Strategi pengembangan produk dual currency return (dcr) di pt. bank ocbc nisp tbk.

Santi, Endang Santi (2009) Strategi pengembangan produk dual currency return (dcr) di pt. bank ocbc nisp tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E26-01-Santi-Cover.pdf - Published Version

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E26-02-Santi-Abstract.pdf - Published Version

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E26-03-Santi-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E26-04-Santi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E26-05-Santi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (384kB) | Preview

Abstract

Bank nasional devisa berpeluang besar untuk terus mendorong fee based income secara optimal jika mampu mengembangkan berbagai jasa layanan. Maka, sebagai salah satu sumber fee based income, beberapa bank telah mengembangkan pengelolaan produk investasinya. Divisi Tresuri Bank OCBC NISP terus berupaya mendongkrak pencapaian fee based income untuk meningkatkan pendapatan transaksi valuta asing dengan cara mengembangkan produk-produk investasi yang didasari oleh valuta asing dan suku bunga, salah satunya adalah Structured Deposit. Salah satu bentuk structured deposit yang dipasarkan oleh Divisi Tresuri Bank OCBC NISP adalah Dual Currency Return (DCR). Produk ini adalah bentuk investasi fleksibel jangka pendek dimana imbal hasil (yield) terkait dengan instrumen valuta asing dan suku bunga sehingga memberikan tingkat pendapatan yang lebih tinggi daripada deposito berjangka biasa. Penjualan produk DCR masih terpusat di wilayah Jabodetabek saja dan beberapa kota besar di wilayah Jawa. Masih terdapat kemungkinan yang besar untuk dapat menjual produk DCR di wilayah lainnya mengingat banyaknya jaringan kantor Bank OCBC NISP saat ini melalui tenaga pemasaran cabang. Berdasarkan hal tersebut, maka Divisi Tresuri Bank OCBC NISP menetapkan strategi pengembangan produk DCR, agar strategi yang ditetapkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan daya saing serta memberikan kemampulabaan yang berkelanjutan dan jangka panjang. Beberapa perumusan masalah diformulasikan dalam bentuk pertanyaanpertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimanakah kinerja produk DCR pada saat ini (2) Faktor-faktor penting apa saja yang berperan dalam penyusunan strategi pengembangan produk DCR berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor kritis lingkungan eksternal dan internal (3) Faktor-faktor penting apa saja yang menjadi daya tarik industri dan kekuatan bisnis perusahaan untuk produk DCR, dan (4) Bagaimana formulasi strategi pengembangan yang harus diterapkan oleh Divisi Tresuri Bank OCBC NISP untuk meningkatkan kinerja DCR, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan transaksi valuta asing. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengevaluasi kinerja produk DCR saat ini (2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor–faktor kritis peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam pengembangan produk DCR, dilihat dari analisa lingkungan eksternal dan internal nya (3) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor–faktor kritis daya tarik industri dan kekuatan bisnis perusahaan dalam pengembangan produk DCR, dan (4) Merumuskan alternatif strategi pengembangan produk DCR yang dapat diterapkan Divisi Tresuri Bank OCBC NISP guna meningkatkan pendapatan transaksi valuta asing. Berdasarkan penelitian dan analisa maka dapat diambil kesimpulan perumusan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk DCR. Penelitian ini merupakan suatu kajian langsung terhadap studi kasus yang terjadi di Bank OCBC NISP mengenai produk DCR. Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dalam bentuk kualitatif dan kuantitaif. Data primer diperoleh melalui Kuesioner Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal serta Analisis Daya Tarik Industri dan Kekuatan Bisnis. Pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Nonprobability Sampling (pengambilan contoh tanpa peluang) yakni dengan teknik Judgment / Purposive Sampling (pengambilan contoh secara sengaja). Data yang diperoleh dari hasil analisis lingkungan eksternal dan internal serta analisis kekuatan bisnis dan daya tarik industri digunakan sebagai dasar penyusunan Matriks IFAS, EFAS dan GE. DCR diluncurkan pada bulan Juli 2007 dengan satu pilihan currency pair (pasangan mata uang) yakni USD/IDR (Dollar Amerika terhadap Rupiah). Secara bertahap, Divisi Tresuri mengeluarkan ragam currency pair lainnya dan per September 2008 telah terdapat 11 pilihan currency pair DCR yang dapat ditawarkan kepada nasabah. Rata-rata penempatan dana sebesar 13,05 juta USD per bulannya. Target yang ditetapkan oleh Manajemen Divisi Tresuri sesuai dengan proposal pengajuan produk DCR adalah sebesar ekuivalen 2,2 juta USD per bulannya. Selama periode diatas, pencapaian volume transaksi tidak pernah berada di bawah target. Lain halnya dengan pencapaian volume transaksi, pencapaian fee based DCR hanya sebesar 686 juta Rupiah di tahun pertama. Sedangkan proyeksi pendapatan yang ditetapkan oleh manajemen adalah sebesar 5 Miliar Rupiah per tahunnya. Hal ini terkait dengan marjin profit DCR yang diperoleh Bank OCBC NISP masih cukup rendah serta penerapan kebijakan harga yang beraku terkait transaksi DCR. Dari identifikasi faktor-faktor lingkungan internal perusahaan, maka kondisi internal perusahaan saat ini dapat ditunjukkan dengan menggunakan perhitungan Matriks IFAS. Berdasarkan Matriks IFAS Bank OCBC NISP diketahui bahwa posisi perusahaan berada dalam kategori rata-rata dengan nilai 2,82 dalam merespon kondisi lingkungan internalnya. Dapat diklasifikasi faktor-faktor yang termasuk dalam kekuatan perusahaan adalah: citra Bank OCBC NISP yang baik; dukungan manajemen; dan customer yang loyal. Sedangkan faktor-faktor yang membutuhkan pembenahan atau termasuk kedalam kelemahan perusahaan adalah: belum optimalnya tenaga pemasaran; diversifikasi produk; dukungan teknologi (sistem) yang masih perlu dikembangkan; belum optimalnya jaringan kantor; promosi kurang gencar; kebijakan harga terbatas; dan belum adanya program insentif bagi tenaga pemasaran cabang. Matriks EFAS dapat menunjukkan kondisi eksternal perusahaan saat ini. Hasil evaluasi terhadap Matriks EFAS menunjukkan nilai 2,56 yakni kondisi eksternal perusahaan berada dalam kategori rata-rata dalam merespon faktorfaktor lingkungan eksternal disekitarnya. Faktor-faktor yang termasuk dalam peluang bagi perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: DCR sebagai alah satu alternatif investasi yang menarik; potensi pasar yang masih luas; kebijakan Bank Indonesia; dan peluang memperoleh marjin profit DCR yang lebih baik. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang memiliki daya tarik rendah bagi perusahaan adalah: perkembangan teknologi informasi; bertambahnya bank kompetitor; kondisi perekonomian yang kurang kondusif; tidak stabilnya nilai tukar; dan perang harga dengan bank kompetitor. Termasuk kedalam daya tarik industri adalah faktor-faktor yang menjadi salah satu dari peluang serta ancaman perusahaan. Faktor-faktor dalam dimensi daya tarik industri pada produk DCR adalah: (a) ukuran pasar, yaitu kontribusi deposito (termasuk didalamnya adalah kontribusi dari structured deposit) terhadap total DPK perbankan; (b) tingkat pertumbuhan pasar, yaitu tingkat pertumbuhan deposito selama beberapa tahun terakhir; (c) intensitas persaingan penjualan produk DCR antar perbankan; (d) perkembangan teknologi; (e) risiko pasar yang dapat mempengaruhi return DCR; (f) pertumbuhan ekonomi terhadap bisnis produk DCR; (g) marjin profit yang diperoleh produk DCR; (h) kebijakan Bank Indonesia terkait structured deposit khususnya DCR; dan (i) praktek harga yang dilakukan bank-bank dalam menjual produk DCR. Termasuk kedalam kekuatan bisnis adalah faktor yang menjadi salah satu dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Faktor-faktor dalam dimensi kekuatan bisnis pada produk DCR adalah: (a) penguasaan pangsa pasar, yakni kontribusi DPK Bank OCBC NISP; (b) citra Bank OCBC NISP; (c) strategi pemasaran (promosi) yang dilakukan oleh Bank OCBC NISP dalam memasarkan produk DCR; (d) diversifikasi produk DCR; (e) kekuatan tenaga pemasaran dalam menjual produk DCR; (f) dukungan Manajemen Bank OCBC NISP; (g) return yang diperoleh Nasabah dari produk DCR di bank OCBC NISP; dan (h) wilayah jangkauan pemasaran untuk produk DCR. Berdasarkan nilai yang diperoleh Faktor Daya Tarik Industri, yakni sebesar 3,09 dan nilai Faktor Kekuatan Bisnis sebesar 3,13, maka bisnis DCR berada di sel ke-lima, yakni masuk dalam sel rata-rata bisnis, merupakan bisnis yang memiliki prospek berkembang lebih jauh. Perusahaan dituntut untuk tidak ragu-ragu mengembangkan produk tersebut dengan terus berinvestasi guna pertumbuhannya. Hasil ini juga menunjukkan bahwa strategi generik perusahaan adalah strategi pertumbuhan, dengan strategi utama berada pada kelompok strategi pertumbuhan konsentrasi. Strategi dimana perusahaan berkonsentrasi dan bertumbuh-kembang pada semua atau hampir semua sumber daya yang sejenis. Segmen pasar hendaknya diperluas untuk mengurangi potensi persaingan, sehingga skala ekonomi menjadi lebih besar. Adapun alternatif strategi yang dapat diterapkan berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan dengan resposnden antara lain: 1. Memperluas pangsa pasar dengan meningkatkan jumlah dan volume transaksi. Guna menunjang startegi ini maka beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain mempersiapkan variasi produk dan memfokuskan penjualan kewilayah lain selain Jabotabek dan Jawa. 2. Menggerakan tenaga pemasaran di cabang dengan memberikan pelatihan, pemberian reward dan juga menetapkan KPI. 3. Melakukan promosi yang lebih agresif 4. Melakukan pengambilan posisi transaksi (warehousing). 5. Melakukan pengembangan teknologi. Pengembangan variasi produk DCR dapat dilakukan dengan tetap meperhatikan peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Dikeluarkannya beberapa peraturan BI antara lain Surat Edaran No.10/42/DPD tanggal 27 November 2008 perihal Pembelian Valuta Asing Terhadap Rupiah Kepada Bank (berlaku 27 November 2008) dan Peraturan Bank Indonesia No. 10/37/PBI/2008 mengenai Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (berlaku 16 Desember 2008), menyatakan bahwa pembelian valuta asing terhadap rupiah tidak diperkenankan dilakukan dalam jumlah berapapun apabila pembelian tersebut atau potensi pembelian terkait dengan structured deposit. Oleh karena itu, produk DCR yang sudah ada saat ini dan juga pengembangannya tidak akan melibatkan mata uang rupiah, baik base currency maupun alternate currency.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi, Pengembangan Produk, Dual Currency Return (DCR), Structured Deposit, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Matriks GE, Bank OCBC NISP.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 22 Jun 2016 03:58
Last Modified: 22 Jun 2016 03:58
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2425

Actions (login required)

View Item View Item