Optimalisasi portofolio kresit segmen komersial dengan efficient frontier pada pt. bank x (persero) tbk.

Kartika, Tetty Ika (2007) Optimalisasi portofolio kresit segmen komersial dengan efficient frontier pada pt. bank x (persero) tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E22-01-Tetty-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E22-02-Tetty-Abstract.pdf - Published Version

Download (462kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E22-04-Tetty-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E22-05-Tetty-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E22-03-Tetty-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam kegiatan usahanya, bank menghadapi beberapa risiko dan salah satunya adalah risiko kredit. Risiko kredit didefinisikan sebagai kerugian yang terjadi pada saat debitur default atau gagal memenuhi kewajibannya ke bank pada saat kualitas kreditnya menurun. Salah satu cara untuk meminimalkan risiko kredit, adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio kredit menggunakan teori portofolio modem (Modern Portofolio Theory/MPT) yang dikembangkan oleh Markowitz. MPT ini dapat digunakan untuk mencari efficient frontier kombinasi portofolio kredit yang dapat meminimalkan risiko untuk menghasilkan return yang optimal. Teori portofolio modern yang dikembangkan oleh Markowitz selama ini umum digunakan dalam pasar sekuritas. Markowitz mengatakan bahwa risiko mungkin dapat dikurangi dengan menggabungkan dengan beberapa sekuritas tunggal yang membentuk suatu portofolio. Persyaratan utama untuk mengurangi risiko dalam portofolio adalah return dari masing-masing sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan sempurna. Portofolio kredit dapat dioptimalkan dengan teknik yang sama dengan portofolio pasar. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan Solver yang terdapat dalam Program Excel. Bank dalam menyalurkan kreditnya perlu mempertimbangkan portofolio kredit yang optimal, dimana dengan ekspektasi return yang diharapkan, risiko yang dihadapi merupakan risiko minimum yang dapat diperoleh dari portofolio tersebut. Bank X, khususnya CBC B, dalam penyaluran kreditnya selama ini belum mempertimbangkan kombinasi return dan risiko yang optimal. Nilai Non Performing Loan (NPL) Bank X meningkat signifikan pada tahun 2005, sehingga manajemen Bank X perlu menata kembali portofolio kreditnya dengan membuat kebijakan membatasi penyaluran kredit kepada suatu sektor ekonomi tidak boleh melebihi 20%. Kebijakan manajemen Bank X mulai diterapkan pada bisnis unit-bisnis unit penyaluran kreditnya, dimana salah satunya adalah Commercial Business Centre (CBC) B. Untuk Perhitungan return dalam Karya Akhir ini digunakan data spread (selisih antara tingkat suku bunga kredit dengan cost offund) dikurangi dengan kerugian yang diharapkan (Expected Loss/EL). Berdasarkan perhitungan yang dihasilkan oleh Solver, penyaluran kredit di salah satu CBC Bank X belum optimal karena portofolio tersebut terletak di luar kurva efficient frontier yang terbentuk. Portofolio kredit yang telah ada selama ini memiliki devisiasi standar 16,94% dengan ekspektasi return sebesar 44,40%. Dengan menggunakan rata-rata suku bunga SBI bulanan selama tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 sebagai investasi yang tidak berisiko (risk free asset), diperoleh portofolio yang paling optimal bagi CBC ini terjadi pada titik dengan deviasi standar 3,40% dan ekspektasi return 40%. Pada titik ini, kombinasi pemberian kredit adalah sebagai berikut : kredit kepada sektor pertanian 2,0%; perindustrian 3,0%; listrik, air dan gas 20%; perdagangan 20%; jasa dunia usaha 20%; jasa sosial masyarakat 15,0% dan sektor lain-lain 20%. Sektor-sektor pertambangan, transportasi dan kontruksi tidak memperoleh alokasi kredit karena keempatnya memilki risiko tinggi di CBC tersebut. Pergerakan tingkat suku bunga SBI bulanan berfluktuasi, dan hal ini mengakibatkan pergeseran portofolio yang efisien dalam efficient frontier. Saat ini suku bunga SBI bulanan cenderung semakin turun. Apabila rata-rata tingkat suku bunga SBI bulanan bergerak naik sampai dengan 18.5%, maka portofolio yang efisien akan bergerak ke titik dengan ekspektasi return 45.81% dengan deviasi standar 4.31 %. Kombinasi kredit pada portofolio ini adalah 20% untuk kredit sektor listrik, 20% sektor perdagangan, 20% sektor jasa dunia usaha, 20% jasa sosial masyarakat dan terakhir 20% untuk sektor lain-lain. Sedangkan 5 sektor ekonomi, pertanian, pertambangan, perindustrian, konstruksi dan transposrtasi tidak memperoleh alokasi kredit. Jika rata-rata SBI turun mencapai 7.5%, maka portofolio yang efisien juga akan bergerak dalam kurva efficient frontier, dan diperoleh portofolio efisen dengan nilai ekspektasi return sebesar 30% dan deviasi standar 2.35 %. Kombinasi pemberian kredit di titik ini juga berubah mcnjadi 8% uniuk sektor pertanian, 1% untuk sektor perindustrian, 20% untuk sektor listrik, 20 % untuk sektor perdagangan, 20% untuk sektor jasa dunia usaha, 10 % untuk sektor jasa sosial masyarakat dan 20 % untuk sektor lain-lain. Sektor pertambangan, konstruksi dan transportasi tidak mendapat alokasi kredit pada kombinasi portofolio di titik ini. Hasil perhitungan optimalisasi portofolio kredit ini dapat menjadi masukan bagi manajemen Bank X dalam merencanakan pemberian kredit kepada sektor-sektor ekonomi di CBC B sehingga dapat memperoleh kombinasi return dan risiko yang optimal. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh penulis, maka langkah-langkah manajemen Bank X khusunya di CBC B untuk dapat mencapai kombinasi portofolio kredit yang optimal adalah sebagai berikut : a. Memfokuskan pemberian kredit kepada sektor-sektor yang memiliki kinerja kredit baik sesuai hasil perhitungan optimalisasi portofolio kredit. b. Untuk mengurangi risiko kredit macet (NPL), mengikuti keputusan manajemen Bank X, dimana alokasi kredit per sektor ekonomi tidak melebihi 20 %. CBC B tidak boleh hanya melihat target kredit yang diberikan oleh manajemen Bank X, tetapi mulai mempertimbangkan unsur risiko dari portofolio kredit yang disalurkannya, dengan mulai membatasi penyaluran kredit dominan hanya pada satu sektor ekonomi saja. c. Mempertajam analisis kredit yang dilakukan dengan memasukkan data yang akurat dan membuat rating debitur sehingga potensi kreditur dapat diketahui sejak awal pemberian kredit. d. Melaksanakan fungsi kontrol dan up date data jaminan sehingga nilai jaminan dapat mengcover apabila suatu kredit default. Disamping itu memastikan bahwa secara yuridis jaminan tersebut sudah diikat dengan benar. e. Petugas analisis kredit harus selalu mengikuti perkembangan usaha dari debitur yang dibiayai, melaksanakan fungsi kontrol dengan mengunjungi usaha debitur dan mengikuti trend industri untuk mengetahui ancaman-ancaman usaha yang mungkin dihadapi oleh debiturnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Optimalisasi, Markowitz, Modern Portfolio Theory (MPT), Ekspektasi Return, Deviasi Standar, Efficient Frontier, Solver Excel, Capital Allocation Line (CAL).
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 29 Jun 2016 04:32
Last Modified: 29 Jun 2016 04:32
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2468

Actions (login required)

View Item View Item