Persepsi karyawan mengenai pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja di perusahaan daerah air minum tirta pakuan kota bogor

Barus, Evi Sarmayani (2007) Persepsi karyawan mengenai pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja di perusahaan daerah air minum tirta pakuan kota bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R33-01-Evi-Cover.pdf - Published Version

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-02-Evi-Abstract.pdf - Published Version

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-04-Evi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (396kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-03-Evi-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-05-Evi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (403kB) | Preview

Abstract

Manusia sebagai salah satu sumber daya dalam perusahaan mempunyai peranan sangat penting dibandingkan dengan sumber daya lainnya, karena manusia merupakan faktor penggerak dari seluruh kegiatan perusahaan. Perusahaan harus dapat memberikan perhatian lebih terhadap tenaga kerjanya. Untuk itu, menurut Arep dan Tanjung (2003), hal utama yang harus diperhatikan seorang manajer adalah membangkitkan motivasi kerja karyawannya. Peranan manajer sangat besar dalam memotivasi karyawan agar bekerja sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Semua kebutuhan individu dalam organisasi harus dapat dipenuhi dalam hubungan organisasi bilamana organisasi tersebut ingin berhasil mendorong para anggotanya dalam mewujudkan tujuan organisasi maupun tujuan anggota-anggotanya sendiri. Motivasi kerja karyawan timbul karena dua faktor, yaitu faktor individual dan faktor organisasional. Handoko (2000) mengemukakan bahwa kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internalnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan memberikan kepuasan karyawan adalah melalui kompensasi. Bila kompensasi disusun secara adil, benar dan wajar para karyawan akan merasa puas dan termotivasi untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi (Handoko, 2000). Bentuk-bentuk kompensasi atau imbalan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan karyawan. Organisasi dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui sistem kompensasi. Kompensasi yang diberikan dapat digolongkan pada dua jenis utama, yaitu imbalan yang bersifat finansial dan non finansial (Siagian, 2004). Kompensasi yang bersifat finansial dan non finansial sangat penting peranannya sebagai faktor motivasi dalam kehidupan berorganisasi. Pemahaman yang tepat mengenai makna dan peranan masing-masing faktor tersebut menjadi sangat penting, sehingga sedapat mungkin memperhitungkan persepsi para pekerja yang bersangkutan (Siagian, 2004). Motivasi kerja karyawan yang tinggi akan meningkatkan kinerja karyawan yang akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah pembinaan pemerintah Kota Bogor. Sebagai satu-satunya perusahaan yang memasok kebutuhan air minum masyarakat, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu dinamis dan berkembang secara berkesinambungan dan harus mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah kota. Oleh karena itu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya mensinergikan antara kualitas pelayanan jasa dan produk kepada pelanggan (publik) dan laba usahanya. Pada penelitian yang dilakukan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, dianalisis persepsi setiap karyawanmengenai pengaruh masing-masing komponen kompensasi yang meliputi kompensasi finansial dan non finansial terhadap motivasi kerja. Berdasarkan latar belakang maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis seluruh variabel kompensasi finansial dan non finansial yang berpengaruh secara positif terhadap motivasi karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, berdasarkan persepsi karyawan, (2) menganalisis variabel kompensasi yang memiliki kontribusi paling besar terhadap motivasi karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, berdasarkan persepsi karyawan, dan mengetahui hal-hal yang menyebabkan variabel tersebut memiliki kontribusi paling besar dibandingkan variabel kompensasi lainnya. Penelitian dilakukan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan Oktober sampai Desember 2006. Penelitian dibatasi pada pengkajian pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan persepsi karyawan. Responden dibatasi hanya karyawan tetap di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena kompensasi yang diberikan kepada karyawan tetap berbeda dengan pemberian kompensasi kepada tenaga kontrak, baik jenis, cara penetapan maupun besarannya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling acak secara proporsional terhadap 100 orang karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan bantuan software LISREL versi 8.51. Variabel yang dianalisis terdiri dari 20 peubah indikator yang dikelompokkan ke dalam empat dimensi kompenasasi, yaitu Kompensasi finansial langsung, finansial tidak langsung, lingkungan, dan pekerjaan. Dimensi kompensasi finansial langsung terdiri dari dua peubah indikator, yaitu gaji (X1) dan Bonus (X2). Dimensi kompensasi finansial tidak langsung mempunyai sembilan peubah indikator, yaitu: tunjangan jabatan (X3), tunjangan perumahan (X4), tunjangan tirtawarsa (X5), ketidakhadiran yang dibayarkan (X6), uang lembur (X7), tunjangan natura (X8), pesangon (X9), tunjangan hari tua (X10), tunjangan kesehatan (X11). Dimensi pekerjaan mempunyai empat peubah indikator, yaitu: tugas-tugas yang menarik (X12), penghargaan (X13), perasaan akan pencapaian (X14), dan peluang-peluang adanya promosi (X15). Dimensi Lingkungan mempunyai empat peubah indikator, yaitu: kebijakan-kebijakan kompensasi (X16), hubungan dengan rekan kerja (X17), hubungan dengan atasan (X18), kondisi lingkungan kerja yang nyaman (X19), dan fasilitas-fasilitas (mushola, olahraga, koperasi) (X20). Analisis menggunakan SEM berlaku ketentuan bahwa sebuah model yang dibangun dapat diterima keabsahannya, apabila memenuhi beberapa kriteria, antara lain : P-value harus lebih dari 0,05 (P-value > 0,05), nilai RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation) harus kurang dari atau sama dengan 0,08 (RMSEA ≤ 0,08), dan nilai Chi-square (X2) model harus lebih kecil dari derajat bebasnya (Degree of Freedom). Dari pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan program LISREL versi 8.51, diperoleh hasil bahwa uji kecocokan model yang dilakukan telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan, yang ditunjukkan dengan nilai P-value sebesar 0,90883, nilai RMSEA sebesar 0,000 dan nilai Chi-Square (262,21) lebih kecil dari derajat bebasnya (294). Hasil ini memperlihatkan bahwa, model yang telah disusun secara teoritis ternyata memang didukung atau sesuai dengan data empiris di lapangan. Dengan demikian, tidak diperlukan lagi untuk melakukan berbagai modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat dimensi, ternyata dimensi kompensasi finansial langsung tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Dimensi yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi adalah dimensi kompensasi finansial tidak langsung, pekerjaan, dan lingkungan. Dimensi finansial tidak langsung memberikan kotribusi paling besar terhadap motivasi kerja karyawan. Hasil analisa yang dilakukan terhadap persepsi karyawan dengan menggunakan SEM diperoleh bahwa variabel yang memberikan kontribusi paling rendah adalah variabel hubungan dengan rekan kerja (X17). Beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah sebagai berikut: (a) mengadakan kegiatan rekreasi secara intens dengan mengikut sertakan keluarga karyawan secara rutin, (b) mengadakan pelatihan-pelatihan bagi karyawan yang bertemakan “team work building”, (c) mengadakan kegiatan-kegiatan olahraga berupa pertandingan olahraga secara rutin yang melibatkan seluruh karyawan, dan (d) mengadakan kegiatan siraman rohani (misalnya: pengajian) secara rutin yang melibatkan seluruh karyawan, (e) membentuk unit yang khusus menangani kesejahteraan non material (misalnya: pengajian dan doa bersama). Berdasarkan kajian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat dimensi kompensasi yang diteliti terdapat tiga dimensi kompensasi yang berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja kayawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, yaitu dimensi kompensasi finansial tidak langsung, pekerjaan, dan lingkungan. Variabel tunjangan hari tua (X10) memberikan kontribusi paling besar terhadap motivasi karena dengan adanya tunjangan hari tua, karyawan merasa aman dengan kelangsungan hidup setelah pensiun. Variabel hubungan dengan rekan kerja (X17) memberikan kontribusi yang paling rendah dibandingkan dengan variabel lainnya karena kurangnya rasa kekeluargaan, saling memiliki, dan keterbukaan antara sesama karyawan. Dalam penelitian ini pengkajian hanya dibatasi tentang hubungan masing-masing dimensi dengan indikator-indikatornya dan hubungannya terhadap motivasi kerja karyawan, sementara hubungan antara masing-masing dimensi itu sendiri tidak dilakukan. Dalam kondisi sebenarnya kemungkinan ada keterkaitan diantara keempat dimensi kompensasi tersebut. Demi kesempurnaan dan untuk memperkaya hasil penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan topik pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja disarankan agar melakukan pengkajian terhadap hubungan antara masing-masing dimensi diatas.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Persepsi, kompensasi, motivasi, sumber daya manusia, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Structural Equation Modeling (SEM).
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 28 Jun 2016 06:00
Last Modified: 28 Jun 2016 06:00
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2453

Actions (login required)

View Item View Item