Analisis pemberian kredit usaha mikro layak tanpa agunan (kumlta) pt. bank rakyat indonesia (persero) tbk. (studi kasus di pt. bank rakyat indonesia (persero) tbk. kantor cabang cikampek)

Prayuwana, Ari (2006) Analisis pemberian kredit usaha mikro layak tanpa agunan (kumlta) pt. bank rakyat indonesia (persero) tbk. (studi kasus di pt. bank rakyat indonesia (persero) tbk. kantor cabang cikampek). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E20-01-Prayuwana-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-03-Prayuwana-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-04-Prayuwana-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-02-Prayuwana-Abstract.pdf - Published Version

Download (599kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-05-Prayuwana-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-05a-Prayuwana-Daftarkatakata.pdf - Published Version

Download (701kB) | Preview

Abstract

Guna mendorong pengembangan usaha mikro, Pemerintah pada tahun 2004 telah menempatkan dana di perbankan sebagai dana penjaminan yang akan digunakan sebagai agunan pengganti bagi penyaluran kredit kepada pengusaha mikro. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, sebagai bank pemerintah telah mendapatkan dana penjaminan sebesar Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah). Atas penempatan dana tersebut, BRI melalui skim Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUMLTA) sejak bulan Agustus 2004 sampai dengan Maret 2005 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 72.158.227.842,- dengan total debitur sebanyak 16.444 orang. Selama periode tersebut, debitur penerima KUMLTA yang telah menunggak mencapai 5.413 orang dengan jumlah kredit sebesar Rp 2.500.787.337,-. Dalam praktek perkreditan yang normal, jumlah debitur yang menunggak dalam kurun waktu kurang dari satu tahun tergolong tidak normal. Dampak dari besarnya kredit tanpa agunan yang telah menunggak tersebut akan menumnkan kepercayaan bank terhadap pengusaha mikro dan dapat menimbulkan keengganan bagi bank untuk memberikan kredit kepada pengusaha mikro. Padahal dari sisi pengusaha mikro, pemberian kredit bank diharapkan tidak hanya sebatas pada saat ada program pemerintah semata, melainkan secara terusmenerus sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan pertimbangan potensi nasabah dari sektor mikro yang besar (99,86 %), maka diperlukan upaya untuk menciptakan produk kredit yang sesuai dengan kondisi pengusaha mikro. Kredit program seperti KUMLTA ini dapat dipakai sebagai master produk kredit bagi pengusaha mikro, yang tentunya perlu dilakukan evaluasi agar sesuai dengan pengusaha mikro dan aman bagi bank. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka pennasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) bagaimana kebijakan dan pelaksanaan pemberian kredit tanpa agunan kepada pengusaha mikro oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) ? (2) faktor-faktor apa saja yang berpengaruh signifikan terhadap penyebab KUMLTA menjadi bennasalah ? (3) bagaimana model pemberian kredit tanpa agunan kepada pengusaha mikro yang aman bagi bank. Penelitian ini menggunaican pendekatan studi kasus tentang analisis kebijakan pemberian kredit usaha mikro layak tanpa agunan yang disalurkan oleh BRI. Metode penelitian - yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil - analisis tersebut, selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merumuskan penyempumaan kebijakan pemberian kredit mikro tanpa agunan oleh PT. BRI. Analisis deskriptif terhadap pelaksanaan kebijakan pemberian KUMLTA meliputi penjabaran kebijakan pemberian yang dilakukan oleh BRI dibandingkan dengan pelaksanaan operasional di lapangan. Sedangkan analisis regresi logistik dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian kredit skim KUMLTA. Dalam analisis regresi logistik ini, rariabel terikat yang digunakan adalah tingkat pembayaran kembali debitur LUMLTA, menunggak dan tidak menunggak. Sedangkan variabel bebasnya dalah prosedur pemberian putusan kredit, karakter debitur, kapasitas manajerial, dan kapasitas finansial. Jumlah debitur KUMLTA yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 124 debitur. Dari 124 debitur KUMLTA tersebut, debitur yang tidak menunggak adalah sebesar 48 debitur, sedangkan yang telah menunggak adalah sebesar 76 debitur. Hasil regresi logistik dari model logit menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel bebas signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95 %. Signifikansi tersebut ditunjukkan dengan uji G yang merupakar. uji seluruh model dengan nilai -2 Log likelihood yang besar yaitu 82.388 dengan tingkat kemampuan memprediksi variabel terikat sebesar 83,l %. sedangkan berdasarkan uji secara individual dengan menggunakan uji Wald, didapat hasil bahwa koefisien variabel kapasitas manajerial dan kapasitas finansial signifikan secara statistik pada a = 5 %, dan koefisien variabel karakter debitur signifikan secara statistik pada a = 10 %, sedangkan koefisien variabel prosedur pemberian putusan kredit tidak signifikan. Hasil analisis regresi logistik juga menunjukkan bahwa intersep berpengaruh signifikan terhadap model pada tingkat kepercayaan 95 %. Dengan nilai intersep sebesar 8.973 berarti In (p/1-p) = 8.973 atau probabilitas p = 99,99 % pada saat semua variabel bemilai 0, yaitu kondisi pemberian kredit sebagai berikut : prosedur kredit dilakukan kunjungan ke tempat usaha, karakter debitur baik, tidak memiliki kapasitas manajerial untuk mengelola usaha, dan tidak memiliki kapasitas finansial dari usaha yang dikelola. Dengan kata lain, probabilitas debitur dengan karakteristik pemberian kredit tersebut diatas menunggak adalah sebesar 99,99 %. Variabel bebas karakter debitur mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian kredit skim KUMLTA. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Wald terhadap variabel ini yang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat pada tingkat kepercayaan 92,s %. Nilai koefisien variabel karakter debitur ini menunjukkan nilai yang lebih dari satu yang berarti peluang terjadinya tunggakan kredit skim KUMLTA yang diakibatkan oleh debitur yang memiliki karakter kurang baik lebih besar dibandingkan peluang menunggaknya debitur yang memiliki karakter kurang baik. Peluang terjadinya tunggakan kredit skim KUMLTA yang diakibatkan oleh debitur yang memiliki karakter kurang baik adalah sebesar 2.744 kali lebih besar dari debitur yatig memiliki karakter baik. Variabel kapasitas manajerial ini bcrpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian kredit skim KUMLTA dengan nilai koefisien sebeSar -- 1.506. - Dengan variabel yang menggunakan nilai kontinu ini maka setiap kenaikkan satu - satuan tahun pengalaman mengelola usaha akan mengurangi resiko terjadinya kredit skim KUMLTA menunggak sebesar exp (1 x- 1.506) adalah 0.222 kali. Variabel kapasitas finansial ini berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian kredit skim KUMLTA dengan nilai koefisien sebesar - 1.998. Dengan variabel yang menggunakan nilai kontinu ini maka setiap kenaikkan satu satuan rasio kemampuan memba?ar dengan jumlah angsuran kredit akan mengurangi resiko terjadinya kredit skim KUMLTA menunggak sebesar exp (1 x 1.998) adalah 0.136 kali. Penambahan nilai satu satuan rasio kemampuan membayar dengan jumlah angruran kredit akan mengurangi risiko terjadinya kredit skim KUMLTA menjadi menunggak. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik terhadap pemberian kredit usaha mikro layak tanpa agunan (KUMLTA) dapat disimpulkan bahwa karakter debitur, kapasitas manajerial, kapasitan finansial berpengaruh signifikan secara statistik terhadap tingkat pengembalian KUMLTA. Penyempurnaan kebijakan pemberian kredit skim KLMLTA pang dapat dilakukan untuk mengurangi peluang menunggaknya debitur KUMLTA adalah melakukan pemilihan calon debitur ?an? memiliki karakrer baik, memilih calon debitur yang memiliki pengalaman berusaha diatas 2 (dua) tahun, memilih calon debitur yang memiliki rasio kemampuan membayar (repm.rrrenl capacie) dengan jumlah angsuran kredit yang lebih dari 2 (dua) kali. Prnsedur pemberian kredit untuk skim KUMLTA ini menjadi lebih sederhana dan msmiliki standar analisis kredit yang didasarkan pada tingkat risiko yang diperoleh dari data historis debitur bank Saran yang dapat disampaikan untuk pelaksanaan pemberian KUMLTA ini adalah dalam pelakukan ekspansi kredit skim ini perlu dihindari pemberian target yang berlebihan kepada PKL. Pemberian target yang berlebihan dapat berakibat pada upaya PKL untuk memasarkan skim kredit ini secara agresif. Pemasaran skim kredit perlu dilakukan secara alami tanpa target yans ketat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kredit Usaha Mikro layak Tanpa Agunan (KUMLTA), PT, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Cikampek, Pemberian Kredit, Standar Pemberian Kredit, Deskriptif. Regresi Logistik. Study kasus. Pengusaha Mikro.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 09 Aug 2016 05:17
Last Modified: 09 Aug 2016 05:17
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2528

Actions (login required)

View Item View Item