Pengaruh kurs rupiah, biaya upah, dan listrik terhadap modal kerja dan profitabilitas pada pt xyz

Sumantri, Maman (2015) Pengaruh kurs rupiah, biaya upah, dan listrik terhadap modal kerja dan profitabilitas pada pt xyz. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E44-01-Sumantri-Cover.pdf - Published Version

Download (362kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-02-Sumantri-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-03-Sumantri-Summary.pdf - Published Version

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-04-Sumantri-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-05-Sumantri-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (687kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Manajemen modal kerja adalah salah satu aktivitas penting dalam mengelola perusahaan. Pengelolaan modal kerja yang baik akan menentukan keberlangsungan operasional perusahaan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Sehat tidaknya kondisi keuangan perusahaan tergantung pada efektivitas manajemen modal kerja. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi benang jahit (sewing thread), merupakan bagian dari industri tekstil memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi. Sebagai perusahaan yang mensuplai bahan baku benang untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), tentu tidak terlepas dari kondisi industri TPT secara keseluruhan dan kondisi ekonomi makro yang mempengaruhi industri itu sendiri. Naik turunnya permintaan tekstil dan produk tekstil akan mempengaruhi tingkat produksi tekstil dan produk tekstil yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat kebutuhan bahan baku benang jahit. Dalam membuat perencanaan laba dan modal kerja, manajemen juga mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi makro seperti tingkat inflasi dan kurs Rupiah per Dollar Amerika. Tingkat inflasi dipakai dalam perencanaan biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum. Kurs Rupiah per Dollar Amerika digunakan untuk mengkonversi pos pendapatan dan biaya serta neraca ke dalam mata uang fungsional Dollar Amerika. Kenaikan upah minimum adalah salah satu faktor yang bisa memicu inflasi. Bagi perusahaan manufaktur dengan total karyawan sekitar 1.022 orang, kenaikan upah minimum akan mempengaruhi dalam penyusunan perencanaan biaya. Kenaikan upah minimum tidak hanya akan menambah gaji pokok, tetapi juga biaya karyawan lainnya, seperti biaya tunjangan karyawan, biaya cadangan pensiun, biaya jasa tenaga kerja dan biaya lainnya akan turut meningkat. Begitu pula kenaikan tarif dasar listrik sangat mempengaruhi bisnis, karena biaya tersebut akan menambah biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh kurs Rupiah per Dollar Amerika, kenaikan biaya upah dan listrik terhadap rasio modal kerja bersih dan profitabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder dikumpulkan dari bulan Januari 2009 sampai dengan Juni 2014 dan data bulanan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas dianalisis dengan regresi berganda menggunakan Minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan ada kecenderungan bahwa pelemahan kurs Rupiah per Dollar Amerika akan menurunkan rasio modal kerja bersih. Kenaikan upah per tenaga kerja dan biaya listrik per Kwh akan meningkatkan rasio modal kerja bersih. Namun hasil regresi tidak bisa membuktikan pengaruh variabel tersebut terhadap rasio modal kerja bersih. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pelemahan kurs Rupiah per Dollar Amerika akan menurunkan profitabilitas namun secara menguntungkan kenaikan upah per tenaga kerja dan biaya listrik per Kwh meningkatkan profitabilitas akibat dari peningkatan produktivitas karyawan dan efisiensi pemakaian listrik. Semua variabel bebas tersebut secara tidak signifikan mempengaruhi profitabilitas. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pelemahan kurs Rupiah per Dollar Amerika dan variabel modal kerja yang diukur dengan umur piutang, umur persediaan, dan umur hutang dapat mempengaruhi return on asset. Pelemahan kurs Rupiah per Dollar Amerika, umur piutang dan persediaan mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap return on asset. Umur hutang mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap return on asset. Pengaruh perubahan kurs Rupiah per Dollar Amerika, umur piutang dan persediaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return on asset, sehingga manajemen perusahaan harus lebih fokus melakukan antisipasi dari dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah dan pengelolaan piutang dan persediaan yang lebih baik lagi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 17(E44)Sum p
Uncontrolled Keywords: rasio keuangan, return on asset, umur hutang, umur persediaan, umur piutang. financial ratio, return on assets, creditor day, inventory day, debtor day.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Jun 2016 05:23
Last Modified: 05 Nov 2019 06:40
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2392

Actions (login required)

View Item View Item