Analisis potensi masyarakat untuk pengembangan bank syariah di kota medan

Zega, Dian Taufiq Sentosa (2006) Analisis potensi masyarakat untuk pengembangan bank syariah di kota medan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R28-01-Dian-Cover.pdf - Published Version

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R28-02-Dian-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R28-03-Dian-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R28-04-Dian-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R28-05-Dian-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview

Abstract

Perkembangan bank syariah di Indonesia merupakan perwujudan dari permintaan masyarakat yang membutuhkan suatu sistem perbankan alternatif yang menyediakan jasa perbankan/keuangan yang sehat dan memenuhi prinsip-prinsip syariah. Perbankan syariah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan yang sangat pesat tersebut menjadikan industri perbankan syariah sebuah potensi ekonomi yang besar. Kota Medan sebagai salah satu pusat ekonomi nasional merupakan potensi besar untuk pengembangan industri perbankan syariah. Oleh karena itu dibutuhkan informasi berbasis pasar untuk digunakan sebagai pertimbangan untuk strategi pengembangan sistem perbankan syariah yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk pengembangan bank syariah diperlukan informasi pasar secara lebih spesifik mengenai minat, sikap dan perilaku yang dihubungkan dengan faktor-faktor demografi dan psikografi masyarakat untuk mengetahui potensi di wilayah tertentu dan digunakan sebagai dasar perencanaan program pengembangan bank syariah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis karakteristik responden bank syariah, (2) menganalisis sikap dan perilaku responden terhadap bank syariah di Kota Medan, (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi responden memilih bank syariah, (4) rekomendasi strategi pengembangan bank syariah yang sesuai dengan masyarakat Kota Medan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai literatur bagi kepentingan akademis dan menjadi rujukan bagi penelitian yang berhubungan dengan industri perbankan syariah serta mampu memberikan informasi yang dapat digunakan dalam merancang program pengembangan perbankan syariah yang sesuai dengan masyarakat Kota Medan. Secara nasional sebagai informasi untuk pemetaan potensi masyarakat untuk pengembangan bank syariah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dari bulan Januari sampai Februari 2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi yang akan dijadikan sampel hanya nasabah bank yang beragama Islam dan berusia lebih dari 17 tahun. Responden dalam penelitian adalah 150 orang yang terdiri dari 50 orang nasabah bank konvensional, 50 orang nasabah bank syariah dan 50 orang nasabah yang menggunakan bank konvensional dan bank syariah. Data yang diperoleh dari obervasi, studi literatur, wawancara dan pengisian kuesioner dianalisis dengan metode Deskriptif, Tabulasi Silang, Analisis Korespondensi, Analisis Logit, Analisis Cluster dan Analisis CHAID. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan responden menjadi nasabah bank konvensional, nasabah bank syariah dan nasabah bank (konvensional dan syariah). Kelompok responden ini kemudian dianalisis berdasarkan minat, loyalitas, usage, dan sikap yang dihubungkan dengan faktor-faktor demografi dan psikografi. Satuan pengukuran yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif seperti berapa tahun, berapa rupiah, jawaban ya/tidak dan skala likert. Penelitian ini melakukan pengukuran minat, sikap dan perilaku dengan menanyakan apakah responden bersedia menjadi nasabah bank syariah dan faktor-faktor penyebab jika responden tidak bersedia serta tentang kemungkinan sikap dan perilaku yang akan terjadi atau sedang terjadi dalam diri responden dimana data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. Untuk mengukur minat responden menggunakan bank syariah dibantu oleh analisis logit. Atribut bank digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi responden dalam memilih bank. Atribut tersebut meliputi daya tarik bank, antara lain : tujuan penggunaan, rasa aman, kelengkapan fasilitas, pelayanan, jangkauan, image, rewards, biaya administrasi serta proses birokrasi. Variabel demografi dan psikografi digunakan untuk menganalisis karakteristik responden terhadap posisinya sebagai nasabah bank. Demografi terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan lain sebagainya. Demografi akan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis multipel korespondensi. Psikografi merupakan aspek-aspek yang berhubungan psikologis responden dan dianalisis dengan analisis CHAID. Kelompok responden bank konvensional sebagian besar perempuan, berusia antara 18-25 tahun, jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang, belum menikah, pengeluaran dibawah Rp. 1 juta, pendidikan terakhir SD/SMP/SMU sederajat dan saat ini masih aktif sebagai pelajar/mahasiswa. Kelompok nasabah bank syariah dicirikan oleh tingkat pendidikan responden yang tinggi, berusia antara 26-35 tahun berprofesi sebagai karyawan swasta dan PNS, jumlah anggota keluarga antara 3-4 orang dengan tingkat pengeluaran antara Rp. 1-3 juta/bulan. Sedangkan responden konvensional dan syariah dicirikan oleh tingkat pendidikan yang tinggi karena rata-rata responden berpendidikan terakhir SMU keatas, berusia lebih dari 50 tahun dan telah menikah dengan profesi sebagai ibu rumah tangga dan wiraswasta dengan tingkat pengeluarannya tinggi (> 3 jt). Berdasarkan psikografi, responden dapat dibagi dalam 3 (tiga) kemlompok. Kelompok 1 merupakan Achievers yang terdiri dari 25 pengguna bank konvensional (58,1 persen), 5 pengguna bank syariah (11,6 persen) dan 13 pengguna bank konvensional syariah (30,2 persen). Kelompok 2 merupakan Affluent cenderung Achievers yang terdiri dari 14 pengguna bank konvensional (25,4 persen), 25 pengguna bank syariah (45,5 persen) dan 16 pengguna bank konvensional syariah (29,1 persen). Kelompok 3 merupakan Anxious – Socialite yang terdiri dari 11 pengguna bank konvensional (21,1 persen), 20 pengguna bank syariah (28,5 persen) dan 21 pengguna bank konvensional syariah (40,4 persen). Faktor-faktor utama yang dianggap penting oleh responden dalam memilih menggunakan suatu bank adalah lokasi bank, reputasi yang dimiliki bank dan fasilitas yang diberikan bank. Bagi responden bank konvensional, faktor yang dipentingkan adalah reputasi, fasilitas dan lokasi bank. Responden bank syariah mementingkan faktor lokasi, pelayanan dan reputasi bank sedangkan responden bank konvensional dan syariah mementingkan faktor lokasi, fasilitas dan reputasi bank. Top of Mind mayoritas responden adalah Bank Mandiri (23,3 persen), Brand Recall responden menunjukkan mayoritas responden menjawab Bank BNI (24 persen) sedangkan bank yang paling dikenal mayoritas responden adalah Bank BNI (31,3 persen). Responden memanfaatkan bank konvensional karena lokasinya mudah dijangkau (60 persen). Rasa aman (36 persen), fasilitas yang lengkap (30 persen), dan karena bank terkenal (28 persen) menjadi alasan berikutnya. Pengetahuan responden bank konvensional terhadap bank syariah sangat bagus dimana hal ini ditunjukkan oleh mayoritas responden yang mengetahui tentang adanya bank syariah mengatakan bahwa bank syariah adalah bank yang berdasarkan syariah Islam (70,5 persen) dan bank syariah merupakan bank dengan prinsip bagi hasil (63,6 persen). Image responden bank syariah bagi responden bank konvensional adalah Bank Islami (77,3 persen). Keidentikan Bank Syariah sebagai bank bagi hasil dipertegas oleh 47,7 persen pendapat responden dan sebagian kecil responden berpandangan bahwa bank syariah adalah bank orang Islam (11,4 persen). Analisis Logit terhadap potensi minat responden bank konvensional menggunakan bank syariah sebesar 61,3 persen diperoleh bahwa statistik uji bersama keseluruhan parameter model dengan menggunakan uji G diperoleh nilai P = 0.395 (Terima H0 pada taraf α = 0.05), sehingga dapat disimpulkan seluruh peubah penjelas (bebas) tidak ada yang berpengaruh terhadap peubah respon (responden berminat atau tidak berminat menggunakan bank syariah). Dapat dinyatakan bahwa tidak cukup bukti untuk menolak Ho. Bukan berarti peubah-peubah bebas yang terlibat tidak berpengaruh. Mayoritas responden mengunakan bank syariah karena sesuai dengan syariah Islam (74 persen). Sementara 32 persen responden menggunakan bank syariah karena faktor rasa aman dan 24 persen responden menggunakan bank syariah karena lokasinya mudah dijangkau. Mayoritas responden bank syariah telah menggunakan bank syariah antara 1-3 tahun yang lalu (50 persen). Namun sekitar 34 persen responden merupakan nasabah baru, karena menggunakan bank syariah baru dalam kurun waktu kurang dari 1 (satu) tahun yang lalu. Sedangkan sebagian kecil responden (16 persen) telah menjadi nasabah bank syariah lebih dari 4 tahun yang lalu. Mayoritas responden mengunakan bank syariah karena sesuai dengan syariah Islam (74 persen). Sementara 32 persen responden menggunakan bank syariah karena faktor rasa aman dan 24 persen responden menggunakan bank syariah karena lokasinya mudah dijangkau. Mayoritas responden bank syariah menggunakan Tabungan Mudharabah (102 persen) ,Simpanan Haji (4 persen), Giro dan Deposito/mudharabah mutlaqah masing-masing 4 persen Untuk jasa pembiayaan responden mempergunakan jasa pembiayaan dengan sistem Bagi Hasil (syirkah musyarakah) sebanyak 75 persen dan Jual Beli/Murabahah 25 persen sedangkan untuk jasa-jasa lainnya seperti Wakalah dan Ijarah tidak digunakan responden. Motivasi responden bank syariah menggunakan jasa penyimpanan karena sistem bagi hasil yang ditawarkan bank syariah (64 persen) dan dengan menggunakan jasa simpanan bank syariah, responden dapat menjalankan syariah agama sebagai seorang muslim (60 persen) serta karena bank syariah tidak menggunakan sistem bunga (26 persen). Mayoritas responden memanfaatkan bank konvensional karena lokasinya mudah dijangkau (42 persen). Rasa aman (38 persen), fasilitas yang lengkap (32 persen), pelayanan (22 persen) dan karena bank terkenal (14 persen). Image responden bank konvensional dan syariah terhadap bank syariah adalah sebagai Bank Islami. Keidentikan Bank Syariah sebagai bank bagi hasil dipertegas oleh 40 persen responden dan yang berpandangan bahwa bank syariah adalah bank orang Islam (8 persen). Mayoritas responden telah menggunakan bank syariah antara 1-3 tahun yang lalu (42 persen). Namun sekitar 38 persen responden merupakan nasabah baru, karena menggunakan bank syariah baru dalam kurun waktu kurang dari 1 (satu) tahun yang lalu. Sedangkan sebagian kecil responden (20 persen) telah menjadi nasabah bank syariah lebih dari 4 tahun yang lalu. Mayoritas responden mengunakan bank syariah karena sesuai dengan syariah Islam (76 persen). Sementara 30 persen responden menggunakan bank syariah karena faktor rasa aman dan 18 persen responden menggunakan bank syariah karena lokasinya mudah dijangkau. Mayoritas responden menggunakan produk-produk Tabungan/Wadiah Mudharabah (90 persen). Responden K & S yang menggunakan Simpanan Haji (16 persen), Giro dan Deposito/mudharabah mutlaqah masing-masing 6 persen Untuk jasa pembiayaan, hanya terdapat 1 (satu) responden yang mempergunakan jasa pembiayaan yaitu Jual Beli/Murabahah, sedangkan untuk jasa-jasa lainnya seperti Wakalah dan Ijarah tidak digunakan responden. Mayoritas responden termotivasi mengggunakan jasa penyimpanan pada bank syariah untuk menjalankan syariah agama (56 persen) dan karena sistem bagi hasil yang ditawarkan (56 persen), sedangkan untuk produk pembiayaan bank syariah, responden termotivasi karena sistem bagi hasil (50 persen) dan karena biaya transaksi rendah (50 persen). Responden yang masih menggunakan Bank Konvensional dan Bank Syariah (K &S) ternyata lebih sering menggunakan Bank Konvensional sebagai bank utama dibandingkan dengan penggunaan terhadap Bank Syariah. Dimana 60 persen responden lebih aktif menggunakan Bank Konvensional, sedangkan penggunaan Bank Syariah hanya digunakan oleh 34 persen responden, namun terdapat 6 persen responden yang mengaku menggunakan kedua bank dengan tingkat keaktifan yang berimbang. Ditemukan sebanyak 94 persen responden akan tetap menggunakan Bank Konvensional dan Bank Syariah seperti saat ini, namun terdapat 6 persen responden yang berencana untuk tidak menggunakan salah satunya karena berencana untuk menggunakan Bank Syariah. Akan tetapi rencana menghentikan penggunaan bank konvensional tersebut belum memiliki tenggat waktu yang pasti. Alasan utama responden untuk tetap memilih menggunakan kedua jenis bank tersebut karena ternyata tujuan penggunaan kedua bank tidak sama (63,8 persen) dan perbedaan fasilitas yang ditawarkan bank (46,8 persen). Pendapat mayoritas responden mengenai kelebihan bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional adalah karena bank syariah tidak riba (72 persen) dan sistem bagi hasil yang diterapkannya (52 persen). Kemudahan penghitungan dan pemotongan zakat yang ditawarkan bank syariah (34 persen). Namun kelompok responden ini belum melihat kelebihan bank syariah adalah karena sesuai dengan syariah islam. Kelemahan utama bank syariah yang diungkapkan oleh responden adalah fasilitas bank syariah yang ditawarkan masih kurang (64 persen), diamana kondisi ini didukung oleh informasi produk yang kurang (28 persen) dan istilah yang digunakan pada bank syariah ternyata kurang familiar (lazim) didengar oleh responden (26 persen). Beberapa saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah : (1) teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan metode selain convenience sampling. Dan responden yang terlibat lebih besar, misalnya mencakup non-nasabah dan non-muslim, (2) melakukan riset dan pengembangan produk dan jasa secara terus-menerus untuk wilayah yang lebih kecil atau bank tertentu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Potensi Pasar, Medan, Nasabah, Bank Syariah, Bank Konvensional, Analisis Logit, Analisis Korespondensi, Analisis CHAID
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 29 Jun 2016 06:53
Last Modified: 29 Jun 2016 06:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2471

Actions (login required)

View Item View Item