Penilaian kinerja dan analisa value driver economic value added di bank bri kantor cabang warung buncit jakarta

Amalia, Kikie Surya (2006) Penilaian kinerja dan analisa value driver economic value added di bank bri kantor cabang warung buncit jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R31-01-Kikie-Cover.pdf - Published Version

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R31-02-Kikie-Abstract.pdf - Published Version

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R31-03-Kikie-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R31-04-Kikie-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R31-05-Kikie-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (340kB) | Preview

Abstract

Bank mempunyai peran yang sangat penting di dalam masyarakat karena fungsinya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediary) dimana kegiatan utamanya adalah mengumpulkan kelebihan dana yang kemudian disalurkan kepada pihak yang kekurangan dana. Keseimbangan antara kegiatan mengumpulkan dana dan meyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan senantiasa harus selalu terjaga. Salah satu bank nasional yang berperan sebagai lembaga perantara keuangan adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Selama ini Bank BRI dikenal dengan disebut dengan agent of development dimana berperan dalam mengembangkan masyarakatnya untuk kemudian dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Walaupun demikian, Bank BRI juga perlu orientasi pencapaian laba yang maksimal. Oleh karena itu, konsep perbankan yang dilaksanakan oleh Bank BRI adalah branch banking system dimana setiap unit kerja mempunyai wewenang untuk mencari laba. Pencapaian laba yang maksimal dimungkinkan terjadi jika kinerja unit kerja tersebut juga baik. Selama ini, tersedia berbagai macam metoda untuk menilai kinerja suatu organisasi. Salah satu metoda yang dapat menilai kinerja suatu entitas bisnis adalah economic value added (EVA). Penilaian kinerja berdasarkan metode EVA mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metoda lainnya karena memperhitungkan biaya modal (cost of capital) dalam mengkalkulasi laba. Dengan demikian, laba yang diperhitungkan dapat menjadi lebih akurat. Memperhitungkan cost of capital dalam mengkalkulasi laba menjadi penting khususnya bagi perusahaan-perusahaan publik. Laba suatu entitas bisnis merupakan salah satu indikator dalam menilai bagaimana entitas tersebut mengelola usahanya. Selain menilai kinerja dengan metode EVA, manajemen perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat membentuk EVA. Hal ini perlu diidentifikasi agar manajemen dapat mengontrol dan mengendalikan faktor-faktor tersebut sebagai strategi untuk memaksimalkan EVA. Perumusan masalah difokuskan pada bagaimana kinerja Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta dengan konsep EVA ? faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi value driver (pemicu nilai) EVA dalam Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta ? bagaimana mengembangkan strategi untuk meningkatkan masing-masing value driver EVA di Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit Jakarta ? bagaimana sistem penilaian cabang dalam menghasilkan nilai ? bagaimana rekomendasi bagi pengembangan Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta berdasarkan metode EVA ? Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan penelitian adalah : mengidentifikasi kinerja Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta dengan konsep EVA, mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjadi value driver (pemicu nilai) EVA dalam Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta, mengembangkan strategi untuk meningkatkan masing-masing value driver EVA di Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit Jakarta, menentukan sistem penilaian cabang dalam menghasilkan nilai, merumuskan rekomendasi bagi pengembangan Bank BRI kantor cabang Warung Buncit Jakarta berdasarkan metode EVA. Data dan informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dengan beberapa cara yakni observasi, studi literature dan wawancara sehingga tipe data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang dilakukan bersifat deskriptif. Untuk menanalisa kinerja Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit, alat yang digunakan adalah perhitungan economic value added (EVA) serta alat yang digunakan untuk menganalisa value driver EVA adalah balanced scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pada tahun 2003 di Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit lebih baik dibandingkan dengan kinerja pada tahun 2004. hal ini dibuktikan dengan nilai EVA yang positif pada tahun 2003 yaitu Rp. 1.656.638.546,20 sedangkan pada tahun 2004 adalah Rp. -83.606.175,29. Nilai EVA yang positif pada tahun 2003 lebih disebabkan oleh adanya pendapatan dari bunga fund transfer price yang besar. Pendapatan dari fund transfer price berkontribusi besar terhadap total pendapatan cabang. Untuk kantor cabang yang mempunyai kegiatan usaha yang dominant adalah kegiatan pengumpulan dana, maka pendapatan dari bunga fund transfer price merupakan salah satu cara untuk meningkatkan laba akan tetapi strategi ini hanya bersifat kondisional. Hal ini dibuktikan dengan nilai EVA yang negatif pada tahun 2004. Hasil dari analisa value driver EVA dengan menggunakan balanced scorecard menunjukkan bahwa EVA dipengaruhi oleh beberapa key performance indicator yaitu jumlah pinjaman, kualitas pinjaman (NPL), saldo simpanan, fee based income, rasio biaya operasional terahdap pendapatan operasional, loan to deposit ratio, indeks kepuasan nasabah, biaya tenaga kerja terhadap pendapatan bunga, kecepatan pelayanan simpanan, kecepatan pelayanan pinjaman, kecepatan pemberian respon atas keluhan, indeks kepuasan karyawan, jumlah karyawan yang ditolak untuk diikutsertakan dalam pendidikan dan pelatihan, berapa kali karyawan presentasi dan berapa kali terlambat. Penemuan yang cukup signifikan dalam penelitian ini adalah meskipun target ekspansi kredit telah tercapai pada tahun 2004, akan tetapi belum mampu menghasilkan EVA yang positif. Hal ini berarti penetapan target ekspansi pinjaman terlalu rendah dan belum sejalan dengan konsep EVA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agar bank dapat maksimal dalam menghasilkan laba maka bank harus menjalankan perannya yaitu lembaga perantara keuangan di masyarakat dengan melakukan kegiatan pengumpulan dana (funding) dan peminjaman dana (lending) secara seimbang. Hal ini akan menggerakkan perekonomian negara sehingga mengakibatkan kondisi yang kondusif bagi perkembangan bisnis perbankan. Selain itu, penetapan target harus mempertimbangkan cost of capital sehingga tidak terjadi konsentrasi peningkatan value driver yang salah dalam mencapai EVA yang maksimal.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: economic value added, value drivers, financial intermediary, loan expansion. economic value added, pemicu nilai, lembaga perantara keuangan,
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 01 Jul 2016 03:47
Last Modified: 01 Jul 2016 03:47
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2477

Actions (login required)

View Item View Item