Analisis budaya organisasi dan kinerja pegawai pada dinas kebudayaan dan permuseuman pemerintah daerah provinsi dki jakarta

Irfal, . (2006) Analisis budaya organisasi dan kinerja pegawai pada dinas kebudayaan dan permuseuman pemerintah daerah provinsi dki jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
5EK-01-Irfal-Cover.pdf - Published Version

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-02-Irfal-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-04-Irfal-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-03-Irfal-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-05-Irfal-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (330kB) | Preview

Abstract

Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (DKP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan perangkat daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengembangan kebudayaan yang meliputi kesenian, kesastraan dan kebahasaan, budaya spiritual, foklor dan lingkungan budaya, kesejarahan, arkeologi dan permuseuman, yang dituangkan dalam Perda No. 3 tahun 2001, dan sesuai dengan visinya “Terwujudnya Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, dihuni oleh masyarakat yang berbudaya”. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut di atas, DKP dituntut untuk terus menerus melakukan pengembangan organisasi, baik visi, misi, strategi dan budaya organisasi, pengembangan SDM dan kinerja, kepemimpinan, standarisasi pelayanan, pengelolaan anggaran, pengembangan lingkungan dan infrastruktur, pengelolaan asset dan lain sebagainya. Salah satu faktor strategis dalam pengembangan organisasi dan SDM di DKP seperti disebutkan di atas adalah pengembangan budaya organisasi yang diharapkan mampu mamberi pengaruh pada peningkatan kinerja pegawainya. Untuk itulah penulis mencoba menganalisis budaya organisasi dan kinerja pegawai DKP dengan tujuan: 1) Mengidentifikasi dan menganalisis masalah keorganisasian, khususnya masalah budaya organisasi dan kinerja pegawai DKP, 2) Mengetahui hubungan atau korelasi antara budaya organisasi dengan kinerja pegawai pegawai DKP, 3) Merumuskan strategi pengembangan organisasi, menentukan faktor-faktor budaya organisasi apa yang perlu dikuatkan dan dilemahkan agar mampu mendorong peningkatan kinerja pegawain DKP dalam bentuk implementasi menejerial. Untuk tujuan di atas, metode analisis yang dilakukan adalah analisis statistik korelasi Pearson Product Moment Correlation dan pembuatan diagram kuadran budaya organisasi DKP. Sampel penelitian ini adalah pegawai DKP yang terdiri dari staf dan pejabat struktural. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1. Gambaran umum budaya organisasi DKP, baik staf maupun pejabat struktural menunjukkan bahwa dari empat tipe budaya organisasi, (budaya klan, adhok, market dan hirarki), tipe budaya organisasi hirarki adalah tipe budaya yang dominan atau yang paling kuat saat ini. 2. Tipe budaya organisasi harapan di DKP saat ini adalah tipe budaya organisasi klan untuk staf dan tipe budaya organisasi market untuk pejabat struktural, sementara tipe budaya organisasi yang memiliki penguatan paling besar (selisih antara tipe budaya saat ini dengan tipe budaya harapan) adalah tipe budaya organisasi adhokrasi untuk staf dan tipe budaya organisasi market untuk pejabat struktural. 3. Faktor kinerja yang paling dominan saat ini di DKP adalah faktor perilaku kerja pegawai untuk pejabat struktural, dan faktor kepribadian pegawai untuk staf. Sedangkan faktor kinerja harapan baik untuk staf maupun pejabat struktural adalah faktor kepribadian pegawai. Faktor kinerja yang memiliki penguatan terbesar (selisih faktor kinerja saat ini dengan faktor kinerja harapan) adalah faktor kepribadian pegawai untuk staf dan faktor kemampuan manajerial dan administrasi untuk pejabat struktural. 4. Analisis korelasi Pearson Product Momment menghasilkan bahwa budaya organisasi pejabat struktural berhubungan negatif dengan kinerja pegawai. Ini berarti bahwa jika budaya organisasi pejabat struktural ditingkatkan maka akan menyebabkan penurunan kinerja pegawai DKP. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena tipe budaya organisasi pejabat struktural saat ini didominasi oleh tipe budaya organisasi hirarkis yang cendrung memiliki sifat-sifat birokratis yang kaku, sangat terkontrol dan administrasi yang berbelit-belit yang diasumsikan akan menghambat kinerja pegawainya. Dari hasil analisis di atas terindikasi bahwa DKP perlu memperbaiki dan memperkuat budaya organisasinya kearah tipe budaya organisasi adhokrasi dan market karena tipe budaya organisasi saat ini, khususnya pejabat struktural adalah tipe budaya organisasi hirarki yang ternyata berkorelasi negatif dengan kinerja pegawai DKP. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menetapkan tata nilai utama budaya organisasi yang baik yang eksis di lingkungan DKP, yang sejalan dengan perkembangan organisasi publik modern (tipe budaya organisasi adhokrasi dan market) yang mampu mempengaruhi kinerja pegawainya, menjabarkannya hingga ketingkat operasional, menjadikannya pedoman yang mewarnai perilaku dan segenap aktivitas pegawai secara pribadi maupun kelompok, tertanam kuat dan mengakar secara sistemik dan endemik pada organisasi DKP.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Budaya Organisasi dan Kinerja Pegawai DKP, Pengembangan Organisasi dan SDM DKP, Staf dan Pejabat Struktural DKP, Analisi Korelasi, Diagram Kuadran Budaya Organisasi, Tipe Budaya Klan, Adhokrasi, Market dan Hirarki
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 04 Aug 2016 09:06
Last Modified: 04 Aug 2016 09:06
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2514

Actions (login required)

View Item View Item