Perancangan dan pengukuran kinerja dengan pendekatan balanced scorecard di pt. karisma dutawasera regional bandung

Fauzia, Istiqamah (2007) Perancangan dan pengukuran kinerja dengan pendekatan balanced scorecard di pt. karisma dutawasera regional bandung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R34-01-Istiqamah-Cover.pdf - Published Version

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-02-Istiqamah-Abstract.pdf - Published Version

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-03-Istiqamah-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-04-Istiqamah-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R34-05-Istiqamah-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (819kB) | Preview

Abstract

PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung merupakan perusahaan pemegang merek dagang Circle K untuk wilayah Bandung. Circle K merupakan sebuah convenience store yang mengusung konsep baru dalam berbelanja, yaitu sebagai tempat berbelanja yang nyaman dengan layanan 24 jam (non stop), tujuh hari dalam seminggu dan menyediakan lini produk bahan pangan yang terbatas, first brand dan memiliki perputaran tinggi dengan pelayanan yang cepat dan ramah khas Circle K. Perusahaan selama ini belum pernah melakukan pengukuran kinerja secara keseluruhan. Melalui penerapan Balanced Scorecard, para manajer dituntut untuk tidak hanya melihat dari perspektif finansial saja tetapi juga dari perspektif non finansial. Key Performance Indicators yang selama ini dimiliki perusahaan, sebagian besar hanya mewakili aspek finansialnya saja. Padahal aspek finansial hanya mencerminkan hasil atau outcome dari keseluruhan proses yang selama ini dilakukan perusahaan di masa lalu. Robert S. Kaplan dan David P. Norton mengembangkan konsep Balanced Scorecard yang merupakan suatu alat pengukuran kinerja bagi perusahaan untuk merefleksikan pemikiran baru yang penting untuk dilakukan dalam era persaingan dan efektivitas organisasi. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Key Performance Indicators (KPI) apa yang sesuai dalam penilaian kinerja PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung pada perspektif finansial, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan? (2) Bagaimana kinerja PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard? (3) Upaya apa yang harus dilakukan PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung dalam meningkatkan kinerjanya? Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi Key Performance Indicators (KPI) guna merancang Balanced Scorecard PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung berdasarkan perspektif finansial, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (2) Mengukur kinerja PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung ditinjau dari perspektif finansial, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dan (3) Merumuskan upaya-upaya meningkatkan dan memperbaiki kinerja PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung. Manfaat penelitian terutama untuk (1) Memberikan usulan rancangan Balanced Scorecard kepada perusahaan untuk pengukuran kinerja (2) Memberi masukan kepada manajemen perusahaan tentang sistem pengukuran kinerja yang lebih komprehensif dengan konsep Balanced Scorecard dan (3) Penulis juga berharap hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pihak yang berkepentingan, menjadi referensi dalam institusi pendidikan dan sebagai sarana pembelajaran bagi diri penulis. Penelitian ini menggunakan Balanced Scorecard yang dibatasi pada tingkat perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada pengukuran kinerja perusahaan melalui empat perspektif, yaitu perspektif finansial (shareholders), perspektif konsumen (customers), perspektif proses bisnis internal (internal business process) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth). Implementasi terhadap sistem penilaian kinerja diserahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen perusahaan dari PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung. Lokasi penelitian ini bertempat di kantor pusat PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung di Jl. Aceh No. 15 Bandung. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Desember 2006 hingga Februari 2007. Penelitian tentang perancangan dan pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Analisis kualitatif dilakukan untuk menjabarkan visi dan misi perusahaan ke dalam strategi, dan selanjutnya ditentukan sasaran strategis dan key performance indicators dalam empat perspektif Balanced Scorecard. Peta strategi dihasilkan dari keterhubungan pada masing-masing sasaran strategis yang ada. Analisis kuantitatif dilakukan dalam penghitungan bobot Key Performance Indicators (KPI) dan empat perspektif Balanced Scorecard dengan menggunakan metode paired comparison. Berbagai formula kinerja menggunakan metode dari masing-masing KPI. Performance range hasil survei kepuasan ditentukan menggunakan scoring criteria. Metode pengambilan contoh untuk responden konsumen dan karyawan frontline menggunakan metode survei dengan kuesioner. Teknik pengambilan contoh untuk responden konsumen dilakukan dengan cara convenience sampling yaitu dengan mendatangi konsumen yang sedang berbelanja di Circle K yang terbagi dalam 12 outlet. Berdasarkan rumus Slovin, dapat ditentukan jumlah responden konsumen adalah 100 responden. Pemilihan responden karyawan hanya difokuskan pada karyawan frontline karena karyawan frontline memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan dan dapat mencerminkan kinerja perusahaan bagi konsumen. Responden karyawan frontline berjumlah 50 orang. Jumlah responden dari pihak manajemen adalah sebanyak 8 orang. Perancangan Key Performance Indicators dan pembobotan KPI pada tiap perspektif ditentukan melalui In-depth Interview bersama pihak manajemen perusahaan. Teknik pengambilan contoh untuk pihak manajemen adalah purposive sampling. Kegiatan penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yakni melihat pengukuran kinerja yang telah dilakukan perusahaan, merancang KPI dan mengukur kinerja perusahaan berdasarkan Balanced Scorecard. Analisis deskriptif dilakukan untuk mendapatkan penjabaran visi, misi dan strategi ke dalam sasaran-sasaran strategis yang tepat berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard. Sasaran strategis dalam perspektif finansial adalah (1) Meningkatkan penjualan (2) Efisiensi biaya (3) Meningkatkan cashflow dan (4) Meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan perspektif konsumen, sasaran strategis perusahaan adalah (1) Meningkatkan pangsa pasar dan (2) Meningkatkan brand image. Proses bisnis internal tergabung dalam sasaran strategis perusahaan yaitu (1) Meningkatkan kualitas pelayanan (2) Mengoptimalkan supply chain management dan (3) Meningkatkan aktivitas promosi yang inovatif dan kreatif. Sasaran strategis dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah (1) Meningkatkan kepuasan karyawan (2) Meningkatkan kapabilitas karyawan, dan (3) Meningkatkan produktivitas karyawan. Perancangan Balanced Scorecard pada PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung dimulai dengan penentuan sasaran strategis beserta KPI-nya dan pembuatan peta sasaran strategi. Pengukuran kinerja dari tiap KPI dimulai dengan pembobotan perspektif dan KPI. Berdasarkan hasil perbandingan antara aktual kinerja dengan target, maka diperoleh indeks kinerja yang menunjukkan kondisi kinerja KPI. Kemudian dipetakan hasil kinerja perspektif dan KPI ke dalam rentang kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen melalui in-depth interview. Penempatan warna-warna pada norma kinerja menunjukkan kondisi kinerjanya. Rentang kriteria yang dihasilkan digunakan untuk mengolongkan kondisi indeks kinerja KPI yang diwakilkan oleh warna-warna pada norma kinerja sebagai berikut: warna merah (~70) menandakan kinerja tidak baik, warna pink (>70,00–80,00) menandakan kinerja kurang baik, warna kuning (>80,00–90,00) menandakan kinerja cukup baik, warna hijau (90,00–99,99) menandakan kinerja baik, dan warna biru (> 100,00) menandakan kinerja sangat baik. Rumus rentang kriteria (performance range) dihitung untuk mengetahui golongan atau kriteria yang menunjukkan tingkat kepuasan responden. Teknik ini hanya digunakan pada survei kepuasan konsumen dan survei kepuasan kerja karyawan frontline. Rentang kriteria pada tingkat kepuasan ialah tidak puas (1,00–1,8), kurang puas (1,81–2,6), cukup puas (2,61–3,4), puas (3,41–4,2) dan sangat puas (4,21–5,0). KPI pada perspektif finansial beserta target, aktual kinerja, bobot dan norma kinerjanya ialah sebagai berikut: surplus cashflow (Rp 189.947.207; Rp 487.819.766; 26,75%; sangat baik), biaya operasional terhadap penjualan (19,57%; 18,03%; 16,25%; sangat baik), NPM (2,92%; 2,91%; 20,75%; baik), pertumbuhan penjualan (29%; 27,81%; 20,25%; baik), dan shopping basket (Rp 15.000; Rp 13.269; 16%; baik). KPI pada perspektif konsumen beserta target, aktual kinerja, bobot dan norma kinerjanya ialah sebagai berikut: brand image (80%; 88%; 34,27%; sangat baik), loyalitas konsumen (80%; 76%; 27,78%; baik) dan kepuasan konsumen (4: puas; 3,35: cukup puas; 37,50%; cukup baik). KPI pada perspektif proses bisnis internal beserta target, aktual kinerja, bobot, dan norma kinerjanya ialah sebagai berikut: average day’s inventory (19,27 hari; 19,03 hari; 16,84%; sangat baik), central distribution service level (100%; 99,27%; 15,97%; baik), program promosi (220 program; 211 program; 16,15%; baik), vendor service level (99%; 91,32%; 17,53%; baik), STF Index (90%, 79,84%; 18,92%; cukup baik), dan waste product (Rp 30.000.000; Rp 34.197.363; 14,58%; cukup baik),). KPI pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan beserta target, aktual kinerja, bobot dan norma kinerjanya ialah sebagai berikut: biaya pelatihan (Rp 36.880.000; Rp 31.232.150; 17,25%; sangat baik), produktivitas karyawan (Rp 201.291.778; Rp 197.496.339; 23,50%; baik), kepuasan kerja karyawan frontline (4: puas; 3,67: puas; 23,25%; baik), motivasi kerja karyawan frontline (4: puas, 3,62: puas, 21,50%; baik), dan turnover karyawan frontline (15%; 30,77%; 14,50%; tidak baik). Hasil pengukuran kinerja adalah sangat baik untuk KPI: surplus cashflow, biaya operasional terhadap penjualan, biaya pelatihan, brand image, dan average day’s inventory; baik untuk KPI: central distribution service level, produktivitas karyawan, NPM, program promosi, pertumbuhan penjualan, loyalitas konsumen, vendor service level, kepuasan kerja karyawan frontline, dan motivasi kerja karyawan frontline; cukup baik untuk KPI: STF Index, shopping basket, waste product, dan kepuasan konsumen dan tidak baik untuk KPI: turnover karyawan frontline. Hasil kinerja PT. Karisma Dutawasera Regional Bandung pada masing-masing perspektif adalah sangat baik (140,60%) untuk perspektif finansial, baik (95,99%) untuk perspektif konsumen, baik (94,15%) untuk perspektif proses bisnis internal, dan baik (91,28%) untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Secara keseluruhan total kinerja perusahaan adalah sangat baik dengan indeks kinerja sebesar 107,27%. Satu-satunya KPI yang berkinerja tidak baik adalah turnover karyawan lini depan (frontliners). Perbaikan kinerja yang dapat dilakukan berupa pemberian gaji yang cukup bersaing, terutama dengan melihat besarnya gaji yang diberikan pada industri sejenis (ritel), namun harus menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat mengurangi keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Sementara KPI dengan kinerja yang tergolong dalam kategori sangat baik (biru) dan baik (hijau) juga perlu mendapat perhatian agar kinerjanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ritel, Circle K, Manajemen Strategis, Perancangan dan Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 04 Aug 2016 01:18
Last Modified: 04 Aug 2016 01:18
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2505

Actions (login required)

View Item View Item