Analisis positioning pupuk hayati (studi kasus pt.karya anugrah rumpin)

Aprianti, Ervina (2015) Analisis positioning pupuk hayati (studi kasus pt.karya anugrah rumpin). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E44-01-Aprianti-Cover.pdf - Published Version

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-02-Aprianti-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-03-Aprianti-Summary.pdf - Published Version

Download (435kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-04-Aprianti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (449kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E44-05-Aprianti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (749kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Positioning penting diterapkan pada setiap perusahaan dengan tujuan membentuk persepsi konsumen yang akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Perusahaan melakukan positioning agar memiliki tempat khusus di benak konsumen serta dapat dibedakan dengan pesaing, mengingat keberadaan beberapa perusahaan dalam melayani target pasar yang sama. Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membentuk posisi strategis suatu merek di benak target pasar yaitu membuat konsep positioning, merancang strategi positioning yang meliputi kombinasi strategi bauran pemasaran, serta mengevaluasi strategi positioning yang telah dilakukan perusahaan. Positioning bersifat dinamis, dapat selalu berubah seiring dengan perubahan selera dan preferensi konsumen, pesaing, dan teknologi. Salah satu produk yang juga memerlukan strategi positioning adalah pupuk. Hampir seluruh kegiatan pertanian membutuhkan pupuk. Pupuk yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah pupuk anorganik Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia serta mengganggu kelangsungan hidup organisme dalam tanah. Oleh karena itu, perlu diterapkan pengelolaan pupuk terpadu yang mengkombinasikan pupuk anorganik, organik dan hayati. Pentingnya pupuk hayati dalam menunjang budidaya pertanian menyebabkan banyak merek pupuk hayati yang beredar di pasar, salah satunya Sumber Subur yang diproduksi oleh PT. Karya Anugerah Rumpin. Perusahaan sebaiknya selalu mengembangkan strategi positioning agar dapat bersaing. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengidentifikasi atribut yang dianggap penting oleh konsumen dalam penggunaan pupuk hayati, menganalisis posisi pupuk hayati saat ini yang dipersepsikan oleh konsumen berdasarkan keunggulan produk, serta memberikan alternatif rekomendasi strategi positioning pupuk hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara langsung kepada petani menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Populasi pada penelitian ini adalah petani di Kabupaten Bogor yang mengetahui minimal satu merek pupuk hayati. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 120 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari purposive sampling dan simple random sampling. Analisis deskriptif, Thurstone Case V, dan Korespondensi digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Tiga atribut utama yang dianggap penting oleh responden dalam memilih pupuk hayati adalah kualitas, harga dan kandungan produk. Atribut lain yang juga dianggap penting yaitu merek terpercaya, mudah digunakan, ketersediaan produk, atribut iklan yang menarik, serta potongan harga. Pupuk Hayati Sumber Subur memiliki keunggulan posisi sebagai produk yang selalu ingin digunakan. Selain itu, pupuk hayati ini juga dinilai sebagai pupuk yang dapat diandalkan dan memiliki harga yang lebih murah. Namun, Sumber Subur belum memiliki keunggulan dari segi ketersediaan dan promosi. Pengetahuan petani akan Pupuk Hayati Sumber Subur masih terpusat pada beberapa kelompok. Posisi yang ditempati oleh EM-4 yaitu produk terpercaya, bisa diandalkan, memiliki iklan tersebar dimana-mana, mudah diperoleh, serta harga lebih murah. EM-4 sebagian besar telah menempati posisi-posisi sesuai dengan faktor yang dipentingkan responden dalam pengambilan keputusan penggunaan pupuk hayati. Berdasarkan pertimbangan karakteristik petani, perilaku penggunaan pupuk hayati, atribut yang dianggap penting oleh petani dalam penggunaan pupuk hayati, serta posisi pupuk hayati saat ini, maka perusahaan sebaiknya selalu menjaga kualitas pupuk hayati. Ukuran kemasan, harga yang saat ini beredar tidak perlu dilakukan perubahan karena telah sesuai dengan harapan mayoritas responden. Bahkan harga Pupuk Hayati Sumber Subur masih merupakan harga paling murah diantara pupuk hayati merek lain. Distribusi pupuk harus selalu diperhatikan oleh perusahaan agar tidak lagi terjadi kelangkaan produk. Gabungan kelompok tani dapat dijadikan saluran distribusi pupuk hayati. Perusahaan harus melakukan strategi promosi yang tepat, agar informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Salah satu bentuk promosi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang merek (brand awareness) adalah iklan pada bulletin pertanian yang biasa dibagikan oleh penyuluh kepada setiap kelompok tani. Bentuk promosi lain yang dapat dilakukan berupa demplot, jika perlu dikombinasikan dengan pembagian sampel gratis, karena dengan bentuk promosi ini petani dapat melihat secara langsung merasakan kualitas pupuk hayati. Perusahaan juga sebaiknya memberikan informasi lengkap mengenai keunggulan serta cara pengaplikasian produk kepada konsumen yang dapat dicantumkan pada label kemasan. Promosi perlu diperluas pada daerah-daerah potensial, karena masih banyak petani yang belum mengetahui dan memahami manfaat yang dapat diberikan oleh pupuk hayati dan kebanyakan anggota kelompok tani hanya mengetahui satu merek pupuk hayati tertentu. Pupuk Hayati Sumber Subur hanya diketahui oleh 16,67% responden dan hanya terpusat pada beberapa kelompok tani, belum menyebar pada seluruh daerah penelitian. Perusahaan dapat bekerjasama dengan penyuluh pertanian untuk melakukan pendekatan melalui kelompok tani serta melakukan edukasi pada petani mengenai penggunaan pupuk hayati.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 19(E44)Apr a
Uncontrolled Keywords: analisis korespondensi, positioning, pupuk hayati, thurstone case v. biofertilizer, correspondence analysis, positioning, thurstone case.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Jun 2016 05:56
Last Modified: 29 Oct 2019 08:09
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2398

Actions (login required)

View Item View Item