa fase terlama yang dilalui mahasiswa adalah pencapaian kolokium. Pada umumnya lebih dari setengah masa studi dihabiskan untuk pencapaian tahapan kolokium, dan trend ini tejadi pada semua fakultas di IPB setiap tahunnya. Dari data akademik juga ditemukan bahwa hasil keputusan pada saat evaluasi akademik yang dilakukan setiap semester tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal ini ditunjukkan dengan data pemberian Surat Keterangan Putus Studi (SPO) yang diberikan secara berulang pada mahasiswa yang sama dalam jumlah yang tidak sedikit, padahal seharusnya hanya diberikan sekali. Demikian pula pada saat penyelesaian akhir, masih ditemui mahasiswa yang menyerahkan perbaikan tesis lebih dari tiga bulan setelah pelaksanaan ujian akhir. Pada tahun 2003 ditemukan 60,32% mahasiswa program doktor menyerahkan perbaikan tesis lebih dari tiga bulan, dan tidak ditemukan data yang menunjukkan mahasiswa melakukan ujian ulang. Hal ini menunjukkan ketidaktegasan pengelola dalam menjalankan aturan. Berdasarkan uraian tersebut, penguatan sistem administrasi akademik yang mendukung kelancaran studi mahasiswa dari proses pendaftaran hingga kelulusan di Sekolah Pascasarjana IPB sangat dibutuhkan. Sehingga implikasi manajerial yang diusulkan adalah perbaikan sistem penerimaan mahasiswa baru, perbaikan evaluasi kemajuan studi mahasiswa, dan optimalisasi pelaksanaan aturan akademik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis SWOT, Bank, Business Model Canvas, Trade Finance, Strategi. Bank, Business model canvas, Strategy, SWOT analysis, Trade Finance.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 23 May 2016 09:25
Last Modified: 25 Oct 2019 02:03
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2366

Actions (login required)

View Item View Item