Pengaruh variabel makroekonomi terhadap volatilitas return indeks saham ihsg periode sebelum dan sesudah krisis ekonomi global (2002-2014)

Surbakti, Emta Hariati (2016) Pengaruh variabel makroekonomi terhadap volatilitas return indeks saham ihsg periode sebelum dan sesudah krisis ekonomi global (2002-2014). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E47-02-Surbakti-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E47-01-Surbakti-Cover.pdf - Published Version

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E47-03-Surbakti-Summary.pdf - Published Version

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E47-04-Surbakti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (547kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E47-05-Surbakti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Return dan risiko adalah dua faktor utama yang diperhatikan investor ketika berinvestasi dalam bentuk saham. Return adalah keuntungan yang diperoleh investor atas investasi saham yang dilakukannya, sedangkan risiko merupakan perbedaan return yang diharapkan dengan return actual. Pada sekuritas, return dan risiko secara teoritis mempunyai hubungan yang positif, semakin besar expected return yang diterima, maka semakin besar risiko yang diperoleh, begitu juga sebaliknya. Volatilitas menunjukan risiko atau ketidakpastian return yang akan diperoleh oleh investor. Volatilitas harga saham menggambarkan perubahan harga penutupan sebuah saham atau indeks saham yang terjadi selama kurun waktu pengamatan tertentu. Volatilitas harga sangat penting untuk diamati karena menjadi dasar untuk menghitung volatilitas return. Kondisi makroekonomi berpengaruh pada volatilitas saham di suatu negara, hal ini dikarenakan kondisi makroekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi operasional harian perusahaan, sehingga kemampuan investor dalam memahami dan meramalkan kondisi makroekonomi dimasa datang akan sangat berguna dalam pembuatan keputusan investasi yang menguntungkan. Seiring dengan adanya globalisasi dan integrasi keuangan maka faktor makroekonomi yang memengaruhi return dan risk saham tidak hanya faktor makroekonomi domestik namun juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi non-domestik (internasional). Pada pertengahan tahun 2007, Amerika Serikat dilanda krisis subprime mortgage yang puncaknya terjadi pada September 2008, imbas dari krisis subprime mortgage menyebabkan seluruh bursa saham di dunia mengalami koreksi yang cukup tajam. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga melanda Eropa dan Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode krisis subprime mortgage yakni terhitung dari 21 November 2007 sampai dengan 21 November 2008 mengalami penurunan tajam sebesar 55,29%. Sebagai pasar modal yang sedang berkembang BEI diduga sangat dipengaruhi indeks pasar saham dunia dan indeks pasar saham Asia yang berkapitalisasi besar, salah satunya Dow Jones Industrial Average (DJI) dari bursa saham Amerika. DJI merupakan indeks harga saham gabungan di bursa saham New York Stock Exchange. Keterkaitan indeks di bursa global terlihat saat krisis global tahun 2008 indeks harga saham di bursa saham Amerika (DJI) terkoreksi sebesar 37.13 % diikuti dengan terkoreksinya nilai saham di Indonesia yaitu saham-saham yang tergabung dalam IHSG terkoreksi sebesar 55.29%. Penelitian ini terdiri dari empat tujuan: (1) melihat karakteristik volatilitas return saham pada indeks saham IHSG; (2) melihat pengaruh pasar saham Amerika (Dow Jones Industrial) terhadap volatilitas return IHSG; (3) mengkaji lebih dalam tentang pengaruh pengaruh variabel makroekonomi (nilai tukar, inflasi dan BI-rate) dan harga emas dunia terhadap volatilitas return IHSG; (4) mengetahui risiko investasi saham pada indeks saham IHSG periode sebelum dan sesudah krisis ekonomi global. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data deret waktu bulanan harga indeks saham IHSG, harga indeks saham DJI, inflasi, suku bunga BI, nilai tukar rupiah terhadap dollar dan harga emas dari Januari 2002 sampai Desember 2014. Penelitian ini menggunakan alat analisis ACRCH-GARCH untuk melihat pengaruh variabel ekonomi terhadap volatilitas return IHSG dan menggunakan metode VaR (Value at Risk) untuk menghitung risiko maksimum yang harus ditanggung oleh investor ketika berinvestasi dalam saham yang tergabung di IHSG. Alat analisis yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah Software Eviews 6 dan Microsoft Excel 2007. Analisis data ARCH-GARCH diduga dengan menggunakan metode kemungkinan maksimum (maximum likelihood) yang memerlukan beberapa tahapan pengujian yaitu: (1) uji stasionertitas (uji Augmented Dickey Fuller), uji multikolineritas (uji Auxiliary Regression), uji autokorelasi (uji Breusch-Godfrey), uji normalitas (uji Jarque-Bera) dan uji heteroskedastisitas (uji White). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa data return saham IHSG memiliki volatilitas yang tinggi dan bersifat heteroskedastis sehingga regresi model OLS tidak layak untuk digunakan. Data yang bersifat volatile dan heteroskedastis lebih baik jika dianalisis dengan menggunakan model ARCH-GARCH. Model ARCH-GARCH terbaik yang dipilih pada penelitian ini adalah model GARCH (2,1). Variabel makroekonomi domestik dan internasional berpengaruh signifikan terhadap volatilitas return saham IHSG. Variabel makroekonomi internasional yakni indeks saham DJI berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas return indeks saham IHSG. Variabel makroekonomi domestik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap volatilitas return saham IHSG adalah variabel kurs rupiah terhadap US dollar. Variabel kurs rupiah berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas return indeks saham IHSG, hal ini berarti kenaikan kurs rupiah (terdepresiasinya rupiah) terhadap US dollar akan menaikkan tingkat risiko pada saham-saham yang tergabung dalam indeks saham IHSG, begitu juga sebaliknya. Variabel Inflasi, BI rate dan Harga emas tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat risiko atau volatilitas return pada indeks saham IHSG. Berdasarkan perhitungan risiko dengan menggunkan VaR (value at risk) risiko investasi pada saat krisis global (2008) paling besar di bandingkan dengan risiko periode sebelum dan sesudah krisis. Nilai VaR paling kecil diperoleh pada periode setelah krisis yaitu pada tahun 2014. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi investor untuk memperhatikan kondisi pasar saham internasional terkait dengan intergrasi ekonomi (DJI) dan kondisi makroekonomi domestik (nilai tukar rupiah terhadap US dollar) ketika akan menginvestasikan dananya dalam bentuk saham yang tergabung dalam IHSG.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: volatilitas return, indeks saham IHSG, variabel makroekonomi, ARCH-GARCH, VaR. return volatility, JCI stock index, macroeconomic variables, ARCH-GARCH, VaR.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 31 May 2016 05:21
Last Modified: 29 Oct 2019 05:18
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2377

Actions (login required)

View Item View Item