Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian bahan baku bungkil kedelai pada industri pakan ternak di indonesia

Aritonang, Paraden Arianto (2014) Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian bahan baku bungkil kedelai pada industri pakan ternak di indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E40-01-Aritonang-Cover.pdf - Published Version

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E40-02-Aritonang-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E40-03-Aritonang-Summary.pdf - Published Version

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E40-04-Aritonang-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (565kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E40-05-Aritonang-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (498kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.sb.ipb.ac.id

Abstract

Industri pakan ternak merupakan salah satu industri yang mengalami perkembangan cukup baik seiring dengan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Industri peternakan di Indonesia masih didominasi oleh sektor unggas, sementara dalam industri peternakan, pangsa pakan terhadap total biaya produksi mencapai 70%, DOC (bibit) 13% dan17% lagi pangsa lainnya. Dalam industri pakan ternak, bahan baku merupakan komponen yang sangat penting, hal ini dikarenakan besarnya biaya bahan baku dapat mencapai 85-90% dari total biaya produksi. Bungkil Kedelai atau biasa disebut Soyabean Meal merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan pakan ternak setelah Jagung. Kebutuhan akan bungkil kedelai bagi industri pakan ternak di indonesia umumnya didatangkan dari empat negara utama, yakni Argentina, Brazil, Amerika dan India. Dilihat dari besarnya kebutuhan impor oleh industri pakan,dan potensi pertumbuhan industri ini kedepannya, maka perusahaan-perusahaan trading bahan baku pakan, khususnya bungkil kedelai berusaha untuk memasuki dan memantapkan posisinya di pasar Indonesia, hal ini menyebabkan persaingan menjadi lebih ketat dan menuntut perusahaan untuk dapat segera melakukan perubahan agar dapat tetap bertahan ataupun berkembang di pasar yang memiliki pertumbuhan permintaan yang besar ini. Beberapa upaya yang dilakukan dalam menyikapi kondisi persaingan yang ketat ini adalah dengan melakukan pendekatan fungsi pemasaran, yakni mendeteksi apa yang menjadi kebutuhan pasar atau konsumen, dan sesegera mungkin melakukan adaptasi dengan menciptakan program atau strategi pemasaran yang tepat dan kompetitif. Dalam hal ini, perlu dilakukan sebuah kajian dalam merumuskan program pemasaran yang tepat dan efektif untuk dapat mencapai tujuan perusahaan. Keberhasilan program pemasaran, salah satunya ditentukan oleh persepsi, preferensi dan perilaku pembeli. Dengan mengetahui bagaimana persepsi konsumen tentang bauran pemasaran maka akan memberikan masukan bagi manajemen untuk dapat merumuskan program-program pemasaran yang tepat dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen, dan bahkan mungkin dapat menghasilkan competitive advantage dibandingkan pesaing yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis hubungan faktor-faktor bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian bahan baku bungkil kedelai pada industri pakan ternak di Indonesia; 2) Menganalisis atribut-atribut kepentingan dan kinerja dari faktor-faktor bauran pemasaran pada pada industri pakan ternak di Indonesia; dan 3) Merumuskan implikasi manajerial yang dapat diterapkan perusahaan pemasok bahan baku bungkil kedelai dalam menjangkau kebutuhan industri pakan ternak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Jakarta selama sembilan bulan, dimulai dari bulan Febuari 2014 sampai dengan Oktober 2014. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuisioner yang diberikan kepada konsumen, dalam hal ini responden berasal dari departemen procurement perusahaan pakan ternak di Indonesia, serta penelusuran dokumen berupa data-data impor bungkil kedelai dan jagung. Populasi penelitian ini adalah 25 pabrik pakan ternak yang terdaftar dalam asosiasi GPMT. Metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan antara lain adalah Regresi Linier Bergandayang meliputi uji asumsi klasik, uji t dan uji F yang dilakukan untuk melihat hubungan faktor-faktor bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian, serta Importance Performance Analysis (IPA) yang digunakan untuk menilai masing-masing atribut dari bauran pemasaran ditinjau dari segi kepentingan dan kinerja atau harapan. Hasil kajian deskriptif mengenai preferensi para responden menunjukkan bahwa secara umum, mayoritas pengalaman responden dalam menangani pembelian bahan baku bungkil kedelai adalah lebih dari 10 tahun, kemudian jenis bahan baku selain bungkil kedelai yang dibeli oleh responden adalah jagung, selain itu dapat diketahui bahwa seluruh perusahaan pakan ternak di Indonesia paling banyak pernah melakukan pembelian bungkil kedelai dari FKS (60%), kemudian Marubeni (16%) dan CJ (12%). Hasil uji asumsi klasik menunjukan bahwa pada model regresi yang didapatkan tidak terjadi autokorelasi, data tersebar secara normal, model bebas dari problem multikolinearitas dan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Berdasarkan hasil regresi berganda, didapatkan nilai R-Square sebesar 0,637 dengan p-value sebesar 0,003 (p-value< 0,005) yang menunjukkan variasi dari variabel dependen sebesar 63,7% dapat dijelaskan oleh variabel independen secara signifikan, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Berdasarkan hasil uji t dan uji F, didapatkan hasil bahwa dari enam variabel bauran pemasaran yang diujikan dan dilihat pengaruhnya dengan keputusan pembelian, variabel Harga (Price) dan Tempat atau Lokasi (Place) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian bahan baku bungkil kedelai. IPA dilakukan terhadap variabel yang memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian, yakni harga dan tempat. Berdasarkan hasil IPA pada variabel harga, atribut yang termasuk dalam kuadran I yang berarti harus diprioritaskan dan ditingkatkan kinerjanya antara lain adalah ketentuan pembayaran yang dibuat oleh supplier kepada pelanggan (term of payment) serta suku bunga (interest rate) yang ditawarkan untuk pembayaran. Sementara hasil IPA pada variabel tempat/lokasi, atribut yang termasuk dalam kuadran I adalah kemampuan penjual menawarkan bungkil kedelai dari berbagai sumber di berbagai negara asal, kemampuan penjual menawarkan bungkil kedelai ke pelabuhan Belawan,kemampuan penjual menawarkan bungkil kedelai ke pelabuhan Semarang serta kepemilikan gudang penyimpanan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bauran pemasaran, bungkil kedelai, keputusan pembelian, pakan ternak. Livestock feed, marketing mix, purchasing decision, soybean meal.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 11 Jun 2016 02:08
Last Modified: 13 Nov 2019 04:21
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2420

Actions (login required)

View Item View Item