Perbandingan kinerja bank bumn dan bank swasta dengan metode radar serta pengaruhnya terhadap harga saham

Insan, Husnul (2015) Perbandingan kinerja bank bumn dan bank swasta dengan metode radar serta pengaruhnya terhadap harga saham. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E49-01-Insan-Cover.pdf - Published Version

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-02-Insan-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (468kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-03-Insan-Summary.pdf - Published Version

Download (411kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-04-Insan-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (499kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E49-05-Insan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (834kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Industri perbankan merupakan salah satu industri yang menunjukan adanya persaingan yang begitu ketat. Persaingan tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah bank yang beroperasi di Indonesia pada tahun 2014, yaitu 119 bank. Persaingan antar kelompok bank yang ada di Indonesia, tampak jelas terjadi pada bank BUMN dan bank swasta, jika dilihat dari total pangsa pasar, perkembangan jaringan bisnis dan pertumbuhan aset bank. Untuk mengetahui kinerja dua kelompok bank tersebut, maka perlu dilakukan analisis atas laporan keuangannya. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio dengan metode radar, yang merupakan penyempurnaan dari analisis rasio keuangan. Dalam penelitian ini dilakukan juga analisis harga saham. Hal ini dimaksudkan untuk melihat variabel-variabel kinerja keuangan bank yang paling diapresiasi oleh investor atau pasar modal sebagai penentu keputusan investasinya. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kinerja keuangan antara kelompok bank BUMN dan bank swasta, serta menganalisis pengaruh variabel kinerja keuangan bank terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan dari tahun 2010 – 2014 dan menggunakan teknik purposive samplingsebagai teknik penarikan sampelnya. Sampel yang diperoleh terdiri dari 12 bank terbesar di Indonesia berdasarkan total aset tahun 2014.Dua belas peringkat bank tersebut telah mewakili lebih dari 65% pangsa pasar industri perbankan nasional. Pengukuran variabel kinerja keuangan bank yang digunakan adalah credit risk ratio, loan to depositratio,liquidity risk ratio, capital of asset ratio, capital adequacy ratio, deposit risk ratio, operating efficiency ratio, efficiency ratio, employee expense ratio,return on asset, return on equity, net interest margin, employee per branch, operating income per branch dan operating income per employee. Adapun metode analisis yang digunakan sebagai pengambilan keputusan kinerja keuangan antara bank BUMN dan bank swasta adalah menggunakan teknik ilustrasi grafis radar, independent sample t-test, Mann-Whitney test dan analisis regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa kinerja keuangan bank swasta lebih baik daripada bank BUMN berdasarkan pada variabel credit risk ratio. Artinya bank swasta memiliki jumlah kredit bermasalah yang lebih sedikit daripada bank BUMN, sedangkan berdasarkan pada kinerja solvabilitasnya, kedua kelompok bank memiliki kinerja yang sama, baik pada variabel CAS, CAR maupun DRR, maka dapat dikatakan bahwa kedua kelompok bank memiliki kekuatan modal yang sama. Kinerja keuangan BOPO dan CIR pada bank BUMN lebih baik daripada bank swasta. Hal ini menunjukkan bahwa bank BUMN lebih mampu menekan atau mengontrol biaya bunga dan biaya overhead dalam menjalankan kegiatan usahanya. Berdasarkan aspek profitabilitasnya, diketahui bahwa kinerja keuangan dari bank BUMN lebih baik daripada bank swasta, baik pada variabel ROA, ROE maupun NIM. Artinya bank BUMN mampu menghasilkan pendapatan atau laba yang lebih besar daripada bank swasta dengan segala sumber aset dan modal yang dimilikinya. Dan berdasarkan potensi pertumbuhannya juga bank BUMN memiliki kinerja yang lebih baik daripada bank swasta pada variabel EB dan OIB. Sehingga dapat dikatakan bahwa bank BUMN lebih optimal dalam mengelola setiap cabang yang dimilikinya, baik dalam memperluas jaringan bisnis perbankan maupun dalam menghasilkan pendapatan operasional yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa kinerja keuangan bank pada variabel CASdan NIMmemiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan pada variabel LDR, CRR, CAR, DRR, CIRdan ROA memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa dalam melakukan pembelian saham perbankan, para investor menjadikan variabel-variabel tersebutsebagai tolak ukur dalam kebijakan investasinya dan invetor cenderung akan memburu saham dari bank BUMN dibandingkan dengan bank swasta, karena secara umum bank BUMN memiliki kinerja keuangan yang lebih baik daripada bank swasta. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, maka dapatdirekomendasikan beberapa implikasi manajerial yangbersifat strategis, antara lain: 1. Bank sebagai lembaga keuangan yang memiliki fungsi intermediasi tentunya harus mampu mengoptimalkan kapasitas penyaluran kreditnya, karena dengan semakin besar kredit yang diberikan oleh bank, maka akan memberikan kemungkinan angka kolektibilitas yang semakin besar pula dan bank juga akan mengalami kesulitan dalam hal memenuhi permintaan kredit dari para debiturnya. 2. Sebagai lembaga intermediasi, bank juga harus mampu mengurangi ketergantungan terhadap hutang sebagai sumber dana operasionalnya dan lebih meningkatkan efisiensi penggunaan sumber modal yang dimiliki oleh bank, karena dengan semakin banyak sumber hutang, maka bank harus siap menanggung segala kewajibannya dan akan berdampak pula pada perolehan pendapatan bank yang akan semakin kecil. 3. Bank juga harus mampu mengoptimalkan segala potensi dari setiap cabang dan karyawan yang dimilikinya, karena setiap cabang dan karyawan berperan dalam menjalankan roda usaha dan menentukan perkembangan suatu perusahaan di masa depan. 4. Dalam menentukan pilihan investasinya, para investor hendaknya dapat memperhatikan variabel CAS, karena variabel tersebut merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi price earning ratio.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: bank, harga saham, kinerja keuangan, metode radar . bank, financial performance, radar method, stock price .
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 31 May 2016 05:00
Last Modified: 31 Oct 2019 04:43
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2371

Actions (login required)

View Item View Item