Pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap kinerja pegawai dilembaga pendidikan at taufiq, bogor

Hadiyati, Wita (2007) Pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap kinerja pegawai dilembaga pendidikan at taufiq, bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E25-01-Wita-Cover.pdf - Published Version

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-02-Wita-Abstract.pdf - Published Version

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-03-Wita-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (388kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-04-Wita-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-05-Wita-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (327kB) | Preview

Abstract

Saat ini, seluruh lembaga pendidikan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik, menjadi nomor satu dan berusaha untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat, khususnya para orang tua sehingga mereka bersedia menyekolahkan anaknya ke suatu lembaga pendidikan. Semakin baik kualitas suatu lembaga pendidikan, semakin banyak pula peminatnya. Baik atau tidaknya kualitas suatu lembaga pendidikan, sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang mengelola kelangsungan hidup lembaga pendidikan tersebut. Artinya jika sumber daya manusia yang mengelola lembaga pendidikan memiliki kinerja yang baik, maka akan baik pula kualitas lembaga pendidikan itu, tapi jika kinerja dari sumber daya manusia yang mengelola lembaga pendidikan itu rendah, maka secara langsung rendah pula kualitas lembaga pendidikan tersebut. Sumber daya manusia merupakan asset terpenting dalam suatu perusahaan atau lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, oleh karena itu sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Selain itu, sumber daya manusia merupakan manusia atau orang-orang yang bekerja yang memberikan tenaga dan pikirannya untuk menjalankan suatu organisasi sehingga eksistensi atau tujuan organisasi dapat terwujud. Dalam rangka mencapai tujuan, lembaga pendidikan memerlukan sumber daya manusia atau pegawai yang rajin, kreatif, tanggung jawab dan semangat dalam bekerja, sehingga kinerja mereka akan baik. Sebuah perusahaan atau lembaga pendidikan harus dapat melakukan suatu yang dapat memberikan motivasi kepada pegawainya supaya dapat bekerja lebih rajin, lebih kreatif, lebih bertanggung jawab dan lebih bersemangat dalam bekerja. Saat ini, di Lembaga Pendidikan At Taufiq di Bogor, diduga sedang terjadi penurunan semangat pegawainya dalam bekerja, ketidakpuasan dalam bekerja, adanya kesenjangan sosial antar sesama pegawai, tingkat absensi yang tinggi, tingkat turn over yang cukup tinggi, kejenuhan dalam bekerja, belum adanya keterbukaan antar rekan kerja, dan sebagainya, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang dapat memberikan motivasi kepada pegawai, sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan akhirnya kinerja mereka dapat meningkat. Permasalahan inilah yang akan diteliti dalam penulisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis faktor-faktor yang dapat memberikan motivasi, dan yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Lembaga Pendidikan At Taufiq, Bogor, (2) menganalisis pengaruh faktor motivasi terhadap kinerja pegawai di Lembaga Pendidikan At Taufiq, Bogor, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan Lembaga Pendidikan At Taufiq untuk meningkatkan kinerja pegawai di Lembaga Pendidikan At Taufiq, Bogor. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pendidikan At Taufiq di Bogor, pada bulan Maret 2007 sampai dengan April 2007, dengan menggunakan metode deskriptif dan survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh melalui kuisioner dan wawancara langsung dengan beberapa responden. Kuisioner yang digunakan untuk memperoleh data primer menggunakan skala Likert. Data skunder diperoleh melalui data internal perusahaan dan eksternal lainnya berupa jurnal-jurnal, artikel, majalah dan sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus dengan jumlah sampel 71 orang, selanjutnya menyebarkan kuisioner kepada seluruh responden. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan tehnik rentang kriteria untuk mengetahui bagaimana persepsi responden terhadap motivasi dan kinerja pegawai. Variabel laten eksogenus yang digunakan untuk mengukur pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap kinerja pegawai adalah variabel laten eksogenus hygiene dan variabel laten eksogenus motivator. Variabel laten eksogenus hygiene memiliki lima variabel indiktor, yaitu : gaji (X1), jaminan dalam pekerjaan (X2), kondisi kerja (X3), status kepegawaian (X4), dan hubungan antar rekan kerja (X5). Sedangkan variabel laten eksogenus motivator memiliki empat variabel indikator, yaitu : pengakuan terhadap kemampuan (X6), kesempatan untuk maju (X7), pekerjaan yang dilakukan (X8), dan tanggung jawab (X9). Dalam mengukur pengaruh faktor-faktor motivasi terhadap kinerja pegawai, variabel laten endogenus kinerja pegawai diukur dengan menggunakan empat variabel indikator, yaitu kualitas pekerjaan (Y1), tanggung Jawab (Y2), kreatifitas (Y3), dan tingkat kehadiran (Y4). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), dengan menggunakan software LISREL 8.51. sebuah model struktural yang dibangun dapat diterima keabsahannya apabila memenuhi beberapa kriteria, antara lain P-value harus lebih besar dari 0,05 (P-value > 0,05), nilai RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation) harus kurang dari atau sama dengan 0,08 (RMSEA ≤ 0,08), dan nilai Chi-square (X2) model harus lebih kecil dari derajat bebasnya (Degree of Freedom). Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan program LISREL (Linear Structural Relationship) versi 8.51 menunjukkan bahwa model yang dirancang dalam penelitian ini memiliki nilai P-value sebesar 1.00000, nilai RMSEA sebesar 0.000 dan nilai Chi-square sebesar 1.80, lebih kecil dari nilai tabel dengan derajat bebas sebesar 22. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian yang baik antara model dan data empiris, sehingga tidak perlu dilakukan modifikasi model.Berdasarkan data empiris dari hasil penelitian, diketahui bahwa variabel laten eksogen motivator memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja pegawai di Lembaga Pendidikan At Taufiq di Bogor, dibandingkan dengan variabel laten eksogenus hygiene. Variabel laten eksogenus motivator mempunyai faktor muatan (loading factor) sebesar 0,23 dengan nilai-t 30,82 sedangkan variabel laten eksogenus hygiene mempunyai nilai faktor muatan 0,12 dan nilai-t sebesar 39,31. Nilai faktor muatan atau gamma (γ) yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi faktor motivator dan faktor hygiene, maka akan menyebabkan semakin meningkatnya kinerja pegawai. Dalam membentuk variabel laten eksogenus motivator, variabel yang memberikan kontribusi yang paling besar adalah variabel indikator pekerjaan yang dilakukan (X8), dengan nilai faktor muatannya (loading factor) sebesar1,00. Sedangkan yang memberikan kontribusi yang paling rendah adalah variabel indikator pengakuan terhadap kemampuan (X6), dengan nilai faktor muatan sebesar 0,33. Selain itu, untuk variabel laten eksogenus hygiene, variabel indikator gaji (X1) memiliki kontribusi yang paling besar, dengan faktor muatannya sebesar 1,00 dan yang memiliki kontribusi terendah dalam membentuk variabel laten eksogenus hygiene adalah variabel indikator jaminan dalam pekerjaan (X2), dengan nilai loading factor sebesar 0,22. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa yang memiliki kontribusi terbesar dalam menciptakan kinerja pegawai adalah variabel indikator kehadiran/absebsi (Y4), dengan nilai faktor muatannya sebesar 1,00. Dan variabel indikator kualitas pekerjaan (Y1), memiliki kontribusi terendah dalam membentuk variabel laten kinerja pegawai, yaitu dengan nilai faktor muatannya 0,60.Implikasi manajerial yang dapat disampaikan untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam penelitian ini adalah:(1) membuat job description mengenai pekerjaan yang akan dilakukan oleh pegawai yang disertai dengan memberikan pengarahan atau pelatihan bagaimana melakukan pekerjaan itu dengan benar, (2) mengikutsertkan pegawai-pegawainya ke pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan mengasah ketrampilannya, guna memajukan kemampuannya, (3) dengan adanya job description, setiap pegawai mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabnya dan apa yang bukan menjadi tanggung jawabnya, (4) memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi, sehingga mereka merasa kemampuannya diakui, sehingga dapat memberikan motivasi kepada pegawai untuk berprestasi lagi, (5) memberikan gaji yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab pekerjaan pegawai, harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pemberian gaji harus tepat pada waktunya, (6) menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan kebersamaan yang berkeadilan, menjunjung tinggi sikap dan perilaku, menegakkan disiplin, selalu menjaga kebersihan, dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung pekerjaan, (7) mengadakan kegiatan yang melibatkan seluruh pegawai, yng bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi. Melalui kegiatan tersebut, seluruh pegawai dapat berkumpul, berbagi rasa dan untuk mencairkan ketegangan antara atasan dan bawahan, (8) membuat kepastian mengenai status pegawai tersebut sesuai dengan ketentuan kerja yang menyebutkan bahwa pegawai yang sudah bekerja lebih dari satu tahun berhak untuk mendapatkan status sebagai pegawai tetap, meskipun pegawai tersebut hanya seorang guru bantu, guru mengaji dan sebagainya, (9) mempertimbangkan lagi mengenai jumlah yang diberikan kepada pegawai sebagai jaminan dalam pekerjaan, (10) mengganti sistem absen yang menggunakan kartu menjadi sistem absen dengan menggunakan sidik jari, sehingga terhindar dari kecurangan tersebut. Selain itu, sanksi yang sudah berjalan saat ini, harus tetap diberlakukan, (11) menerapkan rewards and punishment terhadap tanggung jawab pegawai dalam menjalankan pekrjaannya, (12) melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, mengadakan bimbingan atau pelatihan untuk memperluas pengetahuan dan mendapatkan kejelasan mengenai pekerjaan yang dilakukan. Kesimpulan yang diperolah dalam penelitian ini adalah bahwa motivasi terbukti secara signifikan berpengeruh terhadap kinerja pegawai di Lembaga Pendidikan At Taufiq di Bogor. Yang memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk kinerja pegawai adalah variabel laten eksogenus motivator dengan kontribusi terbesar adalah faktor pekerjaan yang dilakukan. Nilai gamma yang terdapat dalam penelitian ini positif. Hal ini mengndung pengertian bahwa semakin tinggi faktor hygiene dan faktor motivator, maka akan menyebabkan semakin meningkatnya kinerja pegawai, dan begitu pun sebaliknya. Alternatif strategi yang dapat dilakukan antara lain adalah : 1) peningkatan terhadap tanggung jawab pekerjaan dengan pemberian tugas secara tepat sesuai dengan kemampuan pegawai, 2) meningkatkan frekuensi pelatihan-pelatihan, 3) memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi Berkaitan dengan penelitian ini, beberapa saran yang dapat disampaikan adalah : (1) Bila dilakukan penelitian sejenis, sebaiknya dilakukan penyesuaian bahasa yang digunakan dalam kuisioner, sehingga tidak ada responden yang kurang mengerti dengan pernyataan yang diberikan, (2) sebaiknya penelitian terhadap faktor-faktor yang dapat memotivasi kinerja pegawai harus lebih sering dilakukan, dengan tujuan mengetahui faktor-faktor apa saja, yang terbaru, selain yang sudah diteliti sebelumnya yang dapat membuat pegawai bekerja lebih baik lagi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sumber daya manusia, Motivasi, Kinerja Pegawai, Lembaga Pendidikan At Taufiq, Bogor.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 24 Jun 2016 03:37
Last Modified: 24 Jun 2016 03:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2432

Actions (login required)

View Item View Item